17-08-2011, 08:38 PM
(17-08-2011, 05:44 PM)CC203 35 Wrote:(17-08-2011, 04:39 PM)dtRAiNeR Wrote:(17-08-2011, 03:23 PM)Gopar new image Wrote: ^^ pake sendal jepit gw banget
kalo misal dimunculin parahyangan fakultatif terus mau make rangkaian dari mana?
kan gerbong2 bisnis ex-parahyangan udah dipake malabar
Sebenarnya sih kalo aling-aling benar-benar dihapus sebenarnya bisa itu, secara berarti ada tambahan 3 K2 (1 K2 dari tiap rangkaian). Karena, dengan cuma menghapus aling-aling secara setengah-setengah, tetap saja dalam kenyataannya GoPar membawa 2 aling-aling, karena untuk memindahkan posisi aling-aling di GMR itu sangat susah...
Selain itu, aling-aling K2 yg ada di Malabar dan Lodaya jika dicabut bisa dikembalikan jadi K2 normal buat GoPar.
Juga pengubahan K2 menjadi B dari dipo kereta BD jika dihentikan (pasalnya terpantau sudah ada 1 K2 yg dalam proses diubah menjadi B)...
Semuanya dapat menambahkan jumlah K2 setidaknya hingga 4-6 gerbong, untuk digunakan di GoPar fakultatif (1 rangkaian saja, berarti 2 K2 tambahan) dan GoPar reguler (3 gerbong untuk 3 rangkaian reguler)...
Nggak segampang itu juga lagi.
Sabtu naik Argo Parahyangan aling-alingnya nggak ada kursinya.
Nah itu salah dari awalnya, kenapa langsung dicabut semua kursinya. Sekarang, di kereta lain, semua aling-aling itu masih ada kursinya... Tapi ada juga koq satu rangkaian GoPar yg aling-alingnya masih berkursi, nomor serinya K2 0 82 02...
Semoga, dengan adanya K2 yg di-PA (tetap K2, ga diubah jadi B), dikembalikan lagi kursi-kursinya, sehingga yg dulunya kosong gara-gara dijadikan aling-aling bisa berdinas sebagaimana seharusnya dengan adanya kursi...


