(08-05-2010, 07:04 PM)stoker Wrote: Kl gw pgn kreta jurusan Tg-Yk cz slm ni hanya dilayani CAJ CITRA ADI LANCAR..
Wah setuju banget tuch. Relasi Tg - Yk bisa mengkover penumpang Slawi, ppk, BMA, PWT, KYA yang mau ke Jogja. Apalagi udah ada DT sampai PWT - Patuguran. Selain itu buat mengoptimalkan jalur PPK - TG.Tg - Yk pakai K1 dan K2.Pasti lebih cepet daripada naik bis Tg - YK.Supaya bener2 cepet mungkin berangkat Tg pagi jam 06:30 sampai YK siang.Jadi gak banyak silangan.
(08-05-2010, 07:56 PM)argo sindoro Wrote: usul lagi
Rajawali berjalan 2X SMT-SBI PP
1000% setuju !!!!
biar kyak sancaka,,masa ga ada satupun KA jurusan sby-smt pagi hari,,
usul juga K-3 untuk koridor ini,,slama ini yg mau ke smg ke sby dan sebaliknya harus naik KA jurusan sby-jkt,,akibatnya, ga smua jam2 dan pnumpang di koridor ini terjaring..
Ya apapun itu saya salah satu orang yang paling gembira dengan adanya KA baru dengan tujuan kemanapun dan dari arah manapun, saya akan senang bila ada KA baru yang akan beroperasi.
SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN
Mudah2 an usulan rekan2 semua ini didengar sama PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan ditindaklanjuti...
btw, saya sendiri masih terus mimpi suatu saat Parahyangan bisa hidup kembali dan menjadi KA Komuter JAKK - BD dengan kondisi:
1. Double Double track JNG - CKR sudah jadi (karena segmen ini nyatanya selalu jadi bottle neck
2. Perbaikan jalur PWK - PDL, termasuk kalau bisa membangun double track untuk ruas2 yang saat ini masih single. Memang sangat berat dan mahal kalau harus semuanya jalur ganda, tapi menurut saya ada beberapa yang masih memungkinkan, misalnya seperti Cisomang - Cikadongdong - Rendeh - Maswati - sesaat sebelum masuk terowongan Sasaksaat.
3. Rangkaian pakai KRDE, tentunya yang sudah didesain untuk bisa melibas jalur berat PWK - PDL. Rangkaian cukup kelas Bisnis AC (K2 Plus dgn recleaning seat, tidak perlu eksekutif). Salah satu keuntungannya bisa sampai ke JAKK tanpa harus putar lok.
4. Terapkan karcis terusan utk penumpang yg turun di BKS, JNG, GMR dan JAKK supaya mereka bisa lanjut pakai komuter Jabodetabek (Ekonomi AC dan Ekspres AC) tanpa beli tiket lagi.
5. Jika memungkinkan, ada beberapa jam keberangkatan yang bisa langsung ke Tangerang, Serpong atau bahkan Merak.
10-05-2010, 08:47 PM (This post was last modified: 10-05-2010, 08:48 PM by Adolph.)
ane sndiri sih ga terlalu tau coz ga prnah naik KA ini,,tapi mengingat ga ada pilihan bagi orang sby yg mau ke smg di pagi hari, dan yg dari smg ke sby di sing hari
akbatnya segmen pasar rajawali dan juga pilihan penumpang ya terbatas..
akibatnya yg akan ke smg pagi hari n ke smg di siang hari mau g mau harus naik moda lainnya..
ini sma saja peluang yg blum dmanfaatkan