Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Wonogiri
Meskipun ada railbus, eksotisnya feeder tak akan tergantikan, beliau benar-benar klasik, murah, merakyat, semoga masyarakat tetap merindukan, sehingga PT. KAI tidak akan mematikan hidupnya. Bisa jadi andalan wisata kedua apabila dipertahankan, selain Jaladara. Lok-nya sayang, pada uzur,mungkin salah satu hambatannya, segera cari solusinya PT.KAI agar dia tetap eksis, popularitasnya juga semakin berkurang, ketika engkau menghilangkan keberadaannya dari Baturetno. Jangan matikan!
Reply
waduuh udah di hapus ya, pernah naik di thn 2009, tapi gak punya dokumentasi foto pribadi....
Sad

Reply
Quote:9 Palang KA Bakal Diperbaiki
Senin, 01/08/2011 00:19 WIB - Muhammad Ismail

SUKOHARJO—Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Dishubinfokom) Sukoharjo akan memperbaiki sembilan palang perlintasan Kereta Api (KA). Hal tersebut dilakukan setelah dioperasikannya transportasi massal railbus yang bakal melintasi diwilayah Sukoharjo.

Kepala Dishubinfokom Bambang Sutrisno mengatakan adanya proyek railbus harus ada antisipasi yang perlu dilakukan. Antisipasi tersebut salah satunya mengenai persoalan palang KA di jalur yang dilintasi railbus.

Menurut Bambang, di Sukoharjo ada sembilan palang KA yang sampai saat ini belum memiliki palang pintu sebagaimana standar keamanan. Oleh karena itu dengan dioperasikannya transportasi massal railbus jalur Solo-Sukoharjo dan Wonogiri sembilan palang KA harus segera diperbaiki. Karena jika tidak bisa membahayakan keselamatan pengguna jalan dan railbus tidak bisa melaju dengan cepat. “Proyek railbus sudah diresmikan dan sembilan titik yang saat ini belum memiliki palang pintu harus segera dilakukan perbaikan,” ujar Bambang saat ditemui di DPRD Sukoharjo, Sabtu (30/7).

Dikatakan Bambang, sembilan titik pintu tersebut rencananya akan dilakukan perbaikkan secara bertahap yakni empat titi akan dilakukan perbaikkan pada tahun ini dan lima titik lagi akan dilakukan pada tahun 2012. “Kesemua titik tersebut nantinya juga akan diberikan masing-masing satu petugas keamanan penjaga palang pintu,” jelasnya.
Bambang berharap jadwal keberangkatan dan penentuan tarif tiket. “Kalau bisa railbus memiliki jadwal perjalanan setiap hari seperti Prameks Solo-Jogja,” katanya.


akan lebih bermanfaat, maksimal kalau KA Feeder dioperasikan kembali. syukur2 sebelum arus mudik Lebaran 2011 ini.
.
Reply
belum nyoba udah hapus aja.....
tapi kemarin lihat di harian jogja... railbus bakal sambung wonogiri. tapi jembatan sekitar situ masih ada ug perlu di perbaiki.... bener yah...???

[Image: oldpatent_1937525c.jpg]
Hasil penemuan Mbah Richard Trevithick yang terus berkembang...
Reply
(02-08-2011, 12:33 PM)UIZ-SenjutKade Wrote: belum nyoba udah hapus aja.....
tapi kemarin lihat di harian jogja... railbus bakal sambung wonogiri. tapi jembatan sekitar situ masih ada ug perlu di perbaiki.... bener yah...???

masih banyak yg perlu diperbaiki.. soalnya axle loadnya belum cukup untuk railbus
Reply
Desember 2010 lalu, saya naik KA feeder Wonogiri ini. Karakter dan suasana di sekitar jalur selepas Sukoharjo menuju Wonogiri mengingatkan saya pada jalur KA Kiama-Wollongong di Australia. Sementara Stasiun Wonogiri sendiri mengingatkan saya pada Stasiun Belgrave di dekat Melbourne Australia yang merupakan salah satu stasiun ujung. Tetapi yang paling unik dari jalur Solo-Wonogiri adalah keberadaan halte-haltenya yang masih model lama dan mirip gardu jaga di desa-desa. Saya jadi membayangkan bagaimana wujud halte-halte pada rute-rute trem jaman dulu di berbagai kota di Jawa. Dengan kata lain, saya mendapat satu referensi tentang wujud halte kuno setelah naik feeder ini. Namun belum sempat memotret halte-halte tersebut karena keterbatasan waktu.

Moga-moga halte tersebut tidak dibongkar sehingga bisa menjadi referensi bagi studi sejarah transportasi di Indonesia. Sangat disayangkan jika pengoperasian feeder ini dihentikan. Mestinya PT KA perlu melakukan suatu inovasi bekerjasama dengan Pemda setempat guna mengembangkan angkutan feeder Wonogiri ini sebagai angkutan wisata. Pertanyaannya, apakah Daop VI belum bisa melihat potensi wisata KA Feeder ini?

Salam Spoor,
Reply
(02-08-2011, 01:28 PM)Toto Wrote: ...Pertanyaannya, apakah Daop VI belum bisa melihat potensi wisata KA Feeder ini?...

Salam Spoor,

kalau melihat potensi, sepertinya sudah mas toto. buktinya ada railbus baru untuk koridor ini untuk menggantikan feeder.

cuma ya itu, mbayare ...


[Image: wanipiro.jpg&action=rotate]

wani piro? 30 ribu? Ngakak
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
Quote:29 Juli 2011 | 14:26 wib
Berita Aktual » Daerah
Nasib KA Feeder Menunggu Kepastian Railbus

Solo, CyberNews. Nasib kereta api (KA) Feeder jurusan Solo-Wonogiri belum ditentukan. Apakah KA tersebut akan dikandangkan atau tetap dioperasikan, hingga kini masih menjadi tanda tanya.

Hingga kini, PT KA Daop VI Yogyakarta, selaku pengelola kereta di wilayah Yogyakarta dan Solo Raya, belum memberi kepastian mengenai moda transportasi massal itu. "Belum ada kepastian, apa tetap dioperasikan atau tidak," kata Humas PT KA Daop VI Eko Budiyanto, Jumat (29/7).

Menurut dia, KA Feeder tersebut sebenarnya sangat membantu masyarakat Wonogiri yang hendak bepergian menggunakan jasa kereta api ke luar daerah. Feeder merupakan kereta pengumpan dari Kota Gaplek menuju Stasiun Purwosari, Solo yang selama ini menjadi primadona.

"Kami masih menunggu pola railbus dulu. Berapa kali railbus berjalan. Setelah itu, nasib Feeder isa dipastikan," ungkap pria berperawakan kecil ini.

Sejak dua bulan yang lalu, kereta dengan dua gerbong tersebut sudah tak terlihat beroperasi. Menurut Eko, KA Feeder memang sedang diistirahatkan untuk sementara. "Sedang tidak dijalankan. Tapi, kondisinya masih memungkinkan untuk tetap dijalankan," terangnya.

Dia mengemukakan, tarif kereta jarak dekat itu tidak mahal. Tiket yang dijual untuk masyarakat umum hanya Rp 3.000 sekali perjalanan. Menurutnya, PT KA berani mematok harga senilai itu karena pengoperasian kereta tersebut mendapat subsidi dari pemerintah.

"Tarifnya memang murah, karena mendapat subsidi. Kalau railbus bisa mendapat subsidi, tarifnya juga bisa seperti Feeder," ungkapnya.

Lebih lanjut, Eko menuturkan bahwa Solo-Wonogiri merupakan jalur gemuk yang dapat dimanfaatkan untuk menggaet penumpang sebanyak-banyaknya, tak terkecuali bagi railbus Batara Kresna.

( Arif M Iqbal / CN33 / JBSM )

Kalau Arus Mudik-Balik Lebaran ini coba kalau KA Feeder dioperasikan bawa BB300, 3 K3 Big Grin
.
Reply
(02-08-2011, 09:39 PM)ady_mcady Wrote:
(02-08-2011, 01:28 PM)Toto Wrote: ...Pertanyaannya, apakah Daop VI belum bisa melihat potensi wisata KA Feeder ini?...

Salam Spoor,

kalau melihat potensi, sepertinya sudah mas toto. buktinya ada railbus baru untuk koridor ini untuk menggantikan feeder.

cuma ya itu, mbayare ...


[Image: wanipiro.jpg&action=rotate]

wani piro? 30 ribu? Ngakak

Iya 30 ribu.... Tapi bisa dijual buat wisata. Misalnya bagaimana menarik turis-turis asing agar mau naik feeder ini dengan didampingi guide yang bisa menjelaskan segala sesuatu yang bisa terlihat selama perjalanan. Saya kira yang beginian belum dilakukan oleh Pemda dan KAI setempat. Misalnya, ketika dari jendela terlihat seorang petani membawa celurit, sang guide bisa menjelaskan apa itu celurit dan bagaimana dibuat hehehehePlayboy
Kadang guiding turis memang perlu cerita hal-hal sepele buat kita tetapi sangat menarik buat turis.

Sekali lagi, hal semacam ini yang perlu menjadi bahan kajian untuk inovasi bisnis PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Jika hanya mengandalkan angkutan penumpang reguler ya jangan harap deh.

Jogja dan Solo selalu dikunjungi banyak turis sepanjang tahun. Tinggal bagaimana para pemangku kepentingan bisa memanfaatkan keberadaan para turis itu buat menghidupkan wisata Solo-Wonogiri melalui feeder ini.

Yah. Ini sekedar ide orang pinggiran. Moga-moga ada yang mendengar.

Salam Spoor,
Reply
Quote:
Lebaran, layanan KA tak sampai Wonogiri

Jumat, 19/8/2011 | Oleh Nadhiroh |


[Image: 19stasiun.jpg]
JIBI/SOLOPOS/Suharsih, LENGANG--Stasiun kereta api (KA) Wonogiri terlihat sepi dan lengang. Kondisi itu terjadi semenjak KA feeder tak beroperasi dan pelayanan penjualan tiket dihentikan. Foto diambil Jumat (19/8/2011).

Wonogiri (Solopos.com)–Pemudik dan warga Wonogiri yang biasa memanfaatkan jasa kereta api (KA) feeder saat Lebaran siap-siap kecewa karena kereta itu hampir pasti takkan dioperasikan.

Sementara railbus belum siap dioperasikan sampai ke Wonogiri lantaran jembatan rel di perbatasan Wonogiri-Sukoharjo dinilai belum cukup kuat.

Tak hanya itu, berdasarkan pengumuman yang ditempel di Stasiun KA Wonogiri, terhitung mulai 9 Agustus hingga 11 September, stasiun tersebut tidak dapat lagi melayani penjualan tiket KA ke semua jurusan.

Dengan demikian, warga Wonogiri yang ingin membeli tiket, KA ekonomi sekalipun, harus datang langsung ke stasiun terdekat yang melayani penjualan tiket online. Batas waktunya H-7 hingga H-1 sebelum hari keberangkatan.

Kepala Stasiun Wonogiri, Sarjiyana, saat ditemui wartawan di kantornya, Jumat (19/8/2011) mengungkapkan operasional KA feeder sudah dihentikan sejak pertengahan April 2011 lalu. Dia sendiri mengaku tidak tahu persis alasan dihentikannya operasional KA tersebut. Demikian pula saat ditanya apakah saat arus mudik dan arus balik Lebaran kereta akan dioperasikan.

“Sampai saat ini belum ada pemberitahuan dari atasan mengenai akan dioperasikan atau tidaknya KA feeder selama Lebaran. Kami sendiri juga bingung. Bahkan sekarang penjualan tiket juga kami sudah tidak melayani,” ujarnya seraya menunjuk pada papan pengumuman berisi pemberitahuan perihal penjualan tiket tersebut.

(shs)

"Sumber Berita"
solopos.com/2011/info-mudik/lebaran-layanan-ka-tak-sampai-wonogiri-112003

Wonogiri nasibmu kiniSedihBethe

.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)