07-10-2008, 11:49 AM
jam 10-an pagi pas habis bangun tidur (karena malamnya baru saja besuk teman masinis yang kena musibah ketimpuk batu (matanya) dilanjut nongkrong di lokal sampai jam 02 dinihari) bokap ngasih ta'u kalau si Argo Bromo anjlok di sts MRI en banyak perjalanan terhambat.
selesai mandi langsung cabut sama anak ke sts MRI lihat langsung.... Masya Allah, parah sekali kejadiannya.
sempat ngobrol sedikit dengan rekan dari Los Dipo Jng (salut dengan kekompakannya) juga KDT-nya yang turun langsung (angkat jempol tangan saya, salut..) NR dan satu Lok standby siap membantu... (en kembali masuk kandang jam 22.30 wib malamnya... semua wajah lelah terlihat...)
nyusur rel dari depan check Dipo Jng sampai dengan wesel pertama masuk sts MRI (dari sts Jng) baru "ending" kejadiannya... sampai sejauh itu jaraknya. terbayang adegan menegangkan karena harus melewati beberapa jembatan serta tikungan dan kontur jalan yang lumayan "unik".
akhirnya timbul pemikiran saya (en juga anak saya, karena diskusi di TKP), kenapa tidak cepat diantisipasi kejadian ini berdasar jarak yang cukup jauh dan rentetan waktu kejadian... kenapa tidak ada yang mengetahui, : mass, ass mass, KP, tehnisi AC, tehnisi listrik dll ?... padahal gerbong terakhir adalah BP yang nota bene sering jadi "tongkrongan" crew...
tapi ya sudahlah....
akhirnya saya dan anak saya sepakat bahwa cukup kesimpulan kami berdua akan disimpan dalam hati saja dan kita ambil hikmahnya meski pahit di Ulang Tahun KA ke 63 tahun 2008 ini.
seperti yang saya lihat (karena kebetulan pas ada disamping saya, Dir KA serta DirJen KA yang melihat langsung), mungkin juga tak habis pikir, kenapa ini dapat terjadi ?....
so tinggal tunggu saja laporan KNKT.... dan semoga ini adalah kejadian kali terakhir untuk PT. Kereta Api Indonesia (Persero)...
saya berharap sangat....
selesai mandi langsung cabut sama anak ke sts MRI lihat langsung.... Masya Allah, parah sekali kejadiannya.
sempat ngobrol sedikit dengan rekan dari Los Dipo Jng (salut dengan kekompakannya) juga KDT-nya yang turun langsung (angkat jempol tangan saya, salut..) NR dan satu Lok standby siap membantu... (en kembali masuk kandang jam 22.30 wib malamnya... semua wajah lelah terlihat...)
nyusur rel dari depan check Dipo Jng sampai dengan wesel pertama masuk sts MRI (dari sts Jng) baru "ending" kejadiannya... sampai sejauh itu jaraknya. terbayang adegan menegangkan karena harus melewati beberapa jembatan serta tikungan dan kontur jalan yang lumayan "unik".
akhirnya timbul pemikiran saya (en juga anak saya, karena diskusi di TKP), kenapa tidak cepat diantisipasi kejadian ini berdasar jarak yang cukup jauh dan rentetan waktu kejadian... kenapa tidak ada yang mengetahui, : mass, ass mass, KP, tehnisi AC, tehnisi listrik dll ?... padahal gerbong terakhir adalah BP yang nota bene sering jadi "tongkrongan" crew...
tapi ya sudahlah....
akhirnya saya dan anak saya sepakat bahwa cukup kesimpulan kami berdua akan disimpan dalam hati saja dan kita ambil hikmahnya meski pahit di Ulang Tahun KA ke 63 tahun 2008 ini.
seperti yang saya lihat (karena kebetulan pas ada disamping saya, Dir KA serta DirJen KA yang melihat langsung), mungkin juga tak habis pikir, kenapa ini dapat terjadi ?....
so tinggal tunggu saja laporan KNKT.... dan semoga ini adalah kejadian kali terakhir untuk PT. Kereta Api Indonesia (Persero)...
saya berharap sangat....
