Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Beli Loko Baru
#41
(15-07-2009, 05:44 PM)eling Wrote:
(15-07-2009, 05:25 PM)antimon40 Wrote: Iya nih, masa lok barunya c4 buat narik babaranjang?? Emang lok c4 harganya US$ 2.000.000?? Kalau iya berarti emang c4. Kalau harga c2 berapa ya?? apa termasuk ke 20 loko baru ini??

C2 buatan EMD, jadi yang dibeli cuma C4 Buatan GE.
mau dipakai buat narik babaranjang,Kereta,ketel,dll ya terserah PT KA sebagai ownernya.....
Ngeledek

oiya, lupa mas, kalau c2 buatan EMD Eh iya lupa... Back on Topic ah C20 EMP tuh sejenis dengan U20C??
Loco Project Designer for better Indonesian Railways Tengsin
Reply
#42
yaps....sejenis dengan U20C.....atau dengan kata lain pengembangan dari U20C

[Image: bannersaveourearth.png]

My Website Railway Photography www.flickr.com/photos/Agung_Ajunks

My videos on www.youtube.com/user/cc20409
Reply
#43
Apakah pembelian loko2 ini mengorbankan sesuatu dalam pelayanan PT KA??
Loco Project Designer for better Indonesian Railways Tengsin
Reply
#44
kelihatannya tidak...........

Back on Topic yoek.........jangan OOT melulu........
nanti disemprit sama PKD galak

[Image: bannersaveourearth.png]

My Website Railway Photography www.flickr.com/photos/Agung_Ajunks

My videos on www.youtube.com/user/cc20409
Reply
#45
Kenapa beli loko baru harus ber"kiblat" ke GE dan EMD ?
Nggak ada opsi lain selain GE dan EMD ?
50 tahun Indonesia beli sama GE, alih teknologinya cuman sedikit, paling boogie doang ya ?
Kalo Mesin dan lainnya kapan ?

Back on Topic

nanti dibawa kesini bentuknya apa udah Built Up atau CKD ? kalo CKD boleh tuh di pilemkan cara perakitannya (sekalian nyolong ilmunya Big Grin)
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#46
Yang pasti2 aja mas, masa mau beli loko ke pabrik yg gak jelas suku cadangnya dan kualitasnya?? Apalagi PT KA sudah bermitra cukup lama dengan EMD ataupun GE. Kalau tentang teknologinya dan semacamnya, itu wewenang PT INKA.
Loco Project Designer for better Indonesian Railways Tengsin
Reply
#47
(16-07-2009, 01:32 PM)bonbon Wrote: Back on Topic

nanti dibawa kesini bentuknya apa udah Built Up atau CKD ? kalo CKD boleh tuh di pilemkan cara perakitannya (sekalian nyolong ilmunya Big Grin)

kan di korannya om eling udah ada infonya om.CKD deh kayaknya.
lokonya bakal dirakit di INKA.
####My online hours : Saturday PM - Sunday AM/PM####
Reply
#48
(16-07-2009, 02:01 PM)antimon40 Wrote: Yang pasti2 aja mas, masa mau beli loko ke pabrik yg gak jelas suku cadangnya dan kualitasnya?? Apalagi PT KA sudah bermitra cukup lama dengan EMD ataupun GE. Kalau tentang teknologinya dan semacamnya, itu wewenang PT INKA.

Duh, Sakit napa terlalu nge brand GE dan EMD yah, sayah pengen banged ada loko2 baru eropah berbaur sama loko amrik di pulau jawa dan sumatera. Loko Eropah jg ngga kalah teknologinya, malah berlebih mungkin, untuk selanjutnya silakan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) hubungin Bapak B.J Habibie buat bantu nego loko buatan GermanyNgakak

Heran Apakah ini political will kah Indonesia - USA?
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#49
Gini loh Guys...
Kenapa musti GE???
Yah karena PT. KA sudah kerjasama dengan GE ± 50 tahun...
Bayangkan itu, kerjasama seusia kakek-kakek, berarti sudah saling kenal dong karateristik masing-masing instansi, maunya apa, tujuannya gimana, goalnya apa gitu...
Berikut pernyataannya :

Quote:Bandung, Kompas - PT Kereta Api menandatangani kesepakatan pembelian 20 lokomotif jenis C20-EMP senilai 40 juta dollar AS atau Rp 400 miliar dari General Electric (GE) Transportation. Seluruh lokomotif tersebut selesai diproduksi pada akhir tahun 2010.

Direktur Utama PT KA Ignatius Jonan, Selasa (14/7) di Bandung, mengatakan, sebagian besar dana pembelian lokomotif dari internal PT KA. Bila kurang, dicari dana dari lembaga keuangan pemerintah atau perbankan. "Kami juga mencari sumber dana utama dari GE. Namun, yang pasti, 20 lokomotif tahap pertama ini dibeli tunai," kata Jonan seusai menandatangani nota kesepakatan dengan GE.

Rencananya, 20 lokomotif baru ini untuk mengoptimalkan KA penumpang di Jawa, KA batu bara di Sumatera, dan KA kontainer.

Menurut Jonan, di Jawa dibutuhkan lokomotif berkekuatan 2.000-2.200 horsepower (HP) seharga 2 juta dollar AS. Adapun untuk KA angkutan barang di Sumatera dibutuhkan lokomotif kekuatan 2.700-3.000 HP senilai 2,8 juta-2,9 juta dollar AS.

Hingga empat tahun ke depan, PT KA membutuhkan 150-200 lokomotif. Data Dephub 2008 menyebutkan, 109 lokomotif dari total 342 lokomotif di Indonesia berusia lebih dari 40 tahun.

Direktur Teknik PT KA Darmawan Daud mengatakan, lokomotif GE dipilih sebab telah ada 175 lokomotif GE di Indonesia sehingga perawatan dan penggantian suku cadang akan lebih mudah.

Komponen mesin lokomotif diproduksi di pabrik GE di Erie, Pennsylvania, AS, tetapi dirakit di PT Inka di Madiun. "Saya telah ketemu CEO GE Transportation dan siap bangun 20 loko itu," kata Direktur Utama PT Inka Roos Diatmoko. Inka mampu produksi 15 lokomotif dan akan menjadi 25 lokomotif per tahun.

Komponen lokal dalam pembuatan lokomotif itu kini 22 persen. "Ada niat meningkatkan jadi 30 persen, tetapi Inka juga meski meningkatkan diri," kata Satya Heragandhi, Southeast Asia Sales Director GE Transportation.

Satya mengatakan, selama tahun 2004-2009, Inka merakit 10 unit lokomotif C20-EMP.

Sewa lokomotif

Jonan mengatakan, selain membeli 20 lokomotif, PT KA juga menjajaki menyewa lokomotif GE. Sistem sewa untuk antisipasi kesulitan pembiayaan di tengah krisis keuangan global.

Akan tetapi, Darmawan menyatakan belum sepaham dengan harga penawaran GE. "Mereka menawarkan tarif sewa 2.500 dollar AS atau Rp 25 juta per hari. Itu terlalu mahal," ujarnya.

Sementara itu, Chief Executive Officer GE Transportation Lorenzo Simonelli mengatakan, selama ini Indonesia merupakan salah satu pasar utama lokomotif GE Transportation. "Kami mitra PT KA lebih dari 50 tahun. Perjanjian ini memperkuat pertumbuhan ekonomi Indonesia dan juga pertumbuhan lokomotif GE di seluruh dunia," ujarnya.

Taufik Hidayat, pengamat KA dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), menyetujui pembelian 20 lokomotif itu. "Jaringan rel KA masih banyak yang idle, tak digunakan. Kita butuh lebih banyak loko," ujar Taufik.

Namun, ditekankan Taufik, PT KA harus memperbaiki manajemen logistik pengadaan suku cadang. "Ketersediaan suku cadang lokomotif yang ditunjang basis data penyediaan suku cadang mutlak harus ada," ujarnya. (GRE/RYO)

Semoga jelas.

[Image: spammingsj0.gif]
Reply
#50
Tapi tecnologinya canggih yg mana antara GE & EMD??
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)