29-12-2012, 05:55 AM
Untung gw ga tinggal di daop I, jadi ga kena imbas kebijakan yg aneh2 ini.Cuman itu yg sangat disayangkan, odong2, langsam, ma kaleng ls di stasiun2 besar macem GMR, PSE, JNG, BKS, & bbrp stasiun2 kecil di Jabodetabek, makin mempersulit orang2 yg ingin bepergian ke Jabodetabek. Kalo cuman untuk memudahkan boarding pass di stasiun2 tsb. harusnya PT KA daop I/KCJ tu ambil contoh di daop VIII SB, dimana SGU yg notabene stasiun besar & sistem boarding passnya terkenal sangat rapi, teratur (bahkan mirip bandara, dimana PNP masuk peron berurutan berdasarkan jam keberangkatannya), tapi tetap memberhentikan KA lokal/komuter di situ, jadi penumpang yg mo nyambung lagi enak, tinggal beli tiket lokalan/komuter, trus tunggu keretanya masuk, baru berangkat lagi. Harusnya daop I bukan menyederhanakan pemberhentian lokalan/kalengannya, tapi gimana caranya mengubah mental masyarakat Jabodetabek yg maunya gratisan, ga mau bayar tiket, tinggal naik beres (maaf, ni bukan menyungging masy. Jabodetabek keseluruhan, tp cuman mereka2 yg maunya gratisan), kalo perlu kasih efek jera buat mereka yg ga kapok2
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya
FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya
FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
