11-03-2009, 02:18 PM
Agus Budhy Nugroho Wrote:stasiun Lebak Jero memang unik....
dengan di "gawangi" oleh 4 personil organik terbagi dalam 2 shift (shift pertama jam 05.00 wib pagi, KA Lodaya masuk dari timur hingga KA Serayu masuk, juga dari timur sekitar jam 13.00 wib.... shift ke dua adalah dari jam 13.00 wib hingga akhir KA Argo Wilis lewat dari arah barat sekitar jam 18.15 wib) setelah itu maka aktivitas stasiun Lebak Jero "LD" alias bebas tanpa layanan.
merupakan salah satu tertinggi yang bertengger dengan ketinggian 818 mdpl. tidak adanya sesuatu yang menunjukan nilai "komersial" seperti bangku penumpang atawa locket ticket yang "terbuka" atau warung/kios berjualan, ini semua karena stasiun Lebak Jero merupakan stasiun persilangan saja namun apa bila terpaksa harus "kedatangan tamu" alias bersilang maka prosesnya cukup "lelah" karena harus maju dan mundur. untuk KA yang berhenti hanya ada KA Mandra sesuai T100, selebihnya KA yang masuk stasiun Lebak Jero pasti "bablas"
untuk peralatannya, wuihhhh masih jaman mbiyen dari mulai wesel, peralatan layanan sinyal, rumah/bangunan stasiun bahkan sinyal-nya.
kontur alam yang indah karena diapit oleh gunung-gunung dan pebukitan, jembatan serta kondisi lintasan KA yang berkelok tajam, cocok bagi para "pemburu" KA dengan "senjata" tustel membidik dari segala "angle" khususnya yang pemula.
dari stasiun Lebak Jero ke arah barat (Nagrek) lebih berkesan "nanjak" dan sebaliknya bila ke arah timur (Leles) lebih terlihat menurun sehingga setiap KA yang melintas menuju timur maka pengereman sudah dimulai di stasiun Lebak Jero ini. stasiun ini juga dapat dikatakan "pertengahan" antara DaOp di P Jawa (menurut versi para RailFans...)
bicara akses atau jalan masuk/keluar stasiun Lebak Jero jangan dibayangkan seperti stasiun lainnya yang luas beraspal dengan tempat parkir megah... yang ada hanya jalan kecil bin licin dan hanya memuat satu motor dengan tanjakan curam bila menuju stasiun yang lalu langsung menghadapi lintasan utama.
itulah stasiun Lebak Jero....
harapannya agar stasiun ini dapat secara maksimal digunakan untuk pariwisata juga edukasi untuk kegiatan para railfans... mampu mempromosikan "segala isi" perkereta apian karena cukup lengkap infra struktur-nya bila dilihat dari keunikannya.
satu hal lagi, ucapan terima kasih atas kedatangan para komunitas Semboyan 35 dan permohonan maaf dari pimpinan KS Lebak Jero berserta staff disampaikan kepada kita semua, komunitas Semboyan 35, apabila penyambutan serta kondisi dari penerimaan dirasa sangat kurang berkenaan.
dan juga agar lebih "terasa" maka alangkah baiknya disisipkan pula "adegan" sosial-nya seperti, BakSos, pengecatan/kerja bakti lingkungan stasiun atawa apa saja...
mereka berharap, jangan ini yang terakhir kali... tapi tetaplah dijalin tali silaturahim meski hanya dengan doa yang teriring dimanapun kita berada dan bertugas......
buat bung Hed..... kami semua berharap bung Hed bisa gabung kalaw ada acara Sembuoyan 35 seperti ini, karena kalaw tidk datang kesannya serasa kurang.......
demikian informasi sederhana... mohon koreksi dan masukannya bila ada kekurangan.
salam
== Lok Bima Kunting ==
makasih untuk reportase dan infonya, om. juga atas semangatnya untuk sharing pengetahuan yang membuat peserta lainnya juga ikutan semangat untuk menambah pengetahuan tentang perkeretaapian.
semoga makin banyak yang diketahui, makin bisa mencintai kereta api indonesia, dan makin banyak yang bisa kita perbuat untuk kemajuannya.
![[Image: ABN1.jpg]](http://lh6.ggpht.com/_Al5nJB-lV0M/SbdjveDZWGI/AAAAAAAABMg/dpV2x9OsIqo/s800/ABN1.jpg)
![[Image: ABN2.jpg]](http://lh5.ggpht.com/_Al5nJB-lV0M/SbdjvTI44zI/AAAAAAAABMo/1wrfOlC_ULY/s800/ABN2.jpg)

