18-04-2009, 09:55 PM
Nambahin nih kang
BANDUNG, KOMPAS.com - Sebuah kereta kerja milik PT Kereta Api hari Sabtu (18/4), pukul 2.15 anjlok di Desa Waluya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Kereta bernomor CC 20395 terdiri dari satu gerbong lokomotif serta 3 gerbong pengangkut membawa lima orang pegawai.
Menurut keterangan yang dihimpun di lapangan, gerbong lokomotif terjun ke sawah yang berada 2 meter di bawah badan rel sedangkan gerbong yang lain melintang di badan rel. Dua dari lima pegawai bernama John Apriko dan Zamzam dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung dengan luka patah tulang akibat terjepit.
Humas PT KA Daerah Operasi II Bandung BAmbang Setio Prayitno menjelaskan, kereta kerja ini bertugas untuk memperbaiki badan rel yang tergerus karena hujan. Namun, pada kilometer 184, kereta tersebut anjlok. "Anjloknya kereta belum bisa diungkapkan karena masih diteliti," ujar Bambang.
Akibat kejadian ini, kereta Argo Wilis dan Pasundan dengan jurusan Bandung-Surabaya serta Serayu dengan jurusan Bandung-Kutoarjo diputar melalui jalur utara dengan perkiraan pertambahan waktu tempuh dua jam. Sedangkan kereta dari arah timur yaitu Lodaya, Mutiara Selatan, dan Turangga seluruh penumpangnya dioper menggunakan bus.
Bambang menuturkan, evakuasi sudah dilangsungkan sejak pukul 5.00 dan pada pukul 9.00 rel sudah bisa dilalui kereta meski harus dengan kecepatan 5 km per jam.
BANDUNG, KOMPAS.com - Sebuah kereta kerja milik PT Kereta Api hari Sabtu (18/4), pukul 2.15 anjlok di Desa Waluya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Kereta bernomor CC 20395 terdiri dari satu gerbong lokomotif serta 3 gerbong pengangkut membawa lima orang pegawai.
Menurut keterangan yang dihimpun di lapangan, gerbong lokomotif terjun ke sawah yang berada 2 meter di bawah badan rel sedangkan gerbong yang lain melintang di badan rel. Dua dari lima pegawai bernama John Apriko dan Zamzam dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung dengan luka patah tulang akibat terjepit.
Humas PT KA Daerah Operasi II Bandung BAmbang Setio Prayitno menjelaskan, kereta kerja ini bertugas untuk memperbaiki badan rel yang tergerus karena hujan. Namun, pada kilometer 184, kereta tersebut anjlok. "Anjloknya kereta belum bisa diungkapkan karena masih diteliti," ujar Bambang.
Akibat kejadian ini, kereta Argo Wilis dan Pasundan dengan jurusan Bandung-Surabaya serta Serayu dengan jurusan Bandung-Kutoarjo diputar melalui jalur utara dengan perkiraan pertambahan waktu tempuh dua jam. Sedangkan kereta dari arah timur yaitu Lodaya, Mutiara Selatan, dan Turangga seluruh penumpangnya dioper menggunakan bus.
Bambang menuturkan, evakuasi sudah dilangsungkan sejak pukul 5.00 dan pada pukul 9.00 rel sudah bisa dilalui kereta meski harus dengan kecepatan 5 km per jam.
Bekerja untuk kebaikan orang lain adalah ibadah yang amat mulia - Ignasius Jonan
