![]() |
|
Kesetaraan Anggaran. PT KA..? - Printable Version +- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com) +-- Forum: Peron (https://www.semboyan35.com/forum-4.html) +--- Forum: PPKA (https://www.semboyan35.com/forum-12.html) +--- Thread: Kesetaraan Anggaran. PT KA..? (/thread-5342.html) Pages:
1
2
|
Kesetaraan Anggaran. PT KA..? - nikmuracell - 08-02-2011 JAKARTA--MICOM: Kecelakaan kereta api yang terus berulang menunjukkan bahwa modal transportasi ini tidak pernah menjadi perhatian serius pemerintah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mencatat, hingga 2010 kekurangan (backlog) dana pemeliharaan sarana dan prasarana perkeretaapian yang harus dipenuhi pemerintah sesuai amanat Pasal 214 UU Nomor 23 tahun 2007 telah mencapai Rp17,47 triliun. Dana sebesar itu diperlukan di antaranya untuk memperbaiki sinyal telekomunikasi dan listrik aliran atas seperti penggantian radio komunikasi di stasiun dan lokomotif, penggantian sinyal elektrik dan mekanik, penyempurnaan pintu perlintasan, maupun melanjurkan program standarisasi bogie kereta dan gerbong sebagai upaya pemeliharaan sarana dan prasarana perkeretaapian untuk memenuhi standar keselamatan transportasi. Ketua Forum Transportasi Perkeretaapiaan MTI Djoko Setijowarno menilai, kecelakaan KA yang beberapa kali terjadi selama kurun waktu empat bulan terakhir dapat dihindari jika seluruh pemangku kepentingan terkait memberikan perhatian serius dan melakukan langkah nyata untuk menjamin keselamatan transportasi. "Padahal sesuai amanat Undang-undang Perkeretaapian Pasal 13 ayat 3, pemerintah wajib memberikan pembinaan perkeretaapian yang bertujuan untuk memperlancar perpindahan orang atau barang secara massal dengan selamat, aman, nyaman, cepat, tepat, tertib, dan teratur secara efisien," ujarnya dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (4/2). Ketidakseriusan pemerintah terhadap perkeretaapian terlihat dari timpangnya anggaran untuk perbaikan infrastruktur transportasi kereta api jika dibandingkan dengan anggaran pemeliharaan jalan dan jembatan. Tahun lalu, Ditjen Perkeretaapian hanya mendapat anggaran sebesar Rp4 triliun untuk membenahi sarana dan prasarana moda transportasi itu, sementara itu Direktorat Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendapatkan anggaran sebesar Rp16,7 triliun. Padahal, dengan kepadatan Pulau Jawa dan Sumatra, masa depan angkutan barang maupun penumpang terletak pada moda transportasi massal ini. Besarnya dana penundaan pemeliharaan menunjukkan bahwa kecelakaan beruntun tidak juga menggerakkan pemerintah untuk melakukan aksi nyata membenahi bobroknya sistem perkeretaapian Indonesia. Djoko menegaskan,apabila pemerintah ingin sungguh-sungguh memperbaiki kondisi perkeretaapian, maka caranya adalah dengan menolong PT Kereta Api Indonesia (PT. Kereta Api Indonesia (Persero)) sebagai satu-satunya perusahaan kereta api di negara ini "Pemerintah harus mengalokasikan dan merealisasikan anggaran yang memadai untuk meningkatkan keselamatan transportasi kereta api melalui dana PSO (Public Sevice Obligation) dan IMO (Infrastructure and Maintenance Operation) yang memadai. Backlog dana sebesar Rp17,47 triliun menunjukkan kurang memadainya dana PSO dan IMO dari pemerintah. Ini sangat berpengaruh pada tingkat keselamatan transportasi KA," tukasnya. Ia mencontohkan, pada 2010 dana PSO yang diajukan mencapai Rp670 miliar, tetapi yang dikucurkan hanya Rp535 miliar. Sedangkan untuk 2011, anggaran yang diajukan sebesar Rp735[/b] miliar, tetapi yang disetujui [b]hanya Rp594 miliar. Sementara itu,tahun ini anggaran pemeliharaan jalan dan jembatan dinaikkan dari Rp16,7 triliun menjadi sekitar Rp29,8 triliun. Bener gak ya...? ... Apa cuma retorika diatas kertas...? yg mentok2-nya cuma cari "Black goat" lagi... ahh Lupain berpikirlah postitip dan sealu pantau berita2 Dilema KA RE: Kesetaraan Anggaran. PT KA..? - g10d - 08-02-2011 Kenapa ya kok pemerintah selalu menganaktirikan perkereta apian di Indonesia? RE: Kesetaraan Anggaran. PT KA..? - pardjono - 08-02-2011 (08-02-2011, 08:16 AM)g10d Wrote: Kenapa ya kok pemerintah selalu menganaktirikan perkereta apian di Indonesia?Karena ada 'anak kandung'. ![]() RE: Kesetaraan Anggaran. PT KA..? - poernama - 08-02-2011 (08-02-2011, 08:16 AM)g10d Wrote: Kenapa ya kok pemerintah selalu menganaktirikan perkereta apian di Indonesia? ya...benerr om...mana pakek dibilang moda transportasi pelengkap pula....wahh..wahhh...
RE: Kesetaraan Anggaran. PT KA..? - kemal reza - 08-02-2011 wah kacau cuma dapat 4 trilyun, udah dananya sedikit, hampir 80% fasilitas dan sarana KA harus semua dibenahi.. RE: Kesetaraan Anggaran. PT KA..? - Mr Gregorius - 08-02-2011 inilah sebuah ironi yang harus saksikan secara seksama... padahal di negara maju alat transportasi massal ini sangat di unggulkan tp di negara kita ??? RE: Kesetaraan Anggaran. PT KA..? - CC 203 20 - 08-02-2011 (08-02-2011, 08:16 AM)g10d Wrote: Kenapa ya kok pemerintah selalu menganaktirikan perkereta apian di Indonesia? Pemerintah tau'a cm jalan raya n jalan tol doank om,, pola pikir mereka masih KAMPUNGAN RE: Kesetaraan Anggaran. PT KA..? - ahmadi - 11-02-2011 Pemerintah masih memilih Jalan Raya sebagai basis mobilisasi, bisa dilihat dari anggaran untuk Bina Marga (yang mengelola jalan negara) jauh lebih besar dari pada Perkeretaapian. Belum lagi anggaran untuk DirJen Jalan Bebas Hambatan. Kalau dilihat fakta dilapangan berapa persen sih laju pertumbuhan jalan negara? Saya yakin anggaran membangkak hanya untuk perbaikan jalan, bukan untuk membangun jalan. Apa pemerintah lupa beberapa tahun kedepan Ibu Kota bakal macet total? konon katanya macetnya sampai ke jalan lingkungan. Mungkin para pejabat harus kena macet total dulu baru sadar akan pentingnya mass tranport.
Sebenarnya kenapa kendaraan pribadi (khususnya roda 2) sekarang menjamur, karena tidak ada solusi dari pemerintah bagaimana mobilisasi warganya. Akhirnya keluarlah solusi individu, dengan jalan beli kendaraan roda 2. Coba kita bandingkan, misalkan ada 250 orang penglaju,1 orang bawa 1 motor, berapa space dijalan raya yang meter diperlukan? Asumsi 1 gerbong KRL bisa menampung 250 orang X 8 gerbong = 2000 orang = 2000 motor hilang dari jalan raya per trip KRL. Belum lagi energi (biaya) yang dikeluarkan per kilometer per orang kendaraan roda 2, jauh lebih mahal dibanding per kilometer per orang penumpang KRL.
Mau sampai kapan pemerintah menutup mata terhadap moda transportasi massal?
RE: Kesetaraan Anggaran. PT KA..? - tomrys - 11-02-2011 kenapa KA selalu di 'anak tirikan'? mungkin soal pendapatan yang masuk ke negara IMHO Menaikkan Tarif yang dikenakan (baik melalui Pajak,Tiket dsb) ke Masyarakat untuk Jalan Raya LEBIH MUDAH dibandingkan Menaikkan Tarif yang dikenakan ke Masyarakat untuk Kereta Api. so pasti,TAMBANG DUIT akan selalu dijaga kelestarian nya.. CMIIW RE: Kesetaraan Anggaran. PT KA..? - Bangunkarta - 11-02-2011 maaf sekedr meluruskan.... disini terdapat pandangan miring terkait pembandingan anggaran untuk perkeretaapian dengan sarana transportasi lain.... saya cuman berusaha memberikan paandangan yang netral aja ya... kita semua tahu kan, kalo memang anggaran APBN kita sebesar kurang lebih 1000T memang dibagi2 ke semua mata anggaran, dan mata anggaran dalam DIPA sebuah anggaran berjalan memang akan dibuat berdasarkan dalam sebuah matrikulasi yang mempertimbangkan semua kebutuhan yang dibuat dalam skala prioritas, yang dibuat dalam sebuah rapat besar tentang APBN tahun anggaran yang diselenggarakan oleh Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan.... memang apabila dipikir-pikir, semua juga mendapatkan anggaran minimalis untuk bergerak secara maksimal..mengingat selain jumlah anggaran terbatas untuk begitu banyak satker di Indonesia, mohon jangan dilupakan, Indonesia setiap tahunnya harus melakukan cicilan untuk hutang di masa lalu.... OK lah, kita spesifikkan aja dengan tidak usah secara panjang lebar membahas persolan DIPA, PAGU, POK dsb dalam mata anggaran APBN kita apabila kita membandingkan anggaran Ditjen KA dengan anggaran Bina Marga (PU) misalnya, akan terlihat perbedaan yang sangat mencolok... namun coba kita analisis, berapa KM panjang jalan negara yang membentang di seluruh kepulaiuan dalam wilayah RI dari sabang s/d Merauke atau dari Morotai s/d Timor? sebagian bsar jalan itu adalah jalan negara, yang harus dibiayai berdasarkan APBN.... dan kondisi jalan serta kondisi geografis Indonesia dengan tanah yang labil, rawan gempa.... akan sangat besar anggaran pemeliharaan jalan negara di seluruh wilayah nusantara..... memang KA adalah infrastruktur massal yang mempunyai banyak keunggulan dibanding jalan raya, akan tetapi...kondisi saat ini, jalan raya lah yang memegang peranan pertumbuhan dan moblitas perekonomian di seluruh wilayah RI, apalagi di sebagian besar wilayah RI belum memiliki jalur KA.... untuk saat ini, kondisinya memang sperti itu, harapan besar kita juga di masa yg akan datang, akan diadakan pembangunan dan revitalisasi sarana KA di seluruh Indonesia.... sedangkan apabila kita membandingkan dengan anggaran untuk sarana transportasi laut dan udara....jelas anggaran yang dialokasikan untuk KA akan sangat berbeda dengan dua moda tersebut....mohon diingat, Indonesia adalah negara kepulauan dan dengan potensi terbesar yang belum tersentuh kebanyakanan adalah di wilayah pulau2 selain jawa dan sumatera, terlebih pulau-pulau kecil... untuk mengintegrasikan keseluruhan wilayah NKRI yang begitu luas, tentu saja...moda transportasi yang menjadi pilihan terbaik adalah moda transportasi laut dan pesawat udara...yang selanjutnya dari pelabuhan/bandara diintegrasikan ke wilayah2 pulau tersebut menggunakan infrastruktur jalan raya... selain itu, pembukaan bandara udara yang dapat didarati oleh penerbangan komersil, akan membuat perekonomian suatu wilayah akan sangat menggeliat dan bangkit dengan cepat... selain itu dengan pembukaan jalur laut, akan membuat pengiriman raw material semakin efisien.... jadi mohon dimaklumi apabila saat ini concern pembangunan kita adalah penyatuan perekonomian di seluruh wilayah NKRI dan mengurangi gap antara jawa dengan wilayah lain di seluruh NKRI, demi keutuhan persatuan bangsa dan pmerataan kesejahteran seluruh masyarakat Indonesia.... jadi, mohon agar teman2 bisa berfikir secara holistik dengan tidak hanya memandang berdasarkan besaran angka...tentu kita semua juga ingin agar semua moda transportasi di negeri ini maju.... dan dalam hal ini tidak ada yang di anak tirikan... semua kembali pada keterbatasan anggaran dan skala prioritas serta proyeksi pembangunan seluruh wilayah NKRI secara merata dan berkadilan Nb: maaf saya bukan orang Humas Kemenkeu atau anak Ditjen Anggaran, atau apapun yg bersentuhan langsung dengan pembuatan rancangan APBN...saya cuman sebagai warga negara pengen meluruskan opini-opini yang berkembang aja With my best Regards, Akbar....Laskar Bangunkarta |