04-10-2010, 02:33 PM
(04-10-2010, 01:02 PM)Rezza Habibie Wrote:(04-10-2010, 12:39 PM)raditiya Wrote: Jadi SU SMT (ke timur) nunggu silang SK (ke barat) lewat dulu. Karena ke barat uda DT jadi SK ga berhenti buat nunggu ABA?
Nah setelah SK lewat jalur 2. Kemudian jalur 2 belum dipersiapkan kembali untuk lewatnya si ABA sehingga wesel masih mengarah ke jalur 3 dimana masih terdapat si SU?
Hmm diliat dari ilustrasi yg diberikan Mas/Mbak optibus prime. KA ABA ga anjlok karena ga masuk spoor belok.
Getaran yg dirasakan penumpang ABA karena kereta mengerem mendadak.
Bener ga?
Just my opinion
CMIIW
Mungkin seperti ini mas,KA 4 tahan sinyal karena PPKA Petarukan akan memasukkan KA 101,sedangkan KA 116 sudah duduk manis menunggu disilang dan disusul,monggo kita tunggu investigasi dari pihak yang berwenang saja
(04-10-2010, 12:55 PM)alin_masuk sepur 5 Wrote: bs djelaskan mungkin?? mengapa SU tdk dtruh d jalur 1 sj?
kalau itu wewenang PPKA mas mau ditaruh di spur berapa2 nya,yang jelas ada sinyal keluarnya untuk melanjutkan perjalanan
Saya ndak punya data menit per menit kejadian tsb.
Hanya secara logika, berdasarkan lay out jalur kereta di petarukan, untuk tidak menghambat SK, maka SU ditempatkan di jalur 3. Kalau di Jalur 1, berarti dari arah Tegal, akan dibelokkan di wesel menuju sepur 2 (yang akan dilewati SK), kemudian ke sepur 1. Berarti saat itu, SK harus ditahan di sinyal muka dari arah Semarang. Nanti bakal nambah lama jadwalnya.
Jadi pilihannya SU ditahan di jalur 3, bersilang dg SK yang langsung ke jalur 2. Sementara ABA ditahan di sinyal masuk jalur 3 (jalur lurus double track dr Tegal). Setelah SK lewat dg aman, wesel dirahkan ke jalur 2, kemudian setelah aman dan dapat sinyal hijau, ABA dar jalur utama doble track belok kiri masuk jalur 2 untuk menyusul SU yang sedang duduk manis di jalur 3.

