Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Mungkinkah KA Purbaya diaktifkan kembali?
#31
setuju, kalo emang PURBAYA diaktifkan lagi, dengan stamformasi EKSBIS.
menurut saya logawa sudah tidak lagi mampu mengakomodasi transportasi ke timur.
Reply
#32
Setuju saja Purbaya di luncurkan, ada wacana Logawa rencananya ga lewat Surabaya lagi di thread lain, Bangil-Mojokerto, jika itu terjadi,yang ke Purwokerto dari Surabaya, tinggal GBMS. Jadwalnya lebih baik jam 7.55, menggantikan Dhoho, Dhoho 10 menit dibelakangnya, fakultatif itu lebih baik di awal peluncuran, Jumat-Minggu, serta seminggu sebelum dan sesudah lebaran. Jangan lupa pake K3 pake AC biar masyarakat bisa pada naik, jumlah tempat duduknya 82 saja pergerbong biar lebih lapang, jendela harus pake korden, bawa gerbong barang depan dan belakang yang berfungsi sebagai aling-aling tapi juga buat mengirim barang, bawa 6 gerbong penumpang dan 1 gerbong makan, harganya K3 plus, klo GBMS ke Jogja misalnya 30 ribu, dia 38 ribu, pada saat lebaran penumpang ditambah tidak lebih dari 35% dari daya tampung optimalnya, stasiunnya selektif saja, misal:
1. Surabaya Gubeng
2. Wnkromo
3. Sepanjang
4. Krian
5. Mjkerto
6. Jombang
7. Krtsono
8. Nganjuk
9. Caruban
10. Madiun
11. Paron
12. Walikukun
13. Sragen
14. S. Jebres
15. S. Purwosari
16. Klaten
17. Jogja Lempuyangan
18. Wates
19. Kutoarjo
20. Kebumen
21. Kroya
22. Purwokerto
Dibuatkan kartu abonemen bulanan, bagi para penumpang yang sering pake kereta ini, untuk para pelajar SD-Perguruan Tinggi, Lansia, Ibu Hamil, Penyandang cacat diberi potongan 5%, dengan syarat-syarat tertentu, di sediakan 5% tiket murah dari daya tampung optimal, yang harganya 50%, yang dipesan sebulan sebelumnya. Tiket dapat dibeli via ATM pada Bank-Bank yang telah ditunjuk. Komputerisasi pada semua stasiun pada penjualan tiket. Ada telepon umumnya berbasis satelit dan layanan internet berbayar terjangkau. Per penumpang dikenakan biaya bagasi jika dia membawa barang lebih dari 15 kilo, diatas 15 kilo barang harus masuk gerbong barang. Bisa bawa hewan tetapi harus dimasukkan tempat khusus agar tidak mengganggu kenyamanan penumpang. Asongan harus dikoordinasi dengan tanda khusus, jumlahnya dibatasi, jadi mereka mengatur sendiri jadwal, ketika harus berdinas di Purbaya, serta ada pembagian wilayah kerja mereka, misal:
1. Wil 1 Surabaya-Madiun
2. Wil 2 Madiun-Jogja
3. Wil 3 Jogja-Purwokerto
Di kereta makan diberi ruang perawatan darurat, bilamana awak dan penumpang mendapat gangguan kesehatan, jadi ada 1 perawat yang berdinas selama perjalanan kereta ini. Jangan lupa ada televisi berbasis satelit untuk menyediakan informasi dan hiburan. Awak kereta selalu menginformasikan tentang stasiun yang akan dimasuki melalui sound system, sehingga penumpang menjadi lebih tenang. Ada pula layar yang memberitahukan tentang informasi stasiun kedatangan. Setiap gerbong dijaga satu petugas keamanan, jadi satu rangkaian 10 orang. Ini, sekedar utopia, banyak kesalahannya, monggo dikoreksi.
Reply
#33
Trit yg menarik. Nyoba ya

Menurut saya Purbaya layak dipertimbangkan untuk bangkit lagi. Alasan pertama, KA dari PWT-SGU PP tidak ada kelas 1 dan 2 sejak Jayabaya wafat (itupun dia relasi JAKK-SGU). Alasan kedua, mempertimbangkan kebutuhan penumpang seperti saya contohnya yg tiap tahun mudik SGU-PWT dengan membawa istri dan 2 anak kecil plus koper/tas dan dus2, pilihan saya untuk cepat sampai dan lebih nyaman hanya ada pada BIMA yg notabene KA kelas 1 tarif mahal (bayangkan ongkos PP nya untuk 4 org). Kalo cuma sy sndiri gak mslh naik eko.

Untuk masalah okupansi sy kira bisa aja ada penumpang reguler/langganan Purbaya jika sblm peluncuran, ada baiknya dari DAOP 5 dan DAOP 8 membuat semacam angket ttg Purbaya yg dibagikan pada penumpang KA di PWT tujuan SGU dan sebaliknya. Jd dengan demikian kebutuhan penumpang bs diakomodasi.

Sementara dari sisi armada, nantinya menyesuaikan dengan kebutuhan penumpang yg menghendaki adanya Purbaya.

Kalo dari sisi pribadi, saya menginginkan 10 rangkaian K3 AC plus KM dan BP ato 6 rangkaian K2 plus 4 K1, kM dan BP. Rutenya hanya di PWT-KYA-KTA-YK-SLO-MN-SGU-SKO PP. Di KYA disediakan feeder. Kalo sudah ada KA lokal PWT-CP malah bagus.

Jam berangkat SKO jam 6 pagi. Dari PWT jam 7 pagi (selang 1 jam setelah LOGAWA).

Ujicoba pd hari jumat sabtu minggu. H-7 smp H-7 lebaran. Penumpang KA di jawa tuh unik, masing2 punya tujuan dan keinginan berbeda dari KA yg dinaiki/dipilihnya ditambah lagi dari strata yg beragam.

[Image: 00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg]
Murtini

Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012

Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.

Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Reply
#34
Sebagai empunya trit, saya berterima kasih atas usulan2 & masukan2 dr sodara2 sekalian.

Memang, sudah saatnya masa2 kejayaan Purbaya harus bangkit kembali walaupun dg kelas berbeda. Karena dari wil. daop 5 ke arah SB saat ini hanya dilayani oleh <10 kereta (Logawa, GBMS, & Bima yg menjaring PNP dr PWT-KTA serta Argo Wilis, Turangga, Mutsel, & Pasundan yg menjaring PNP KYA-KTA). Dg adanya Purbaya baru ini, diharapkan penumpang di wil. daop 5 juga punya pilihan alternatif KA ke arah timur.

Berdasrkan banyak pertimbangan, maka Purbaya baru ini lebih baik dilayani dg K2+K1, kenapa?
1. K3 SB-PWT PP. sudah ada Logawa & GBMS, jika dipaksa menambah K3 lagi, yg terjadi bakal mubazir & bakal ada yg "terbunuh" nantinya jika Purbaya yg baru ini dipaksakan full K3, apalagi kalo pake AC, so pasti tinggal nunggu aja salah satu yg bakal "terbunuh" dg Purbaya new image ini.
2. SB-PWT PP. di siang hari tidak ada K2 & K1 yg melayani rute ini, sedangkan malam hari cuman ada Bima (GMR-SB) yg full K1, itupun dg harga yg terlalu mahal untuk rute SB-PWT PP.
3. Stanformasi yg ideal untuk tahap uji coba ini adalah loko+4 K2+KM2/KM1+2 K1+BP. Alasannya, karena untuk mengetahui seberapa besar potensi penumpang K2 & K1 dr PWT/wilayah daop 5 yg melakukan perjalanan ke timur (YK/SLO/MN/KTS/JG/MR/SB) Jika penumpang K2 yg lebih banyak dari K1, maka stanformasinya harus lebih banyak K2, sebaliknya jika K1 yg lebih banyak, maka kereta yg lebih banyak adalah K1.
4. Untuk tahap uji coba juga, sebaiknya perjalanan awal2 dilakukan siang hari. Kenapa? Penjelasannya sama dg no. 2 & poin yg di atas. Dg adanya kereta ekspres SB-PWT siang hari, maka penumpang yg sebelumnya mengeluh kalo naik K3 semisal Logawa, maka mereka bisa memilih naik Purbaya yg lebih nyaman & bisa memilih kelas sesuai keinginan.

Mungkin itulah yg harus dilakukan jika benar2 ingin menghidupkan kembali kejayaan KA Purbaya yg pernah menjadi primadona di masa PJKA. Semoga wacana ini bukan sekedar wacana belaka & ada realisasinya, amin.Malaikat
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply
#35
@ Ken Aditya: widih... tuh fasilitas kelas ekonomi tuh...Bingung tambahin seklian: bantal, selimut dan majalah KA tiap seat... ada gerbongnya ada lampu baca, running text yg nunjukin posisi di stasiun mana n pengumuman siapa manager on duty dalam setiap perjalanan.... tulisan sampean kan kelas ekonomi mas... ga bisa kek gitu.. paling2 juga pelayanan standar ala K-3 AC mirip Bogowonto....

trus tarif ya... tarif K-3 AC ga mungkin cuman segitu... lah ke PWT ajah Logawa n Pasundan uda sekitaran 40rb kan.... kalo misal ni KA adalah K-3 AC.. paling2 tarifnya juga sama kaya Bogowonto.. alias 2x KA ekonomi normal... dimana tarif Bogowonto kan 70rb... jika dibandingkan dengan tarif K-3 Jakarta-Kutoarjo: GBM 30rb, Progo 32rb, bengawan 32rb dan Kutojaya 30rb

trus kalo kelasnya K-3 AC seh paling2 brentinya ga beda ma Logawa: Gubeng, Wonokromo, Krian, Mojokerto, Jombang, Kertosono, Nganjuk, Caruban, Madiun, Paron, Walikukun, Sragen, Solojebres, Purwosari, Klaten, Lempuyangan, Wates, Jenar, Kutoarjo, Kutowinangun, Kebumen, Karanganayar, Gombong, Sumpiuh, Kroya, Purwokerto/Maos, Cilacap...

@ Stephanie: keknya kalo mengoperasikan KA komersial PWt-SBY paling masuk akal seh pake K-2 ato K-3 AC.. soalnya kalo K-1 jangkauan marketnya kurang baik untuk ke timur... ada seh pasti, tapi ngga terlalu besar... dan lagi orang2 PWT dsk kan sebagian besar destinasinya ke JKT...kalo mo jawa timur pake K-1 uda pada naek Bima..atao klo siang naeknya Wilis (dari Kroya)... ortu saya ajah klo pulkam ke PWT sekarang meninggalkan mobilnya dan memilih naik Wilis... Jombang-Kroya cuman 6 jam... jadi enak n ga ngerepotin yg jemput di Kroya ...

trus kalo misalnya PWT andai mempunyai armada K-1 cukup banyak... ane kira pasti akan lebih diprioritaskan untuk KA Purwojaya yg akan dinaikkan kelasnya jadi full K-1... ya karena di PWT banyak banget penumpang K-1 yg bahkan ga tertampung ma armada yg telah ada: Purwojaya eksis, bahkan Taksaka n Argo Dwipangga karna penumpang udah penuh dari DAOP VI, padahal penumpang dari PWT untuk K-1 ke Jakarta besar banget... kalo mo pake Bima/Gajayana ya .. nyampe JKT udah siang... jadi telat dunk beraktivitasnya....

CMIIW
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
#36
klo bs ditujukan untuk ke cilacap saja mengingst di pwt udh ada logawa.. gmn??
seandainya ada kereta ke Pangandaran... mungkin bisa lebih hidup pariwisata di wilayah priangan timur, sedikit emisi untuk menyelamatkan bumi kita, naiklah kereta api....
Reply
#37
(17-05-2011, 07:19 PM)gilang pratama Wrote: klo bs ditujukan untuk ke cilacap saja mengingst di pwt udh ada logawa.. gmn??

Cilacap kan stasiun terminus bung. Yg naik dari ada (mayoritas pegawai pertamina), penumpang biasa, anak kuliahan. Menurut saya sih, Cilacap ckp dilayani dengan KA lokal aja relasi PWT-CP ato CP-KYA-KTA.
[Image: overstappen.png]
(17-05-2011, 07:14 PM)Bangunkarta Wrote: @ Ken Aditya: widih... tuh fasilitas kelas ekonomi tuh...Bingung tambahin seklian: bantal, selimut dan majalah KA tiap seat... ada gerbongnya ada lampu baca, running text yg nunjukin posisi di stasiun mana n pengumuman siapa manager on duty dalam setiap perjalanan.... tulisan sampean kan kelas ekonomi mas... ga bisa kek gitu.. paling2 juga pelayanan standar ala K-3 AC mirip Bogowonto....

trus tarif ya... tarif K-3 AC ga mungkin cuman segitu... lah ke PWT ajah Logawa n Pasundan uda sekitaran 40rb kan.... kalo misal ni KA adalah K-3 AC.. paling2 tarifnya juga sama kaya Bogowonto.. alias 2x KA ekonomi normal... dimana tarif Bogowonto kan 70rb... jika dibandingkan dengan tarif K-3 Jakarta-Kutoarjo: GBM 30rb, Progo 32rb, bengawan 32rb dan Kutojaya 30rb

trus kalo kelasnya K-3 AC seh paling2 brentinya ga beda ma Logawa: Gubeng, Wonokromo, Krian, Mojokerto, Jombang, Kertosono, Nganjuk, Caruban, Madiun, Paron, Walikukun, Sragen, Solojebres, Purwosari, Klaten, Lempuyangan, Wates, Jenar, Kutoarjo, Kutowinangun, Kebumen, Karanganayar, Gombong, Sumpiuh, Kroya, Purwokerto/Maos, Cilacap...

@ Stephanie: keknya kalo mengoperasikan KA komersial PWt-SBY paling masuk akal seh pake K-2 ato K-3 AC.. soalnya kalo K-1 jangkauan marketnya kurang baik untuk ke timur... ada seh pasti, tapi ngga terlalu besar... dan lagi orang2 PWT dsk kan sebagian besar destinasinya ke JKT...kalo mo jawa timur pake K-1 uda pada naek Bima..atao klo siang naeknya Wilis (dari Kroya)... ortu saya ajah klo pulkam ke PWT sekarang meninggalkan mobilnya dan memilih naik Wilis... Jombang-Kroya cuman 6 jam... jadi enak n ga ngerepotin yg jemput di Kroya ...

trus kalo misalnya PWT andai mempunyai armada K-1 cukup banyak... ane kira pasti akan lebih diprioritaskan untuk KA Purwojaya yg akan dinaikkan kelasnya jadi full K-1... ya karena di PWT banyak banget penumpang K-1 yg bahkan ga tertampung ma armada yg telah ada: Purwojaya eksis, bahkan Taksaka n Argo Dwipangga karna penumpang udah penuh dari DAOP VI, padahal penumpang dari PWT untuk K-1 ke Jakarta besar banget... kalo mo pake Bima/Gajayana ya .. nyampe JKT udah siang... jadi telat dunk beraktivitasnya....

CMIIW

Kemungkinan kalo armada K1 DAOP 5 PWT ditambah yg jd prioritas adlh menaikan stasus Purwojaya jd full K1 dan kemungkinan jg menambah perjalanan baru untuk Purwojaya, 1 di pagi hari dan 1 di malam hari.

Mungkin ada baiknya juga mengoperasikan Purbaya masa percobaan ini dgn K3 AC. Kan standar PT. Kereta Api Indonesia (Persero) kelak hanya ada 2 kelas. Kelas 1 dan Kelas 3 AC. Masalah ada ato tidaknya penumpang yg ke timur yg memilih dgn K1 yg Start dari PWT, ya semua kembali dari polling/angket n survey kepada penumpang. Biar bagaimanapun penumpanglah yg pada akhirnya akan menentukan ada ato tidaknya Purbaya.

Kalo Logawa, mati ato tidaknya itu juga tergantung dari penumpang sendiri dan pasar jual dari Purbaya sendiri.

Dan kalo memang diputuskan ada Purbaya dgn misalnya menggunakan formasi K3 AC, hendaknya image Purbaya di masa lampau bisa bersinar lagi di jaman sekarang. Semoga Bogowonto juga bs pny image bagus yg bersinar mengingat dia KA pertama yg menggunakan standar K3 baru

[Image: 00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg]
Murtini

Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012

Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.

Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Reply
#38
(17-05-2011, 07:19 PM)gilang pratama Wrote: klo bs ditujukan untuk ke cilacap saja mengingst di pwt udh ada logawa.. gmn??

Lah logawa juga bukannya ampe Cilacap? PAP jebres sering nyebut kok. Dan yang ane tau, emang rangkaian Logawa dilepas di kroya, 1 ke PWT, 1 ke CP :Bingung:
Cobalah Cari tahu sendiri dulu baru bertanya bila benar - Benar Bingung dan tidak ada penjelasan, jangan maunya disuapin terus. Gak ada Nubie atau Master, semua sama, sama - sama belajar. Eh iya lupa...
Reply
#39
Klau menurutku kayakna gak mgkin dech,untuk menghidupkan lgi......Skrang pertanyaanya,adakah stock K-3 melimpah di PWT??? Itung2 pkai logika aja,skrang Kereta Eksbis bnyk Aling2 pkai K-3.....
Trus "andaikata" di bangkitkan lgi ni Purbaya......Pas waktunya sbagian kereta untuk PA,bkalan kelimpungan itu Daops,cz gk ada kereta cadangan lgi untuk menggantikan kereta yg di PA trsbut.....Skrg aja Kereta pkai Aling2,tiap2 Daops pda bingung smua tuch....Jdi menurutku gk mgkin utk hdup lgi.
Terkecuali PT. Kereta Api Indonesia (Persero) pnya 2 rngkaian baru lgi,ini baru bsa trwujud....Bye Bye
Jadikan Masa Lalu Sebagai Pelajaran Yang Sangat Berharga.
Reply
#40
(18-05-2011, 06:37 AM)Dj_Dj_300791 Wrote:
Lah logawa juga bukannya ampe Cilacap? PAP jebres sering nyebut kok. Dan yang ane tau, emang rangkaian Logawa dilepas di kroya, 1 ke PWT, 1 ke CP :Bingung:

Info yg saya dapatkan Logawa ke CP dah wafat, malah dah 40 hari lebih. (CMIIW). Xie Xie

Kembali ke topik ya..

"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe


[Image: 10p0h7r.jpg]





Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)