24-10-2010, 05:57 AM
(23-10-2010, 10:33 PM)Dana Komuter Wrote: Mau tanya, apakah di SLO terlebih juga sedikit OOT di Jebres ada atau mungkin banyak restoran yang buka 24 jam? Mengingat kedua stasiun ini jadi stasiun pertengahan bagi perjalanan dari keberangkatan awal di Bandung dan Jakarta ke tujuan akhir di Surabaya, Malang, Kediri, Jember dan Banyuwangi. Begitu pun sebaliknya. Bahkan termasuk juga awal dan akhir di kedua stasiun ini baik itu ke Jakarta, Bandung, Surabaya, dll dan sebaliknya.
Tapi umumnya kalau rangkaian KA yang singgah sekalipun itu tengah malem kayak Gayabaru Malam Selatan, Matarmaja, Bima dan masih banyak lagi tetap saja yang namanya singgah dibatasin yah waktunya. Gak mungkin misal dikasih jeda waktu 1/2 jam sekalipun para penumpang turun dulu ke restoran di sekitar stasiun Solo Balapan dan Jebres juga yah... Tapi apa emang ada yah yg buka 24 jam?
Trus mengomentarin soal peron2 tinggi koq aku sendiri agaknya enggak setuju yah? Sebab :
1. Perjalanan KA komuternya gak sepadat Jabodetabek.
2. Akan semakin sempit dan keramaian untuk ukuran Solo Balapan.
3. Kesan kolonialnya semakin luntur saja. Ada baiknya peninggiannya cuma beberapa cm aja. Kalau mau naik - turun kembali ke no. 1 karena gak terlalu padat jadinya nampaknya yang naik - turun KRD dalam hal ini Prameks, Banyu Biru dan Pandanwangi gak terlalu padat.
4. Dikuatirin mereka yang backpacker bisa nabrak - nabrak dan nyenggol para calon penumpang KA jarak menengah dan jauh di sekitarnya masing2 karena tas berat yang mereka (â€¢ï¸¡ç›Šï¸ â€¢) itu. Untungnya setau aku Solo bukan kota wisata yang sepadat Yogyakarta.
Semuanya antara no. 1 - 4 kalau salah tolong diralat yah...
hmmm, dibuat peron tinggi setau saya karena standar. supaya para difabel dapat naik KA dg mudah.... coba kalau peronnya rendah semua, para difabel kesulitan naik KA kan....

CMIIW

![[Image: mw3c5v.jpg]](http://i42.tinypic.com/mw3c5v.jpg)