Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Argo Dwipangga (Diskusi, Formasi, Layanan)
wah sekarang rangkaianya di simpen dimana yax
w penasaran nih
[Image: Cursor.gif]
Reply
sebenarnya inovasi ini sangat berguna buat railfans yang seneng treking di jalur aktif.
kemarin baca di surat kabar kenapa gerbong ini di sebut ramah lingkungan karena ada semacam septik tank di bawah toiletnya jadi kotoran manusia tidak langsung jatuh ke rel. dan di dalam septik tank tadi di beri mikroba penghancur kotoran manusia jadi ke depanya semua kereta akan sperti ini. ketika di buang ke jalan tinggal berbentuk cairan alias tidak ada gumpalan gumpalan kotoran seperti sekarang ini dan perawatannya katanya di kuras setiap 3 bulan sekali .

beda dengan loko green nya buatan GE yang memang pilihan bahan bahan nya .
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
https://www.flickr.com/photos/36503981@N02/
Reply
(16-09-2010, 05:48 AM)JaY Wrote: Hari Selasa kemarin, rangkaian baru ini dpakai sebagai rangkaian Argo Dwipangga Ekstra Lebaran dengan 6 gerbong baru dan 2 gerbong lama.

2 gerbong lamanya itu sepertinya dari bima retrofit..karena model toiletnya sama...
~Because Your Smilling Is Our Happiness~
My Railway Photos
My Video Collection

YAHOO!

petr_cech_indo
Reply
Pada lebaran H+1 sempat digunakan untuk KA Argo Jati Tambahan. foto menyusul
Reply
Quote:Kereta Ramah Lingkungan, Inovasi Terbaru PT KA
Ada Mikroba Pengurai, Tidak Lagi Buang Kotoran di Rel

Tren teknologi ramah lingkungan mulai diadopsi oleh berbagai moda transportasi di tanah air. Salah satunya, PT KA kini mengoperasikan kereta ramah lingkungan. Pilot project-nya diaplikasikan pada kereta Argo Lawu yang melayani rute Jakarta-Solo.

Ratusan penumpang menjejali perjalanan perdana kereta api Argo Lawu berpenampilan baru di Stasiun Gambir, Jakarta, kemarin (12/9). Mema suki H+2 Idul Fitri, antusiasme warga untuk melakukan perjalanan mudik masih cukup tinggi. Pada hari itu, secara resmi PT Kereta Api (KA) menambahkan fitur ramah lingkungan pada kereta berwarna dominan putih abu-abu bergaris biru itu.

''Kami terus berusaha memperbaiki mutu pelayanan tidak hanya kepada penumpang, tetapi juga kepada lingkungan,'' ujar Kepala Humas PT KA Daerah Operasi I Mateta Rijalulhaq di Stasiun Gambir, Jakarta, kemarin.

Penambahan fitur itu memang tidak tampak dari luar. Tampilan kereta eksekutif yang beroperasi sejak 21 September 1996 itu masih sama seperti sebelumnya. Yakni, memiliki rangkaian delapan kereta kelas eksekutif dengan kapasitas total 400 tempat duduk penumpang. Namun, fasilitas ramah lingkungan dapat langsung dinikmati penumpang. Yang menjadi andalan adalah fasilitas toilet yang ramah lingkungan dan tata cahaya yang hemat energi.

Mateta menjelaskan, toilet ramah lingkungan memiliki bak penampungan sehingga tidak seperti toilet kereta konvensional yang langsung membuang kotoran ke jalur rel. Di dalam bak tersebut, nanti diisi air yang dicampur dengan mikroba pengurai kotoran sebagai bahan penghancur dan penetralisasi. Dengan demikian, hasil pembuangan kotoran berbentuk air dan tidak mencemari lingkungan. ''Jika masih ada sisa penguraian yang berbentuk padat, itu dapat digunakan untuk pupuk kompos,'' ujar Mateta.

Menurut dia, pada masa mendatang, semua toilet di kereta api akan diganti dengan sistem seperti itu. Di samping fasilitas toilet ramah lingkungan, KA Argo Lawu menggunakan rangkaian kereta jenis baru produksi PT INKA sebanyak delapan kereta penumpang dan satu kereta makan. ''Rencana selanjutnya, KA baru ini juga akan dipakai sebagai KA Argo Dwipangga jurusan Gambir-Solo PP,'' kata dia.

Inspirasi perusahaan pelat merah itu datang dari kereta api teknologi ramah lingkungan dengan energi biodiesel yang diluncurkan di Bilimora, India bagian barat, April 2010. Selain bahan bakar ramah lingkungan, bagian dalam kereta, seperti toilet, diciptakan ramah lingkungan.

Kereta api di India tersebut menggunakan bahan bakar campuran 10 persen biodiesel. Itu merupakan campuran energi yang diyakini dapat menurunkan kadar emisi karbondioksida tanpa merusak mesin.

Standar perjalanan Argo Lawu jurusan Solo-Jakarta sejauh 576 km ditempuh dalam waktu kurang lebih 7 jam 30 menit serta hanya berhenti di Stasiun Jogjakarta dan Purwokerto. Untuk mengurangi konsumsi energi listrik dalam kereta, gerbong baru dilengkapi jendela kaca yang mudah menyerap cahaya saat siang. Hasilnya, penggunaan lampu berkurang. ''Suhu udara bisa dipertahankan lebih lama dan penggunaan dua AC di tiap gerbong bisa diminimalisasi agar hemat,'' ujar dia.

Mateta mengakui bahwa kereta api adalah kendaraan masa depan yang sangat ramah lingkungan. Sebab, kereta api mampu mengangkut penumpang dalam jumlah besar serta memiliki rasio konsumsi BBM per unit satuan angkutan yang amat rendah. (agm)

Sumber

Ramah lingkungannya buka cuma sistem pembuangan limbahnya juga lho..Big Grin
Reply
(17-09-2010, 10:11 PM)phadeen Wrote:
Quote:Kereta Ramah Lingkungan, Inovasi Terbaru PT KA
Ada Mikroba Pengurai, Tidak Lagi Buang Kotoran di Rel

Tren teknologi ramah lingkungan mulai diadopsi oleh berbagai moda transportasi di tanah air. Salah satunya, PT KA kini mengoperasikan kereta ramah lingkungan. Pilot project-nya diaplikasikan pada kereta Argo Lawu yang melayani rute Jakarta-Solo.

Ratusan penumpang menjejali perjalanan perdana kereta api Argo Lawu berpenampilan baru di Stasiun Gambir, Jakarta, kemarin (12/9). Mema suki H+2 Idul Fitri, antusiasme warga untuk melakukan perjalanan mudik masih cukup tinggi. Pada hari itu, secara resmi PT Kereta Api (KA) menambahkan fitur ramah lingkungan pada kereta berwarna dominan putih abu-abu bergaris biru itu.

''Kami terus berusaha memperbaiki mutu pelayanan tidak hanya kepada penumpang, tetapi juga kepada lingkungan,'' ujar Kepala Humas PT KA Daerah Operasi I Mateta Rijalulhaq di Stasiun Gambir, Jakarta, kemarin.

Penambahan fitur itu memang tidak tampak dari luar. Tampilan kereta eksekutif yang beroperasi sejak 21 September 1996 itu masih sama seperti sebelumnya. Yakni, memiliki rangkaian delapan kereta kelas eksekutif dengan kapasitas total 400 tempat duduk penumpang. Namun, fasilitas ramah lingkungan dapat langsung dinikmati penumpang. Yang menjadi andalan adalah fasilitas toilet yang ramah lingkungan dan tata cahaya yang hemat energi.

Mateta menjelaskan, toilet ramah lingkungan memiliki bak penampungan sehingga tidak seperti toilet kereta konvensional yang langsung membuang kotoran ke jalur rel. Di dalam bak tersebut, nanti diisi air yang dicampur dengan mikroba pengurai kotoran sebagai bahan penghancur dan penetralisasi. Dengan demikian, hasil pembuangan kotoran berbentuk air dan tidak mencemari lingkungan. ''Jika masih ada sisa penguraian yang berbentuk padat, itu dapat digunakan untuk pupuk kompos,'' ujar Mateta.

Menurut dia, pada masa mendatang, semua toilet di kereta api akan diganti dengan sistem seperti itu. Di samping fasilitas toilet ramah lingkungan, KA Argo Lawu menggunakan rangkaian kereta jenis baru produksi PT INKA sebanyak delapan kereta penumpang dan satu kereta makan. ''Rencana selanjutnya, KA baru ini juga akan dipakai sebagai KA Argo Dwipangga jurusan Gambir-Solo PP,'' kata dia.

Inspirasi perusahaan pelat merah itu datang dari kereta api teknologi ramah lingkungan dengan energi biodiesel yang diluncurkan di Bilimora, India bagian barat, April 2010. Selain bahan bakar ramah lingkungan, bagian dalam kereta, seperti toilet, diciptakan ramah lingkungan.

Kereta api di India tersebut menggunakan bahan bakar campuran 10 persen biodiesel. Itu merupakan campuran energi yang diyakini dapat menurunkan kadar emisi karbondioksida tanpa merusak mesin.

Standar perjalanan Argo Lawu jurusan Solo-Jakarta sejauh 576 km ditempuh dalam waktu kurang lebih 7 jam 30 menit serta hanya berhenti di Stasiun Jogjakarta dan Purwokerto. Untuk mengurangi konsumsi energi listrik dalam kereta, gerbong baru dilengkapi jendela kaca yang mudah menyerap cahaya saat siang. Hasilnya, penggunaan lampu berkurang. ''Suhu udara bisa dipertahankan lebih lama dan penggunaan dua AC di tiap gerbong bisa diminimalisasi agar hemat,'' ujar dia.

Mateta mengakui bahwa kereta api adalah kendaraan masa depan yang sangat ramah lingkungan. Sebab, kereta api mampu mengangkut penumpang dalam jumlah besar serta memiliki rasio konsumsi BBM per unit satuan angkutan yang amat rendah. (agm)

Sumber

Ramah lingkungannya buka cuma sistem pembuangan limbahnya juga lho..Big Grin

wah di india uda make lok ramah lingkungan. semoga INKA bisa kerjasama lagi sama GE buat bikin lok yang ramah lingkungan.

semoga masalah perawatan juga diperhatikan. biar awet. kadang PT KA agak sembrono masalah perawatan. Sad
Malabar Bandung - Kediri
Mutsel Bandung - Jombang
Turangga Bandung - Kertosono

Lok Merah Biru
Reply
Argo Jati Tambahan pada lebaran H+1

~Edited by Gege reason : Links appears to be broken~
Reply
semoga teknologi yang semacam ini terus dikembangkan....
[Image: 30dl4ie.jpg]
Reply
Setelah sekian puluh tahun beroperasi, kok baru sekarang ya kepikiran bikin toilet model gini? udah berapa ton kotoran aja tuh yang dibuang di sepanjang rel selama ini?
NAIK Depok Express EMANG PALING OKE
Reply
Berarti toiletnya sama seperti toilet KA BIMA yg retrofit ya, yg lain tidak ada bedanya? kalau sama saya lebih suka seperti gerbong BIMA yg retrofit karna jendelanya besar, lebih elegan, pandangan luas. dibanding yg kacanya seperti pesawat, pandangan sempit, dari kode bogie, gerbong baru ini pakai bogie K brapa ya? apakah K10?
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)