Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Yang punya usul,untuk DAOP VII Madiun
#31
[spoiler=Jalur Kereta Api Ngawi–Kediri Rawan Banjir]

TEMPO.CO, Madiun - PT KAI Daerah Operasi VII Madiun melakukan perbaikan di 20 lokasi rawan banjir sepanjang jalur kereta api yang terbentang dari Ngawi hingga Kediri. “Sudah dilakukan penambahan dan pengangkatan balast serta memberi karung berisi pasir,” kata Kepala Hubungan Masyarakat PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop VII, Sugianto, Rabu, 21 Desember 2011.

Menurut Sugianto, lokasi rawan banjir berada di bentang jalur kereta antara Stasiun Walikukun-Kedunggalar (Ngawi), Madiun-Babadan (Madiun), Caruban-Saradan (Madiun), Wilangan-Bagor (Nganjuk), dan Purwoasri-Minggiran (Kediri).

Daop VII Madiun bertanggungjawab menangani jalur rel kereta api sepanjang 236,98 Kilometer Spoor (KMS) dan meliputi 32 stasiun yang tersebar di Kabupaten Ngawi, Kota dan Kabupaten Madiun, Nganjuk, Jombang, Kediri, hingga Blitar.

Selain melakukan perbaikan di lokasi yang rawan banjir, petugas juga melakukan perbaikan rutin di jalur kereta. “Perbaikan rutin tetap dilakukan dengan mengganti bantalan yang sudah tidak layak serta melakukan pengangkatan balast,” ujarnya.

Perbaikan semakin diintensifkan untuk menghadapi lonjakan penumpang selama libur panjang bersamaan dengan hari natal dan tahun baru. Stasiun Besar Madiun juga telah mempersiapkan diri menghadapi lonjakan penumpang. “Bisa saja ada tambahan gerbong tapi tergantung daya tarik lokomotif dan ketersediaan sarana,” papar Wakil Kepala Stasiun Besar Madiun Sugeng Muji Wibowo.

Ada tiga kereta yang jadi tanggungjawab Daop VII yakni KA Bangunkarta rute Jombang-Jakarta, KA Brantas rute Kediri-Tanah Abang (Jakarta), dan KA Kahuripan rute Kediri-Padalarang (Bandung).

Jumlah gerbong KA Bangunkarta bisa ditambah dari tujuh pada hari biasa menjadi delapan gerbong, KA Brantas dari delapan menjadi 10 gerbong, dan KA Kahuripan dari enam menjadi delapan gerbong.
[/spoiler]
Reply
#32
(19-12-2011, 06:43 PM)slamtrack Wrote: Bagamana kalo daop 7 Mn menjalankan ka klas eksekutif / Bangun karta Fakulatif ( khusus sabtu dan minggu ) perjalanan siang misalkan berangkat jombang jam 06.00 sampai Gmr sekitar 18.30 ...he..he ini cuma usul sy aje ya
kalo nantinya okupansinya memuaskan maka bisa di teruskan jadi ka reguler
Kado

mana bisa menjalankan KA klas eksekutif? DAOP Madiun gak punya lok CC mas
waktu kemarin saya ngobrol dengan salah satu petugasnya dia juga bilang bahwa sebenarnya Madiun ingin mendapat jatah lok CC203 atau CC204 tapi sampai sekarang gak kesampaian
Reply
#33
Setahu ane,MN dah punya 1 CC201 deh... tapi nmer brapa ya?? ane lupa... yg tau,kasih tau dong..
Terus belajar tentang kehidupan dengan Lok Merah Biru , terjun ke masyarakat dengan kereta api adalah cara belajar terbaik.
Reply
#34
(27-12-2011, 09:29 PM)AGXfari Wrote: Setahu ane,MN dah punya 1 CC201 deh... tapi nmer brapa ya?? ane lupa... yg tau,kasih tau dong..

madiun gak memiliki lok CC mas, yang ada lok BB serta D untuk menarik ketelan ataupun langsir
Reply
#35
Huaduh senengnya railfans yang ada di seputaran rel, bisa tau jadwal, berangkat lebih cepet. nih repotnya railfans daop VII paling ujung selatan (slahung-ponorogo), kalo mo pergi pake kereta musti nitip sepeda motor setelah capek 50 km -an perjalanan. Buat RF yg deket stasiun bisa dipromokan jadwal, tarif dan tujuan kereta...sampaikan bahwa Kereta Api adalah moda transportasi yang memang hemat, aman, nyaman dan tepat waktu sampai tujuan.
RF sugengnailan, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jul 2010.
Reply
#36
(28-12-2011, 03:12 PM)sugengnailan Wrote: Huaduh senengnya railfans yang ada di seputaran rel, bisa tau jadwal, berangkat lebih cepet. nih repotnya railfans daop VII paling ujung selatan (slahung-ponorogo), kalo mo pergi pake kereta musti nitip sepeda motor setelah capek 50 km -an perjalanan. Buat RF yg deket stasiun bisa dipromokan jadwal, tarif dan tujuan kereta...sampaikan bahwa Kereta Api adalah moda transportasi yang memang hemat, aman, nyaman dan tepat waktu sampai tujuan.

sayang sekali yach jalur ke ponorogo tdk aktif ..Patah Hati
Reply
#37
(22-12-2011, 09:04 AM)mdnboy Wrote:
(19-12-2011, 06:43 PM)slamtrack Wrote: Bagamana kalo daop 7 Mn menjalankan ka klas eksekutif / Bangun karta Fakulatif ( khusus sabtu dan minggu ) perjalanan siang misalkan berangkat jombang jam 06.00 sampai Gmr sekitar 18.30 ...he..he ini cuma usul sy aje ya
kalo nantinya okupansinya memuaskan maka bisa di teruskan jadi ka reguler
Kado

mana bisa menjalankan KA klas eksekutif? DAOP Madiun gak punya lok CC mas
waktu kemarin saya ngobrol dengan salah satu petugasnya dia juga bilang bahwa sebenarnya Madiun ingin mendapat jatah lok CC203 atau CC204 tapi sampai sekarang gak kesampaian

Loh ? Emang kamu pikir Bangunkarta Executive punya Daop mana ? Daop Madiun kan ?
Kereta dari Daop Madiun sudah dapat jatah asistensi dari Daop lain, misalnya Bangunkarta yang ditarik lokomotif daop Jakarta. Jadi tetep bisa kalau mau bikin kelas eksa baru, walau gak punya lokomotif. Taapi ya itu, perlu dilihat keadaan pasarnya.
My Facebook = Bilal Ragil Saputra

Nama akun baru dari CC203 35

Reply
#38
(28-12-2011, 05:51 PM)CC203 35 Wrote: Loh ? Emang kamu pikir Bangunkarta Executive punya Daop mana ? Daop Madiun kan ?
Kereta dari Daop Madiun sudah dapat jatah asistensi dari Daop lain, misalnya Bangunkarta yang ditarik lokomotif daop Jakarta. Jadi tetep bisa kalau mau bikin kelas eksa baru, walau gak punya lokomotif. Taapi ya itu, perlu dilihat keadaan pasarnya.

iya, memang Bangunkarta berasal dari DAOP VII Madiun, tapi menurut petugas di stasiun dan dipo lok yang saya ajak ngobrol lok-lok yang mereka miliki saat ini hanyalah BB300 dan lok kelas D, lok untuk Bangunkarta yang saya lihat dipo nya berada di Jatinegara (berdasarkan tulisan yang saya baca di body lok nya)

yang diingankan petugas di sana adalah DIPO di Madiun memiliki lok CC sendiri, dan mereka sih menghendaki CC204
Reply
#39
(28-12-2011, 06:56 PM)mdnboy Wrote:
(28-12-2011, 05:51 PM)CC203 35 Wrote: Loh ? Emang kamu pikir Bangunkarta Executive punya Daop mana ? Daop Madiun kan ?
Kereta dari Daop Madiun sudah dapat jatah asistensi dari Daop lain, misalnya Bangunkarta yang ditarik lokomotif daop Jakarta. Jadi tetep bisa kalau mau bikin kelas eksa baru, walau gak punya lokomotif. Taapi ya itu, perlu dilihat keadaan pasarnya.

iya, memang Bangunkarta berasal dari DAOP VII Madiun, tapi menurut petugas di stasiun dan dipo lok yang saya ajak ngobrol lok-lok yang mereka miliki saat ini hanyalah BB300 dan lok kelas D, lok untuk Bangunkarta yang saya lihat dipo nya berada di Jatinegara (berdasarkan tulisan yang saya baca di body lok nya)

yang diingankan petugas di sana adalah DIPO di Madiun memiliki lok CC sendiri, dan mereka sih menghendaki CC204

Iya memang betul. Tapi kan tetap aja bisa membuat kereta Eksa/Argo baru milik Daop 7 walau tak punya lok. Yang dibahas kan itu. Bangunkarta, Brantas, dan Kahuripan dapet asistensi loko dari daop lain. Selain itu, KA Bangunkarta Eksekutif juga merupakan KA dengan pelayanan yg sangat memuaskan, lebih dari Sembrani, Turangga, Taksaka, dan Argo Anggrek. Brantas merupakan KA Ekonomi ter-aman, dari rangkaiannya sendiri juga cukup nyaman kok. Kahuripan ? I dont know.

Jadi, walau punya kekurangan karena tak punya lokomotif CC, DAOP 7 sendiri mempunyai kelebihan yg tak dimiliki Daop lain.
Tapi saya setuju kalau Daop 7 mau dikasih CC, yaa minimal CC 201 lah. Btw, pernah baca di sebuah artikel (lupa, sekitar 3 bulan yg lalu) lokomotif Daop 5 (Dipo PWT) bakalan ngasih beberapa lok CC201, Daop 3 dan Daop 7 berpeluang mendapatkannya. Tapi sampai sekarang belum ada bukti. Tersenyuum
My Facebook = Bilal Ragil Saputra

Nama akun baru dari CC203 35

Reply
#40
(28-12-2011, 10:19 PM)CC203 35 Wrote: Iya memang betul. Tapi kan tetap aja bisa membuat kereta Eksa/Argo baru milik Daop 7 walau tak punya lok. Yang dibahas kan itu. Bangunkarta, Brantas, dan Kahuripan dapet asistensi loko dari daop lain. Selain itu, KA Bangunkarta Eksekutif juga merupakan KA dengan pelayanan yg sangat memuaskan, lebih dari Sembrani, Turangga, Taksaka, dan Argo Anggrek. Brantas merupakan KA Ekonomi ter-aman, dari rangkaiannya sendiri juga cukup nyaman kok. Kahuripan ? I dont know.

Jadi, walau punya kekurangan karena tak punya lokomotif CC, DAOP 7 sendiri mempunyai kelebihan yg tak dimiliki Daop lain.
Tapi saya setuju kalau Daop 7 mau dikasih CC, yaa minimal CC 201 lah. Btw, pernah baca di sebuah artikel (lupa, sekitar 3 bulan yg lalu) lokomotif Daop 5 (Dipo PWT) bakalan ngasih beberapa lok CC201, Daop 3 dan Daop 7 berpeluang mendapatkannya. Tapi sampai sekarang belum ada bukti. Tersenyuum

kalau CC201 rasanya kok kurang sreg ya petugas di sana waktu saya tanya....
nampak banget mereka menginginkan CC203 atau CC204, tapi kita lihat saja nanti realisasinya...
lagipula rasanya kok janggal, disebelah utara stasiun Madiun ada INKA yang juga memproduksi CC204 (kerjasama dengan GE) tapi sampai sekarang Diponya hanya diisi "roti tawar"
untuk stasiun sebesar Madiun kok terkesan gak banget....
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)