Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
seandainya benar ada KA rute Bandung-Banyuwangi (BD-BW) ??
#11
Argo Wilis BD-SGU 11 jam 56 menit (BD 07:00 SGU 18:56), Turangga BD-SGU 12 jam 40 menit (BD 19:00 SGU 07:40), itupun kalaupun on-time

.Tapi yang saya kurang yakin dengan akan terwujudnya KA BD-BW adalah: ada ga rangkaiannya? Argo Wilis saja yang okupansinya membaik ga bisa lebih dari 4-6 gerbong, itupun ada yang minjem ke GoPar. Turangga rangkaiannya aja ga full pesawat "pribadi", malahan sempet ada yang "minggat" ke ABA yang minjem sana-sini juga.
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#12
(15-12-2010, 11:19 AM)bagus70 Wrote:
(15-12-2010, 09:30 AM)gilang pratama Wrote: why not??? bandung sebagai ikon pariwisata bisa menghubungkan beberapa kota di jawa bila ini terealisasi dan lagi tak perlu repot dengan gonta-ganti kereta. bila terlaksana pun saya lebih setuju dengan formasi 7-8 kelas eksekutif dengan fasilitas sama kayaknya dengan gajayana yang ada wi-fi mengingat jalur yang akan dilalui jalur panjang dan membutuhkan waktu yang lama. mengenai okupansi, saya rasa dengan akan dibukanya jalur bogor-bandung alangkah lebih baik bila PT. Kereta Api (Persero) khususnya Daop 2 Bandung dapatt mengkoordinasikan rangkaian KA yang akan mengakomodir jalur selatan yang menghubungkan Bogor s.d. Surabaya. misal, Turangga atau Argo wilis di teruskan sampai Bogor. dengan rencana ini, okupansi KA Bandung-Banyuwangi atau Jember, tidak akan mengganggu KA lain, khususnya KA Eksekutif yang telah memiliki segmen tersendiri..Xie Xie


Yang saya highlight malah makin tidak realistis lagi, mengingat kondisi track dan lokomotif yang tidak memungkinkan untuk itu.

Alasan kenapa saya skeptis dengan wacana KA khusus yang melayani Bandung-Banyuwangi adalah karena tiap 24 jam, KA itu harus diistirahatkan minimal 8 jam untuk perbaikan.

Belum lagi eksistensi KA tambahan yang malah bisa membuat jalur Kroya-Yogya yang makin padat.

Juga karyawan restorasi yang jam kerjanya makin bertambah...


kalo menurut saya itu urusan dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sendiri sebagai fasilitator serta pemerintah sebagai regulator, apakah mereka mampu untuk memaksimalkan kinerja mereka dengan tantangan baru dengan membuka jalur ini.. mengenai track nya sendiri, seharusnya pemerintah tidak pandang bulu mengenai hal itu. mampu atau nggaknya, paling tidak ada sebuah usaha untuk mencoba secara realistis. mengingat keharusan istirahat dan yang lainnnya mungkin kalau menurut saya dengan adanya loko series baru seharusnya mampu untuk menempuh perjalanan lebih cepat. dan lagi mengenai rangkaian masa INKA tidak siap untuk membantu??? kecuali kalau pemerintah ga ada duitnya. 1 lagi, memaksimalkan jalur yang sudah ada lebih profit ketimbang harus merenovasi jalur yang sudah mati.. sesuai dengan thread nya "andai saja........" ya saya mencoba untuk mengungkapkan sekaligus berandai-andai...SedihPlayboy
seandainya ada kereta ke Pangandaran... mungkin bisa lebih hidup pariwisata di wilayah priangan timur, sedikit emisi untuk menyelamatkan bumi kita, naiklah kereta api....
Reply
#13
Kalo menurut saya sih sebaiknya kereta jarak jauh BD - BW itu dikasih kereta tidur, shg ada kesan tersendiri dan tidak akan mengganggu okupansi kereta yang udah ada.

[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply
#14
bukan masalah setuju-tidak setuju ya dengan adanya usulan KA ini...

menurut saya cukup efisien untuk penumpang jarak jaoh ato penumpang terusan dari Bali ke Jabar......cuman pasti akan membingungkan adalah:

ni KA milik daop mana? kalo milik BD... keknya berat, soalnya BD udah punya Argo Wilis, Mutiara Selatan dan Lodaya di jakur ini.... (pasti BD ga mau dunk KA-KA nya okupansinya jatoh lagi setelah ambruknya kejayaan jalur Jakarta-bandung)..... trus kalo milik SDT... slot keberangkatannya jam berapa... soalnya SDT juga pasti akan mempertahankan reputasi Turangga sebagai salah satu KA unggulan di jalur itu.... kalo KA ini milik JR... gimana slot pemberangkatan dari JR-SGU-BD mengingat kalo KA ini ada, maka posisi SGU adalah bukan start/finish tapi di tengah2

slot waktunya jam berapa dari BD dan SGU/BW... mengingat dari BD aja pagi udah ada Argo Wilis, Lodaya, Pasundan.... trus kalo malem udah ada: Turangga, Lodaya, Mutiara Selatan, malabar, Kahuripan, Kutojaya Selatan.... slot waktunya jam berapa lagi....

trus pake kelas apa..... kalo kelas ekonomi, waaaaa..... bisa berapa lama itu di jalan..... kalo pake kelas bisnis..... gimana ngatur jadwal dengan Mutiara Selatan dan Lodaya.... kalo pake kelas Eksekutif..... bagaimana tingkat okupansi di wilayah timur..... (mengingat muttim yang kelasnya cuman Eksekutif-Bisnis aja ngecer di tasiun2 kecil untuk menjaring penumpang...... kalo ada kelas exa/argo.... dimana penumpangnya sangat memperhatikan waktu tempuh... bagaimana okupansinya ntar kalo ngga ngecer dimana-mana)... soalnya juga percuma aja kalo ni kereta jalan dari BW-SGU-BD tapi penumpang dari BD rata2 turun di jateng, jatim dan SGU... selanjutnya untuk rute SGU-BW digantikan oleh penumpang rute timur.....
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
#15
yap klo menurut aq sih KA BW-ML-BD ato BW-SGU-BD.
lama perjalanan mana dibandingkan 2 jalur tersebut ??
apakah mungkin 20 jam sampai ???
klo jalan siang gmn skitar 10 ato jam 12 siang kan jalur kosong n bisa menjaring penumpang yg ketinggalan ato tak kebagian tiket td pagi ??
Train is never death for my life specially KA Lodaya
Reply
#16
Kalo siang, seharusnya rangkaian full K1 Karena perjalanan siang sangat panas dan beresiko rendah okupansinya (cuaca panas bikin calon penumpang menimbang2 kembali). Sebenarnya kalo PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mau buka jalur ini, yang utama adalah bidik target yg jelas. Kalangan mana, dari mana dan kemana tujuan KA ini untuk menilai derajat okupansinya.
Cobalah Cari tahu sendiri dulu baru bertanya bila benar - Benar Bingung dan tidak ada penjelasan, jangan maunya disuapin terus. Gak ada Nubie atau Master, semua sama, sama - sama belajar. Eh iya lupa...
Reply
#17
Kalo berangkat dari BD jam 12-an kelihatannya adalah solusi yang terbaik, mengingat dapat menjadi alternatif KA kalo ga mau yang pagi banget dari BD atau terlalu malem, dan (perkiraan) nyampe di BW juga masih pagi (jam 7-8 dengan waktu tempuh BD-SGU 12 jam dan SGU-BW 7-8 jam).

Selain itu, juga bisa membantu calon penumpang dari YK/SLO, dapet kereta yang bukan pas jam makan siang ataupun pas tengah malam.
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#18
Gak perlu ragu kalo KAI mw buka rute ini....
dalam bisnis transportasi harus berani berspekulasi, tinggal bagaimana mensiasatinya tuk buka rute paling jauh ini, toh juga banyak perusahaan Bus yang punya rute "sangat" jauh seperti Medan-Malang, B.Aceh-Malang, Medan-Jember, Jakarta-Bima, Surabaya-Labuan Bajo.masih eksis sampai saat ini.
Reply
#19
(19-12-2010, 08:17 AM)joe cole Wrote: Gak perlu ragu kalo KAI mw buka rute ini....
dalam bisnis transportasi harus berani berspekulasi, tinggal bagaimana mensiasatinya tuk buka rute paling jauh ini, toh juga banyak perusahaan Bus yang punya rute "sangat" jauh seperti Medan-Malang, B.Aceh-Malang, Medan-Jember, Jakarta-Bima, Surabaya-Labuan Bajo.masih eksis sampai saat ini.

setuju gan..Xie Xie..Xie Xie
Reply
#20
(21-12-2010, 06:27 PM)nabil ismail Wrote:
(19-12-2010, 08:17 AM)joe cole Wrote: Gak perlu ragu kalo KAI mw buka rute ini....
dalam bisnis transportasi harus berani berspekulasi, tinggal bagaimana mensiasatinya tuk buka rute paling jauh ini, toh juga banyak perusahaan Bus yang punya rute "sangat" jauh seperti Medan-Malang, B.Aceh-Malang, Medan-Jember, Jakarta-Bima, Surabaya-Labuan Bajo.masih eksis sampai saat ini.

setuju gan..Xie Xie..Xie Xie

hmmmm.... intinya kalo pengen maju kita coba dulu dengan berbagai inovasi... salah satunya adalah dengan menambah gerbong khusus tempat tidur seperti thread yang dikemukakan diatas.dan lagi masalah waktu, saya rasa bila gerbongnya eksekutif ga kan lebih dari 18 jam an dengan catatan tidak terlalu banyak berhenti seperti Turangga atau Argo Wilis. karna saking spesialnya, KA2 lain juga harus bisa mengalah.. misal, dengan normal, dulu argo wilis pertama beredar waktunya 10 jam 30 menit... trus mutim sekira 7 jam... nah, tentunya kesiapan sarana dan prasarana itu sendiri, misal kondisi rel di daerah jember dan sekitarnya. mengenai milik siapa kereta ini nantinya??? saya rasa BANDUNG akan lebih siap (PeDe amat yaaaaaaa)... mengapa?? melihat prospek dan misi JABAR yang mengunggulkan sebagai gerbang wisata dan sebagai partner terdepan dengan pemerintah pusat.. yang jelas, bila semua jajaran KAI mampu mengakomodir ini semua, serta eksistensi dan kooperatif dengan seluruh jajaran terutama pihak daop 2 bdg, mungkin bisa terealisasi, asal serius..
[Image: overstappen.png]
(15-12-2010, 11:19 AM)bagus70 Wrote:
(15-12-2010, 09:30 AM)gilang pratama Wrote: why not??? bandung sebagai ikon pariwisata bisa menghubungkan beberapa kota di jawa bila ini terealisasi dan lagi tak perlu repot dengan gonta-ganti kereta. bila terlaksana pun saya lebih setuju dengan formasi 7-8 kelas eksekutif dengan fasilitas sama kayaknya dengan gajayana yang ada wi-fi mengingat jalur yang akan dilalui jalur panjang dan membutuhkan waktu yang lama. mengenai okupansi, saya rasa dengan akan dibukanya jalur bogor-bandung alangkah lebih baik bila PT. Kereta Api (Persero) khususnya Daop 2 Bandung dapatt mengkoordinasikan rangkaian KA yang akan mengakomodir jalur selatan yang menghubungkan Bogor s.d. Surabaya. misal, Turangga atau Argo wilis di teruskan sampai Bogor. dengan rencana ini, okupansi KA Bandung-Banyuwangi atau Jember, tidak akan mengganggu KA lain, khususnya KA Eksekutif yang telah memiliki segmen tersendiri..Xie Xie

Yang saya highlight malah makin tidak realistis lagi, mengingat kondisi track dan lokomotif yang tidak memungkinkan untuk itu.

Alasan kenapa saya skeptis dengan wacana KA khusus yang melayani Bandung-Banyuwangi adalah karena tiap 24 jam, KA itu harus diistirahatkan minimal 8 jam untuk perbaikan.

Belum lagi eksistensi KA tambahan yang malah bisa membuat jalur Kroya-Yogya yang makin padat.

Juga karyawan restorasi yang jam kerjanya makin bertambah...

kalo masalah jalur yang makin crowded, katanya, mau di buat double track???
seandainya ada kereta ke Pangandaran... mungkin bisa lebih hidup pariwisata di wilayah priangan timur, sedikit emisi untuk menyelamatkan bumi kita, naiklah kereta api....
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)