Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kpan da passenger locomotiv di Indonesia
#51
(09-03-2010, 08:52 AM)bonbon Wrote: iya tuh BB301 & 304 dulu malah sempet downgrade narik Babarandek Cigading - Bekasi, pdhl lebih cocok buat narik passenger

bukan sempet bos, tp mang loko BB Dipo Induk THB buat narik rangkaian Babarandek, tp sekarang2 ini udah jarang mungkin karena kekuatannya semakin hari semakin menurun sehingga posisinya digantikan oelh loko seri CC yg dinas buat narik Babarandek. untuk loko BB kan katanya mo direpowering, mungkin aja setelah direpowering neh loko bisa melibas rel dengan kecepatan maks. 120kpj sehingga bisa dijadikan passenger locomotive
Reply
#52
(08-03-2010, 07:29 PM)bintangsendja Wrote: CC200 jenisnya adalah Universal juga, untuk menarik rangkaian kereta penumpang dan gerbong barang. Jadi memang di Indonesia tidak pernah ada lokomotif yang khusus dibuat untuk menarik KA penumpang (mungkin dengan pengecualian seri BB301 dan BB304 yang gear ratio-nya memungkinkan untuk mencapai kecepatan maksimum 120 km/jam).

bintangsendja

Apa istilah "gear ratio" berlaku untuk lokomotif diesel hidrolik?

Gear ratio sebenarnya adalah istilah yang digunakan untuk perbedaan ukuran gir yang terpasang di as roda dengan as motor traksi di lokomotif diesel elektrik.
Reply
#53
(09-03-2010, 11:02 AM)bagus70 Wrote:
(08-03-2010, 07:29 PM)bintangsendja Wrote: CC200 jenisnya adalah Universal juga, untuk menarik rangkaian kereta penumpang dan gerbong barang. Jadi memang di Indonesia tidak pernah ada lokomotif yang khusus dibuat untuk menarik KA penumpang (mungkin dengan pengecualian seri BB301 dan BB304 yang gear ratio-nya memungkinkan untuk mencapai kecepatan maksimum 120 km/jam).

bintangsendja

Apa istilah "gear ratio" berlaku untuk lokomotif diesel hidrolik?

Gear ratio sebenarnya adalah istilah yang digunakan untuk perbedaan ukuran gir yang terpasang di as roda dengan as motor traksi di lokomotif diesel elektrik.

Lok DH pasti juga pake gear kang, buat mereduksi kecepatan dan memperbesar torsi. Mungkin istilah gear ratio bukan menunjukkan perbandingan ukuran gir antara as roda dengan motor traksi (memang ga pake motor traksi) namun menunjuk pada hidraulic torque converternya. CMIIW
Loco Project Designer for better Indonesian Railways Tengsin
Reply
#54
(09-03-2010, 10:55 AM)CC_20413 Wrote:
(09-03-2010, 08:52 AM)bonbon Wrote: iya tuh BB301 & 304 dulu malah sempet downgrade narik Babarandek Cigading - Bekasi, pdhl lebih cocok buat narik passenger

bukan sempet bos, tp mang loko BB Dipo Induk THB buat narik rangkaian Babarandek, tp sekarang2 ini udah jarang mungkin karena kekuatannya semakin hari semakin menurun sehingga posisinya digantikan oelh loko seri CC yg dinas buat narik Babarandek. untuk loko BB kan katanya mo direpowering, mungkin aja setelah direpowering neh loko bisa melibas rel dengan kecepatan maks. 120kpj sehingga bisa dijadikan passenger locomotive

apa kekuatannya menurun gara2 keseringan/dipaksakan bawa gerbong selain penumpang dan di samping faktor usianya...
Dulu sering CRan PP Bekasi, liat si BB30X "ngeden" banged bawa Babarandek
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#55
(09-03-2010, 12:08 PM)antimon40 Wrote: Lok DH pasti juga pake gear kang, buat mereduksi kecepatan dan memperbesar torsi. Mungkin istilah gear ratio bukan menunjukkan perbandingan ukuran gir antara as roda dengan motor traksi (memang ga pake motor traksi) namun menunjuk pada hidraulic torque converternya. CMIIW
Walaupun begitu, di Indonesia tidak ada klasifikasi khusus tentang loko DH, seperti konteks "Passenger Locomotive".
Kecepatannya tergantung tenaga, makin besar tenaga makin cepat jalannya dan makin banyak gerbong yang bisa dibawa.

Konsep seperti itu tak berlaku di lokomotif DE....
Reply
#56
(09-03-2010, 12:11 PM)bonbon Wrote:
(09-03-2010, 10:55 AM)CC_20413 Wrote:
(09-03-2010, 08:52 AM)bonbon Wrote: iya tuh BB301 & 304 dulu malah sempet downgrade narik Babarandek Cigading - Bekasi, pdhl lebih cocok buat narik passenger

bukan sempet bos, tp mang loko BB Dipo Induk THB buat narik rangkaian Babarandek, tp sekarang2 ini udah jarang mungkin karena kekuatannya semakin hari semakin menurun sehingga posisinya digantikan oelh loko seri CC yg dinas buat narik Babarandek. untuk loko BB kan katanya mo direpowering, mungkin aja setelah direpowering neh loko bisa melibas rel dengan kecepatan maks. 120kpj sehingga bisa dijadikan passenger locomotive

apa kekuatannya menurun gara2 keseringan/dipaksakan bawa gerbong selain penumpang dan di samping faktor usianya...
Dulu sering CRan PP Bekasi, liat si BB30X "ngeden" banged bawa Babarandek

bukannya menurun gara2 keseringan bawa gerbong barang gan, tp karena emang faktor usia, n kalo "ngeden" itu menurut mass yg pernah ane ajak ngobrol pas CR dari JNG ke BKS karena si BB30xxx terlalu dipaksakan untuk narik Babarandek yang cukup berat (kondisi full loaded), tp sekarang Babarandek selalu menggunakan loko seri CC. apa loko BB dah kembali menarik KA penumpang?......... kalo loko BB larinya dah bisa kenceng kayak waktu kondisi loko BB tersebut masih baru mungkin akan digunakan khusus narik KA Penumpang walaupun relasinya gak jauh2 amat
Reply
#57
Untuk saat ini yang paling cocok ya universal loco. Kalo mau khusus passenger locomotive, maka harus nunggu sampe PT KA berubah kondisinya jadi lebih baik
Loco Project Designer for better Indonesian Railways Tengsin
Reply
#58
Jujur ya. Sebenarnya PT KA sekarang sudah berubah ke kondisi yang lebih baik jika dibandingkan dengan sebelumnya. Hal utama yang membantu PT KA adalah adanya DT. Sebagai buktinya adalah pembelian gerbong gajayana baru 2 set tahun 2009 kemarin. Gerbong ini tidak ada embel2nya Dephub. Berbeda dengan yang tahun 2008, ini menunjukkan bahwa dalam pembelian gerbong murni semuanya dari PT KA tanpa bantuan Dephub. Sehingga tidak dipungkiri PT KA dapat membeli passanger loc tapi karena prospek penumpang yang hanya cerah saat weekend atau holiday sehingga cukup memakai tipe universal yang penting penumpang sampai ke tempat tujuan dengan selamat dan tepat waktu.
Reply
#59
Yoi kang. Mau pake passenger loc atau universal loc yang penting penumpang sampe di tujuan dengan selamat dan tepat waktu. Selama hal ini masih bisa dipenuhi, saya rasa cukup dengan universal loc. Ppenumpang mah ga terlalu peduli (kecuali para RF) tentang jenis lok yang menarik rangkaian KA mereka.
Loco Project Designer for better Indonesian Railways Tengsin
Reply
#60
setuju gan, yg penting buat masyarakat umum pengguna jasa transportasi KA cuma, keselamatan, keamanan, kenyamanan dan ketepatan waktu. masalah loko mah mereka gak mikirin, mo ditarik loko barang, loko penumpang atau bahkan loko uap sekalipun kayaknya gak ada masalah yg penting faktor2 tadi telah terpenuhi, masyarakat pasti akan memberi apresiasi yg baik buat PT. KAI
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)