27-07-2009, 11:11 AM
Di Jember, Dua Roda KA Pandanwangi Keluar Rel
Jumat, 24 Juli 2009 | 16:17 WIB | Posts by: Sugeng Wibowo | Kategori: Berita Terkini, Tapal Kuda | ShareThis
JEMBER | SURYA Online - Kereta api (KA) kelas ekonomi Pandanwangi jurusan Banyuwangi-Jember anjlok di Desa Sumberlesung, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (24/7).
Humas PT KA Daerah Operasi (Daops) IX Jember, Hariyanto, mengatakan, rangkaian gerbong terakhir KA Pandanwangi anjlok di KM 5 di perbatasan Kecamatan Ledokombo dan Kalisat, karena satu as dan dua roda yang keluar dari jalur rel.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian anjloknya KA Pandanwangi yang membawa penumpang sebanyak 350 penumpang dari Banyuwangi menuju ke Jember,†kata Hariyanto, Jumat (24/7).
Menurut Hariyanto, KA tersebut berangkat dari Stasiun Banyuwangi sekitar pukul 07.25 WIB kemudian anjlok sekitar pukul 10.20 WIB di Desa Sumberlesung dengan kecepatan 4 kilometer (km)/jam. “Kecepatan KA tersebut rendah, sehingga rangkaian KA Pandanwangi langsung berhenti perlahan, tanpa ada penumpang yang terluka,†katanya menegaskan.
Hariyanto juga mengatakan, satu gerbong yang anjlok harus dilepas, sehingga penumpang KA bisa meneruskan perjalanan dengan tiga gerbong KA Pandanwangi yang lain menuju ke Stasiun Jember.
“Petugas melepas satu gerbong yang anjlok, agar perjalanan penumpang KA menuju Jember tidak terganggu,†katanya menjelaskan.
Saat ini, tambah Hariyanto, petugas masih melakukan evakuasi terhadap satu gerbong yang anjlok kemudian ditarik dengan KA penolong menuju ke Stasiun Kalisat, yang merupakan stasiun terdekat dari lokasi anjloknya KA.
“PT KA Daops IX Jember belum bisa memastikan penyebab anjloknya KA Pandanwangi, karena petugas masih memeriksa jalur rel KA dan gerbong yang anjlok,†katanya menjelaskan.
Anjloknya KA Pandanwangi, lanjut Hariyanto, menyebabkan KA kelas bisnis dan eksekutif Mutiara Timur jurusan Banyuwangi-Surabaya tertahan di Stasiun Ledokombo. “KA Mutiara Timur bisa meneruskan perjalanan menuju Surabaya apabila evakuasi satu gerbong KA Pandanwangi di Desa Sumberlesung selesai,†katanya menerangkan.
Hariyanto memprediksi, keterlambatan KA Mutiara Timur menuju ke Stasiun Jember sekitar dua jam, karena proses evakuasi gerbong Pandanwangi belum selesai. “Sesuai jadwal, KA Mutiara Timur seharusnya tiba di Stasiun Jember sekitar pukul 11.40 WIB. Dengan anjloknya KA Pandanwangi, menyebabkan kedatangan KA Mutiara di Surabaya juga terlambat beberapa jam,†katanya.
Dalam sepekan terakhir, rangkaian KA anjlok di perbatasan Kecamatan Ledokombo dan Kalisat sudah terjadi dua kali. ant
Jumat, 24 Juli 2009 | 16:17 WIB | Posts by: Sugeng Wibowo | Kategori: Berita Terkini, Tapal Kuda | ShareThis
JEMBER | SURYA Online - Kereta api (KA) kelas ekonomi Pandanwangi jurusan Banyuwangi-Jember anjlok di Desa Sumberlesung, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (24/7).
Humas PT KA Daerah Operasi (Daops) IX Jember, Hariyanto, mengatakan, rangkaian gerbong terakhir KA Pandanwangi anjlok di KM 5 di perbatasan Kecamatan Ledokombo dan Kalisat, karena satu as dan dua roda yang keluar dari jalur rel.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian anjloknya KA Pandanwangi yang membawa penumpang sebanyak 350 penumpang dari Banyuwangi menuju ke Jember,†kata Hariyanto, Jumat (24/7).
Menurut Hariyanto, KA tersebut berangkat dari Stasiun Banyuwangi sekitar pukul 07.25 WIB kemudian anjlok sekitar pukul 10.20 WIB di Desa Sumberlesung dengan kecepatan 4 kilometer (km)/jam. “Kecepatan KA tersebut rendah, sehingga rangkaian KA Pandanwangi langsung berhenti perlahan, tanpa ada penumpang yang terluka,†katanya menegaskan.
Hariyanto juga mengatakan, satu gerbong yang anjlok harus dilepas, sehingga penumpang KA bisa meneruskan perjalanan dengan tiga gerbong KA Pandanwangi yang lain menuju ke Stasiun Jember.
“Petugas melepas satu gerbong yang anjlok, agar perjalanan penumpang KA menuju Jember tidak terganggu,†katanya menjelaskan.
Saat ini, tambah Hariyanto, petugas masih melakukan evakuasi terhadap satu gerbong yang anjlok kemudian ditarik dengan KA penolong menuju ke Stasiun Kalisat, yang merupakan stasiun terdekat dari lokasi anjloknya KA.
“PT KA Daops IX Jember belum bisa memastikan penyebab anjloknya KA Pandanwangi, karena petugas masih memeriksa jalur rel KA dan gerbong yang anjlok,†katanya menjelaskan.
Anjloknya KA Pandanwangi, lanjut Hariyanto, menyebabkan KA kelas bisnis dan eksekutif Mutiara Timur jurusan Banyuwangi-Surabaya tertahan di Stasiun Ledokombo. “KA Mutiara Timur bisa meneruskan perjalanan menuju Surabaya apabila evakuasi satu gerbong KA Pandanwangi di Desa Sumberlesung selesai,†katanya menerangkan.
Hariyanto memprediksi, keterlambatan KA Mutiara Timur menuju ke Stasiun Jember sekitar dua jam, karena proses evakuasi gerbong Pandanwangi belum selesai. “Sesuai jadwal, KA Mutiara Timur seharusnya tiba di Stasiun Jember sekitar pukul 11.40 WIB. Dengan anjloknya KA Pandanwangi, menyebabkan kedatangan KA Mutiara di Surabaya juga terlambat beberapa jam,†katanya.
Dalam sepekan terakhir, rangkaian KA anjlok di perbatasan Kecamatan Ledokombo dan Kalisat sudah terjadi dua kali. ant
