02-12-2008, 10:38 AM
pinguin Wrote:Tak tambahin lagi, dari Jawa Pos
Jawa Pos Wrote:KA Pengangkut BBM Seruduk Sedan di Tanggulangin
Terseret 1 KM, Pengemudi Meninggal
SIDOARJO - Perlintasan kereta api tanpa palang pintu kembali menelan korban, kemarin (1/12). Sebuah kereta api pengangkut bahan bakar menghantam sedan di perlintasan Desa Boro, Tanggulangin. Saking kerasnya tabrakan, mobil terseret hingga 1 km.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.45. Saat itu, Syaifuddin Burhani, 35, yang mengemudikan Honda Ferio W 1802 AC hendak keluar dari perkampungan menuju jalan raya. Rupanya, warga Boro, Tanggulangin, itu tidak terlalu memperhatikan perlintasan kereta yang hendak dilewatinya.
Sejumlah saksi mata di tempat kejadian menuturkan, Syaifuddin langsung melintasi perlintasan itu tanpa ragu, seperti mobil yang melewati gundukan polisi tidur. Anehnya, saat berada di tengah perlintasan, mobil berwarna hijau itu terhenti. Pada saat bersamaan, kereta api BBM yang membawa sepuluh gerbong melaju dengan kecepatan tinggi arah Malang menuju Surabaya.
Seolah tanpa mengurangi kecepatan, Kereta berloko CC 20340 yang dikemudikan masinis Agus Wiyadi itu langsung menabrak mobil Syaifuddin dan menyeretnya hingga sekitar 1 km."Mobilnya lengket di depan kereta, " kata Kapolsek Tanggulangin AKP Samsul Hadi.
Kereta dan mobil terhenti di Desa Sumorame, Kecamatan Candi. Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian sempat kaget mendengar benturan yang diikuti suara berdecit sangat panjang. Mereka langsung berduyun-duyun mendatangi tempat berhentinya suara itu.
Puluhan warga berusaha memisahkan dan mengangkat mobil tersebut. Setelah terpisah, mobil diseret ke sebelah timur rel. Kereta pengangkut BBM kemudian melanjutkan perjalanan kembali. Rencananya, masinis kereta akan dimintai keterangan polisi hari ini.
Setelah meminggirkan mobil, warga berusaha mengeluarkan korban dari dalam mobil. Saat dikeluarkan, korban dalam keadaan sadar dan tubuhnya utuh. Kemudian, korban dibawa ke RSUD Sidoarjo menggunakan mobil pikap milik pengendara yang melintas.
Sesampainya di RSUD, korban langsung menerima perawatan serius dari tim dokter. Namun, luka yang cukup parah membuatnya tidak bisa bertahan. Kondisinya mengenaskan. Meski tubuhnya masih utuh, tangan kanannya mengalami patah tulang. Diperkirakan, dia juga mengalami luka bagian dalam karena mengeluarkan darah melalui mulut. Korban meninggal sekitar pukul 15.00.
Pantauan Jawa Pos kemarin, perlintasan yang memakan korban itu memang tidak dilengkapi palang pintu. Lokasinya berada di jalan kampung. Otoritas perkeretaapian menyebut perlintasan semacam itu dengan istilah sebidang. "Memang tidak ada palang pintu di perlintasan tersebut," kata Samsul Hadi.
Lebar perlintasan kereta tidak lebih dari dua meter. Untuk memberi tanda, hanya diletakkan beberapa besi sejajar di sekitar rel. Besi tersebut dicat biru dan putih. Selain memberi tanda dari besi, terkadang ada warga yang menjaga perlintasan secara bergantian.
Kecelakaan itu terjadi justru ketika tidak ada petugas sukarela orang yang berjaga di perlintasan itu rel tidak sedang bertugas. Kendaraan pun bebas lalu lalang tanpa ada yang mengatur saat melintasi rel tersebut. Termasuk mobil yang dikendarai Syaifudin.
Sementara itu, Humas Daops VIII PT Kereta Api (Persero) Sugeng Priyono mengaku mendapatkan laporan mengenai adanya tabrakan tersebut. Dia mengatakan, kereta tersebut berangkat dari Malang menuju Sidotopo, Surabaya. Di Bangil, kereta tersebut mendapat tambahan gerbong hingga berjumlah sepuluh. ''Semua gerbong kosong. Tak ada isinya,'' kata dia.(riq/nuq/aga/fat)
CC20340 buat ketelan?lok Gajayana yak?
biasanya sih kek gitu, lok C yang dipake dines ke arah timur, sering juga dikaryakan disanah, peresmian Maleks dulu aja pake lok C1 106
![[Image: saveourearth_01.png]](http://www.semboyan35.com/images/saveourearth_01.png)

lok Gajayana yak?