(07-12-2009, 11:10 PM)BAMBANG EKO Wrote: Setiap Km butuh milyaran rupiah , mana mampu pemda turut campur , lha wong pemda juga menjadi pemicu tutupnya jalur KA.
kalau PEMDA mending benerin jalanraya dari pada benerin rel, balik modalnya cepet cing beda ama KA butuh bertahun-tahun..
08-12-2009, 12:10 PM (This post was last modified: 08-12-2009, 12:53 PM by coret.)
(08-12-2009, 07:16 AM)asep_0907 Wrote:
(07-12-2009, 11:10 PM)BAMBANG EKO Wrote: Setiap Km butuh milyaran rupiah , mana mampu pemda turut campur , lha wong pemda juga menjadi pemicu tutupnya jalur KA.
kalau PEMDA mending benerin jalanraya dari pada benerin rel, balik modalnya cepet cing beda ama KA butuh bertahun-tahun..
bener..Om lagian punglinya kan lebih banyak dan lebih gede..daripada ngaktifin jalur yang udah mati mending timbun aja jadi pertokoan.dan perkantoran kan langsung dapat uang...huhhhhh pelanggaran....
contohnya jalur Pwdd_Blora..belokan yang akan menuju alun alun kota Pwdd dari arah tasiun kan udah dipake untuk pertokoan... apalagi tasiunnya....padahal tasiun ini dulu termasuk tasiun yang besar dari segi bangunan hingga ada beberapa jalur di tasiun ini...ahh masa lalu.....lagi
maaf jadi emosi kalo bicara jalur mati yang terdzolimi......
Tahun 1977 ane misih ngrasain naik KA Penumpang Smc-Blora via Demak-Purwodadi , sensasinya woo , 99,99 % kondisi jalur KA berdampingan dengan jalan raya antar kota , tapi mesti aja KA selalu kalah cepat , lha wong sepeda aja bisa nyusul ko . D 301 bawa 2 Gerbong CR + 3 Gerbong barang ( GW ). Jarak Semarang-Purwodadi 64 km ditempuh 3 jam lebih.
08-12-2009, 06:20 PM (This post was last modified: 08-12-2009, 06:48 PM by eling.)
Jembatan KA yang melintang di atas Kali Lusi Purwodadi kini nasibnya merana , ompong dan renta.
Stasiun ngrombo yg lama menggantikan Stasiun KA Purwodadi yang terletak disebelah selatan kota Purwodadi berjarak sekitar 6 km.
08-12-2009, 08:00 PM (This post was last modified: 09-12-2009, 08:06 AM by eling.)
Lokomotip DH seri D 301 menjadi primadona KA penumpang campuran lintas Semarang-Purwodadi-Blora sekitar th 1977 hingga jalur ini mati akibat rel terkena banjit th 1980 an
Maaf ,Pinjem fotonya ya bos
Seorang RF yang lagi mblusukan sorang diri menyaksikan jalur rel KA Purwodadi-Ngrombo yang tertutup jalan Aspal di Purwodadi
(08-12-2009, 08:00 PM)BAMBANG EKO Wrote: Lokomotip DH seri D 301 menjadi primadona KA penumpang campuran lintas Semarang-Purwodadi-Blora sekitar th 1977 hingga jalur ini mati akibat rel terkena banjit th 1980 an
Maaf ,Pinjem fotonya ya bos
Seorang RF yang lagi mblusukan sorang diri menyaksikan jalur rel KA Purwodadi-Ngrombo yang tertutup jalan Aspal di Purwodadi
Masak cuman kena banjir bisa tutup ya kang jelas2 gak isa menghargai kereta api
Iseng2 matematika.
Panjang jalur Blora-Pwddi-Dmk=Smg kira2 128 Km , Jumlah masalah yg terjadi hanya sekitar 200 m karena tergerus banjir , tapi mang sudah merugi klo diitung dari pendapatan , Konsumsi Solar 1,5 liter/km x 128 kira2 200 liter , Rangkaian yg di bawa 2 CR 3 GR okupansi 40% dari 200 seat = 80 orang. tarip Rp 500,- ( saat itu ) harga solar/liter Rp 200.-
Jumlah biaya Solar Rp 200 x 200 = Rp 40.000.- Pendapatan Rp 500 x 80 = Rp 40,000,- biaya lain2 , yah memang sudh rugi kok Cak.
(08-12-2009, 08:00 PM)BAMBANG EKO Wrote: Lokomotip DH seri D 301 menjadi primadona KA penumpang campuran lintas Semarang-Purwodadi-Blora sekitar th 1977 hingga jalur ini mati akibat rel terkena banjit th 1980 an
Maaf ,Pinjem fotonya ya bos
Seorang RF yang lagi mblusukan sorang diri menyaksikan jalur rel KA Purwodadi-Ngrombo yang tertutup jalan Aspal di Purwodadi
Masak cuman kena banjir bisa tutup ya kang jelas2 gak isa menghargai kereta api
waktu itu banjir kecil opo banjir bandang? bukankah lok DH bisa ngelewatin banjir?