Semboyan35 Indonesian Railfans
KA Barang Kurangi Beban Jalan - Printable Version

+- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com)
+-- Forum: Peron (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=4)
+--- Forum: PPKA (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=12)
+--- Thread: KA Barang Kurangi Beban Jalan (/showthread.php?tid=1788)

Pages: 1 2 3 4 5


RE: Pembatasan Angkutan barang jalan raya dan dialihkan ke KA Barang - ady_mcady - 10-07-2010

biasanya pejabat negri ini baru sadar pentingnya transportasi berbasis rel, kalo sudah pusing mengurusi jalan yang rusak, dan macet.


RE: Pembatasan Angkutan barang jalan raya dan dialihkan ke KA Barang - adh22play - 10-07-2010

(10-07-2010, 07:30 PM)ady_mcady Wrote: biasanya pejabat negri ini baru sadar pentingnya transportasi berbasis rel, kalo sudah pusing mengurusi jalan yang rusak, dan macet.

betuuuul 3X
ane setuju...

moga2 terealisasi semua program pemerintah terkait revitalisasi rel KA Ngiler


RE: Pembatasan Angkutan barang jalan raya dan dialihkan ke KA Barang - eling - 10-07-2010

jln raya baru juga ditambal jln yg berlubang, musim hujan dateng, gompal lagi aspalnya....
Ngakak xp


RE: Pembatasan Angkutan barang jalan raya dan dialihkan ke KA Barang - bonbon - 11-07-2010

(10-07-2010, 11:10 PM)eling Wrote: jln raya baru juga ditambal jln yg berlubang, musim hujan dateng, gompal lagi aspalnya....
Ngakak xp

ujung2nya ngabisin apbd dan apbn buat proyek ngaspal per tahunNgakak kontraktor ngaspal jalan ceria Ngeledek dan rumah sakit siap2 nampung biker kejeblos lubang Sedih


RE: Pembatasan Angkutan barang jalan raya dan dialihkan ke KA Barang - bagus70 - 11-07-2010

Sebagai gambaran, alasan kenapa di tahun 1970an dan 1980an banyak angkutan yang tadinya diangkut KA beralih ke jalan raya, berdasaran informasi yang saya dapat alasannya:

1. Harga yang tidak kompetitif.
Jadi di masa-masa itu, pihak PNKA dan PJKA tidak tanggap dengan kompetisi dari angkutan jalan raya yang mempunyai tarif lebih murah, serta lebih cepat.
Para pejabat KA masih bersikeras dengan harganya yang mahal, serta waktu tempuh yang lama, dan tak berusaha untuk membereskan inefisiensi yang ada.

2. Kebijakan mengejar "bulk freight".
Di tahun 1980an, mulai diperkenalkan angkutan peti kemas lewat KA. Melihat peluang bisnis, dimana angkutan peti kemas bisa menghasilkan keuntungan lebih besar daripada "mixed freight" yang umumnya ada di era-era sebelum itu, PJKA kemudian mulai menghapus angkutan KA barang campuran (yang umumnya menggunakan GW, GR, dan terkadang GGW).
Akibatnya angkutan pupuk, semen, dan angkutan-angkutan yang umumnya dibawa KA barang campuran mulai beralih ke jalan raya.

Tapi di sisi lain, PJKA (dan kemudian Perumka) tekor dalam menyediakan layanan bagi mereka yang ingin menggunakan jasa peti kemas KA merasa direpotkan dengan beberapa ketidak praktisan. Contoh yang paling terkenal adalah peniadaan akses jalur KA di pelabuhan Tanjung Priok, sehingga peti kemas harus diturunkan di Pasoso, sebelum diangkut ke kapal.
Belum juga terminal peti kemas di Rambipuji, Solo Jebres, serta Cibungur, yang lokasinya terlampau jauh untuk diakses dengan murah oleh industri berat.

Semua itu yang menyebabkan banyak angkutan barang beralih ke jalan raya.

Jadi kalau PT KA ingin menyukseskan program pemindahan angkutan barang dari jalan raya ke KA:
1. Agar angkutan logistik dari industri ke KA dan kemudian ke tujuan DIPERMUDAH.
2. Angkutan barang campuran diadakan lagi.
3. Stasiun-stasiun mempunyai failitan pemunggahan barang yang memadai.
4. Kecepatan transportasi barang ditingkatkan.
5. Akses ke pelabuhan bagi KA.


RE: Pembatasan Angkutan barang jalan raya dan dialihkan ke KA Barang - rayka - 14-07-2010

menelaah dari keaadaan di DAOP IX yang untuk pengembangannya tidak begitu banyak butuh perbaikan di wilayah timur adalah di daerah pelabuhan tanjung wangi, atau baloon loop arah pelabuhan meneng, karena jalur ini masih terdapat rel yang udah lebih besardari R33 namun bukan R54, bantalan2 sisa pun sudah beton....


jadi apabila jalur ke pelabuhan diaktifkan, maka gudang2 yang akan aktif adalah gudang bongkar muat semen(bosowa), pupuk (pusri), kontainer (jakarta LLOYD)

kebutuhan loko , 1 buah untuk langsiran


RE: Pembatasan Angkutan barang jalan raya dan dialihkan ke KA Barang - bagus70 - 14-07-2010

Saya cuman berharap semoga teori yang saya ajukan bisa berlaku di sini, atau dimanapun.

Tapi kalau urusan pelabuhan, rasanya di Jawa Timur pelabuhan untuk angkutan barang tetaplah Tanjung Perak dan Gresik. Jadi angkutan barang mestinya diarahkan kepada pengembangan pelabuhan-pelabuhan kering (dry port) di daerah DAOP IX untuk diangkut ke kedua pelabuhan ini.....eh sorry, maksud saya yang ke Perak.

Apalagi beberapa produk bumi di daerah DAOP IX ada yang sudah mendunia, seperti kopi (di bahasa Inggris Amerika, istilah "a cup of Java" berarti "secangkir kopi" karena secara tradisionil salah satu varian biji kopi terkenal di Amerika berasal dari Jember); tembakau; serta gula.

Kalau angkutan-angkutan itu dilewatkan ke jalan raya:
1. Apa jalan makin rusak.
2. Berapa jumlah manusia (sopir truk) yang harus dibayar?
3. Kalau kena macet dan "macet" (pemalakan) bagaimana?


RE: Pembatasan Angkutan barang jalan raya dan dialihkan ke KA Barang - JaY - 14-07-2010

Perasaan kalau jalan rusak, orang-orang sih cuek saja, malahan tiap hari, jalan rusak itu diterjang juga. Ya orang-orang sih pikirnya "bodo amat" yang penting lewat dan nyampe.
Sama kayak macet, bilangnya tiap hari macet, pusing, telat, cape dech. Tapi orang-orang malah menikmatinya.


RE: Pembatasan Angkutan barang jalan raya dan dialihkan ke KA Barang - jadrians - 14-07-2010

Menteri PU lagi kebakaran jenggot Jalur Pantura rusak parah...padahal lebaran kurang dari 2 bulan lagi....


RE: Pembatasan Angkutan barang jalan raya dan dialihkan ke KA Barang - rayka - 14-07-2010

kereta api solusi yang solutif