Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Jalur Selatan Jabar yang Mulai Tak Menjual
#1
assalamualaikum,

sahabat spoors tentunya pernah naik KA. yang melewati Jalur selatan Jabar bukan? pernah memperhatikan panorama yang semakin tahun semakin menghilang dari Bumi Pasundan-Pajajaran-Priangan?

Jalur selatan sesuai dengan promo PT KA Indonesia jalur ini tidak hanya menjual KA. sebagai moda angkutan tapi juga menjual Pemandangannya, Tebing, Jurang, Gunung, Air Terjun Kecil, Lembah, Sawah dan sebagainya.

namun setiap tahun, Pemandangan itu semakin menghilang, tergantikan oleh Banyak Galian C yang ada di kiri-kanan Jalur KA.

Contohnya :

Galian Tanah yang mengeruk Bukit di dekat Stasiun Plered - Purwakarta (DAOPS 2 Bandung)

Galian Tanah yang semakin besar mengeruk perbukitan Cikalong diarah stasiun Cilame (DAOPS 2 Bandung) dan sebagainya.

sebagai penggemar spoors saya rasa sudah waktunya ada kampanye besar tentang lingkungan, seperti hal-nya kampanye besar tentang pelestarian sejarah yang sekarang telah menemukan realisasinya...

____________________________________

bagaimana dengan Pendapat kalian?

wassalam
Ricky Pratama
Terimakasih telah Melestarikan Peninggalan Sejarah qta
Reply
#2
Itu bukan jalur selatan mas, tapi jalur tengah.

Yang terhitung jalur selatan adalah jalur Bogor-Sukabumi-Bandung-Tasikmalaya.

Dan jalur Bandung-Tasikmalaya-Banjar, Alhamdulillah, belum diusik. Saya rasa rute terakhir ini tidak pernah anda jamah.
Reply
#3
(14-08-2010, 08:08 AM)reynan Wrote: assalamualaikum,

sahabat spoors tentunya pernah naik KA. yang melewati Jalur selatan Jabar bukan? pernah memperhatikan panorama yang semakin tahun semakin menghilang dari Bumi Pasundan-Pajajaran-Priangan?

Jalur selatan sesuai dengan promo PT KA Indonesia jalur ini tidak hanya menjual KA. sebagai moda angkutan tapi juga menjual Pemandangannya, Tebing, Jurang, Gunung, Air Terjun Kecil, Lembah, Sawah dan sebagainya.

namun setiap tahun, Pemandangan itu semakin menghilang, tergantikan oleh Banyak Galian C yang ada di kiri-kanan Jalur KA.

Contohnya :

Galian Tanah yang mengeruk Bukit di dekat Stasiun Plered - Purwakarta (DAOPS 2 Bandung)

Galian Tanah yang semakin besar mengeruk perbukitan Cikalong diarah stasiun Cilame (DAOPS 2 Bandung) dan sebagainya.

sebagai penggemar spoors saya rasa sudah waktunya ada kampanye besar tentang lingkungan, seperti hal-nya kampanye besar tentang pelestarian sejarah yang sekarang telah menemukan realisasinya...

____________________________________

bagaimana dengan Pendapat kalian?

wassalam
Ricky Pratama
urun pendapat :
Ane rasa perihal ini wewenangnya justru ada pada Dinas Lingkungan terkait... PT KA nggak bisa secara langsung ikut campur dengan urusan di luar wewenangnya ... paling-paling hanya mengkoordinasikan dengan dinas terkait.
OOT : But at least : Kembali kita disadarkan akan pentingnya hiduo berwawasan lingkungan... segala aktifitas manusia diusahakan tidak merusak lingkungan .
Reply
#4
(14-08-2010, 08:08 AM)reynan Wrote: assalamualaikum,

sahabat spoors tentunya pernah naik KA. yang melewati Jalur selatan Jabar bukan? pernah memperhatikan panorama yang semakin tahun semakin menghilang dari Bumi Pasundan-Pajajaran-Priangan?

Jalur selatan sesuai dengan promo PT KA Indonesia jalur ini tidak hanya menjual KA. sebagai moda angkutan tapi juga menjual Pemandangannya, Tebing, Jurang, Gunung, Air Terjun Kecil, Lembah, Sawah dan sebagainya.

namun setiap tahun, Pemandangan itu semakin menghilang, tergantikan oleh Banyak Galian C yang ada di kiri-kanan Jalur KA.

Contohnya :

Galian Tanah yang mengeruk Bukit di dekat Stasiun Plered - Purwakarta (DAOPS 2 Bandung)

Galian Tanah yang semakin besar mengeruk perbukitan Cikalong diarah stasiun Cilame (DAOPS 2 Bandung) dan sebagainya.

sebagai penggemar spoors saya rasa sudah waktunya ada kampanye besar tentang lingkungan, seperti hal-nya kampanye besar tentang pelestarian sejarah yang sekarang telah menemukan realisasinya...

____________________________________

bagaimana dengan Pendapat kalian?

wassalam
Ricky Pratama

jangankan di plered, di sekitar petak leles-lebakjero-nagreg juga sudah dibangun ringroad... itu drikarenakan degradasi lahan yang tidak dapat menampung mobilisasi manusia terhadap lingkungan... susah juga mendidik manusia kalau sudah konsumtifSedih
seandainya ada kereta ke Pangandaran... mungkin bisa lebih hidup pariwisata di wilayah priangan timur, sedikit emisi untuk menyelamatkan bumi kita, naiklah kereta api....
Reply
#5

jangankan di plered, di sekitar petak leles-lebakjero-nagreg juga sudah dibangun ringroad... itu drikarenakan degradasi lahan yang tidak dapat menampung mobilisasi manusia terhadap lingkungan... susah juga mendidik manusia kalau sudah konsumtifSedih
[/quote]

assalamualaikum,

Benar banget tu gilang, Pembangunan Ring-road di Petak Nagrek-Lelesmemang tujuannya untuk memperlancar arus transportasi, namun sayang semuanya selalu saja demi kepentingan sesaat tanpa memperhitungkan lebih jauh aspek lingkungannya...

Kemabli ke masalah Jalur Selatan Jabar, apa ni yang bisa dilakukan oleg Spoors fans kaya qta?

[Image: overstappen.png]
(14-08-2010, 11:48 AM)bagus70 Wrote: Itu bukan jalur selatan mas, tapi jalur tengah.

Yang terhitung jalur selatan adalah jalur Bogor-Sukabumi-Bandung-Tasikmalaya.

Dan jalur Bandung-Tasikmalaya-Banjar, Alhamdulillah, belum diusik. Saya rasa rute terakhir ini tidak pernah anda jamah.

assalamualaikum,

Kang bagus, ya Jalur selatan Jabar, saya menggunakan juga jalur dari Bandung hingga Kutoarjo tentunya lewatRajapolah-Banjar-Sidareja-Kroya Wink

seperti yang telah dijelaskan oleh kang Gilang, bahwa telah terjadi degradasi di Nagrek-Leles, silahkan coba akang check sendiri kebenarannya

wassalam
Terimakasih telah Melestarikan Peninggalan Sejarah qta
Reply
#6
kalo menurut saya pernyataan "jalur selatan jabar yang mulai tidak menjual" itu terlalu buru2, karena tidak semua di jalur ini mengalami kerusakan alam tapi hanya sebagian dari seluruh jalur yang ada, meskipun demikian jalur selatan jabar ini tetaplah ada nilai jual yang sangat tinggi dengan kontur dan tekstur alam yang dimiliki oleh daerah priangan ini....Xie Xie
Reply
#7
(15-08-2010, 09:37 AM)ebret_cc20191 Wrote: kalo menurut saya pernyataan "jalur selatan jabar yang mulai tidak menjual" itu terlalu buru2, karena tidak semua di jalur ini mengalami kerusakan alam tapi hanya sebagian dari seluruh jalur yang ada, meskipun demikian jalur selatan jabar ini tetaplah ada nilai jual yang sangat tinggi dengan kontur dan tekstur alam yang dimiliki oleh daerah priangan ini....Xie Xie

Assalamualaikum,

iya masih ada yang bagus, berbukit dan berbatu karang cadas... Wink

makanya Topik saya ditag dengan kata "Mulai Tidak Menjual" bukan "Tidak Menjual"

begitu Kang Ebet...

wassalam
Ricky Pratama
Terimakasih telah Melestarikan Peninggalan Sejarah qta
Reply
#8
Saya rasa postingan kang ebret memback up argumentasi saya. Buktinya jalur ini masih populer di kalangan turis mancanegara.

(15-08-2010, 09:37 AM)ebret_cc20191 Wrote: kalo menurut saya pernyataan "jalur selatan jabar yang mulai tidak menjual" itu terlalu buru2, karena tidak semua di jalur ini mengalami kerusakan alam tapi hanya sebagian dari seluruh jalur yang ada, meskipun demikian jalur selatan jabar ini tetaplah ada nilai jual yang sangat tinggi dengan kontur dan tekstur alam yang dimiliki oleh daerah priangan ini....Xie Xie

Reply
#9
(16-08-2010, 12:02 PM)bagus70 Wrote: Saya rasa postingan kang ebret memback up argumentasi saya. Buktinya jalur ini masih populer di kalangan turis mancanegara.

(15-08-2010, 09:37 AM)ebret_cc20191 Wrote: kalo menurut saya pernyataan "jalur selatan jabar yang mulai tidak menjual" itu terlalu buru2, karena tidak semua di jalur ini mengalami kerusakan alam tapi hanya sebagian dari seluruh jalur yang ada, meskipun demikian jalur selatan jabar ini tetaplah ada nilai jual yang sangat tinggi dengan kontur dan tekstur alam yang dimiliki oleh daerah priangan ini....Xie Xie

mikum, iya ya turis yang Mau ke Banjar suka naik ini semenjak KA Priangan Ekspress di bunuh... Wink

tapi menurut saya tetep mulai tidak menjual pemandangannya Wink

wassalam
Ricky Pratama

nb : kalau jalur Banjar-Cijulang ada lagi... mungkin gak ya KA Priangan Ekspress dihidupkan kembali
Terimakasih telah Melestarikan Peninggalan Sejarah qta
Reply
#10
(17-08-2010, 01:37 PM)reynan Wrote:
(16-08-2010, 12:02 PM)bagus70 Wrote: Saya rasa postingan kang ebret memback up argumentasi saya. Buktinya jalur ini masih populer di kalangan turis mancanegara.

(15-08-2010, 09:37 AM)ebret_cc20191 Wrote: kalo menurut saya pernyataan "jalur selatan jabar yang mulai tidak menjual" itu terlalu buru2, karena tidak semua di jalur ini mengalami kerusakan alam tapi hanya sebagian dari seluruh jalur yang ada, meskipun demikian jalur selatan jabar ini tetaplah ada nilai jual yang sangat tinggi dengan kontur dan tekstur alam yang dimiliki oleh daerah priangan ini....Xie Xie

mikum, iya ya turis yang Mau ke Banjar suka naik ini semenjak KA Priangan Ekspress di bunuh... Wink

tapi menurut saya tetep mulai tidak menjual pemandangannya Wink

wassalam
Ricky Pratama

nb : kalau jalur Banjar-Cijulang ada lagi... mungkin gak ya KA Priangan Ekspress dihidupkan kembali

sampai dengan sekarang belum pernah dengar kerusakan alam yang disengaja oleh manusia kecuali longsor...kayanya pernyataan "jalur selatan jabar yang mulai tidak menjual" lebih shahih dengan adanya poto dimana kita bisa lihat seberapa parah kerusakan yang terjadi....
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)