Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Wonogiri
(15-04-2011, 12:50 PM)Narendro Anindito Wrote:
(15-04-2011, 12:23 PM)nikmuracell Wrote: Gan ... help me dong, sudahkah broperasi rail busnya? harga tiket berapa sekali jalan, Jam penampakannya pukul brapa? sekalian juga yak yg feedernya...

(thanks sblommnye..)

Railbus blm jalan.. blm ada kabar lg.. jadwal jg belum ada... untuk harga tiket setahu saya akan disamakan dengan tarif fedeer yaitu Rp 2000.

untuk Fedeer berangkat PWS sekitar jam 08.30, kalau tidak ngaret... sampai WNG 2 jam dari itu..
Berangkat WNG tepat jam 14.00, sampai PWS pukul 16.00 kalau tidak telat...
Bye Bye

Dulu pernah dimuat di koran Solopos, kalau tidak salah berdasarkan perkiraan konsumsi solarnya apabila railbus nantinya jalan akan dikenakan tarif Rp 4000
Reply
(19-04-2011, 05:42 PM)erka05 Wrote:
(15-04-2011, 12:50 PM)Narendro Anindito Wrote:
(15-04-2011, 12:23 PM)nikmuracell Wrote: Gan ... help me dong, sudahkah broperasi rail busnya? harga tiket berapa sekali jalan, Jam penampakannya pukul brapa? sekalian juga yak yg feedernya...

(thanks sblommnye..)

Railbus blm jalan.. blm ada kabar lg.. jadwal jg belum ada... untuk harga tiket setahu saya akan disamakan dengan tarif fedeer yaitu Rp 2000.

untuk Fedeer berangkat PWS sekitar jam 08.30, kalau tidak ngaret... sampai WNG 2 jam dari itu..
Berangkat WNG tepat jam 14.00, sampai PWS pukul 16.00 kalau tidak telat...
Bye Bye

Dulu pernah dimuat di koran Solopos, kalau tidak salah berdasarkan perkiraan konsumsi solarnya apabila railbus nantinya jalan akan dikenakan tarif Rp 4000
makanye tong yg udeh² ane tanya dah beroperasi bloom inih, mao ngicipin... situ orang WNG yah..? kalo naiknya dari PWSkan brow..?

[spoiler=BRAKE.Emergency use only]

[/spoiler]
Reply
Kapan di luncurkan? ga sabar.
Reply
(19-04-2011, 07:07 PM)nikmuracell Wrote:
(19-04-2011, 05:42 PM)erka05 Wrote:
(15-04-2011, 12:50 PM)Narendro Anindito Wrote:
(15-04-2011, 12:23 PM)nikmuracell Wrote: Gan ... help me dong, sudahkah broperasi rail busnya? harga tiket berapa sekali jalan, Jam penampakannya pukul brapa? sekalian juga yak yg feedernya...

(thanks sblommnye..)

Railbus blm jalan.. blm ada kabar lg.. jadwal jg belum ada... untuk harga tiket setahu saya akan disamakan dengan tarif fedeer yaitu Rp 2000.

untuk Fedeer berangkat PWS sekitar jam 08.30, kalau tidak ngaret... sampai WNG 2 jam dari itu..
Berangkat WNG tepat jam 14.00, sampai PWS pukul 16.00 kalau tidak telat...
Bye Bye

Dulu pernah dimuat di koran Solopos, kalau tidak salah berdasarkan perkiraan konsumsi solarnya apabila railbus nantinya jalan akan dikenakan tarif Rp 4000
makanye tong yg udeh² ane tanya dah beroperasi bloom inih, mao ngicipin... situ orang WNG yah..? kalo naiknya dari PWSkan brow..?

railbus? Menurut rencana bisa dari Balapan / Purwosari, Sangkrah, dst s.d Wonogiri Tersenyuum
.
Reply
mau tanya nih, feeder tu start nya dari pws apa slo?
soalnya minggu besok mau nyobain feeder. rencananya mau naik 106 (snjut slo) sampe slo. cz klo naik 154 (bengawan) ga nahan penuhnya.

klo seandainya feeder ga start dr slo ada yang tau ga dr slo ke pws paling enak naik apa?

btw msh sempet ngejar feeder kan klo naik 106?
Reply
(03-05-2011, 11:43 PM)chupink Wrote: mau tanya nih, feeder tu start nya dari pws apa slo?
soalnya minggu besok mau nyobain feeder. rencananya mau naik 106 (snjut slo) sampe slo. cz klo naik 154 (bengawan) ga nahan penuhnya.

klo seandainya feeder ga start dr slo ada yang tau ga dr slo ke pws paling enak naik apa?

btw msh sempet ngejar feeder kan klo naik 106?

start awal tetep dari solo...
dan kekejar kok kalo naek utama solo...karena feeder berangkat sekitar jam 8....

kalo dari slo ke pws enaknya naek bisa ATMO tarif jauh dekat Rp 2500 Ngakak(cegat aja di depan stasiun) nanti bisa langsung berhenti didepan stasiun pws....
Reply
feeder jalan kalau si bengawan dah sampai ! karena feeder satu paket jadwal nya dengan kereta bengawan dan di peruntukan bagi para penumpang bengawan yang bertempat tinggal di daerah di sepanjang track purwosari - wonogiri
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
http://www.flickr.com/photos/36503981@N02/

Reply
kabar gembira.. segera dioperasikan KRD Wonogiri - Solo Ceria
Quote:PT Kereta Api akan Buka Jalur Wonogiri - Solo
Rabu, 04 Mei 2011 | 12:57 WIB
TEMPO/Nita Dian

TEMPO Interaktif, Wonogiri - PT Kereta Api Indonesia berencana akan menambah jalur kereta baru, yakni rute Wonogiri – Solo dengan menggunakan kereta rel diesel elektrik. Penambahan jalur itu karena rute Wonogiri – Solo punya potensi ekonomi yang menguntungkan.
Berita terkait

Rencana tersebut diungkapkan oleh juru bicara PT Kereta Api Daerah Operasi VI Yogyakarta, Eko Budiyanto saat melakukan uji coba melintasi jalur tersebut dengan kereta rel diesel. “Masyarakat Wonogiri memiliki mobilitas yang sangat tinggi,” kata Eko, Rabu 4 Mei 2011.

Dia mengatakan, pihaknya sudah cukup lama melakukan pengamatan mengenai potensi penumpang dari Wonogiri.”Bus dari Wonogiri yang berhenti di Solo selalu penuh,” kata Eko. Dia yakin, banyak penumpang yang berminat untuk melakukan perjalanan dengan kereta api lantaran memiliki jadwal yang pasti.

Selama ini, jalur rel Wonogiri Solo itu hanya dilintasi oleh satu kereta feeder (terusan) dari KA Senja Bengawan jurusan Solo-Jakarta. “Feeder itu mengambil penumpang dari Wonogiri,” kata Eko. Kereta berlokomotif kecil yang hanya menarik dua gerbong itu menurutnya selalu penuh penumpang. Sengaja mereka hanya mengoperasikan KA berlokomotif kecil mengingat ukuran rel di jalur tersebut tidak memadai untuk dilintasi lokomotif besar.

Namun sejak tahun lalu, satuan tugas yang berasal dari PT KA dan Kementerian Perhubungan telah melakukan perbaikan dan penggantian rel serta jembatan di jalur Wonogiri-Solo itu. Rel yang semula berukuran kecil saat ini telah diganti dengan rel tipe R 42 yang berukuran lebih besar. Total panjangnya mencapai 37 kilometer. Makanya, saat ini kami berani uji coba melintasi dengan kereta rel diesel,” kata Eko.

Hanya saja, Eko belum bisa memastikan kapan kereta api itu akan dioperasikan. “Kami harap secepatnya,” kata Eko. Mereka juga belum bisa memperkirakan besaran tarif tiket yang akan diberlakukan.

Terhadap rencana ini, pelaku usaha bus di Wonogiri merasa pasrah. “Bisnis angkutan saat ini sedang lesu,” kata pengurus Organisasi Angkutan Darat Wonogiri, Eddy Purwanto. Dia mengatakan jika selama ini bus terlihat penuh lantaran jumlah bus yang beroperasi tinggal sedikit.

Dia menjelaskan, saat ini jumlah bus antarkota dalam provinsi yang beroperasi menyusut tinggal 30 persen dibanding lima tahun lalu. “Banyak bus menganggur dan hanya beroperasi saat kondisi penumpang ramai,” kata pemilik bus Sumba Putra tersebut.

Eddy menyebut, lesunya bisnis angkutan itu disebabkan oleh banyaknya masyarakat yang beralih ke kendaraan pribadi serta sepeda motor. Pemerintah menurutnya tidak memiliki upaya untuk membatasi penggunaan kendaraan pribadi. “Mengenai pengoperasian kereta api itu kami hanya bias pasrah, tidak bisa komentar lagi,” katanya.

AHMAD RAFIQ
Reply
Wes teko kene tah warta'ne,?? Ngakak
MONGGO ( facebok- Pengumuman -flicker ) MAMPIR
Reply
Narendro Anindito Wrote:[spoiler]
04-May-2011, 02:27 PM
kabar gembira.. segera dioperasikan KRD Wonogiri - Solo

QuoteWekT Kereta Api akan Buka Jalur Wonogiri - Solo
Rabu, 04 Mei 2011 | 12:57 WIB
TEMPO/Nita Dian

TEMPO Interaktif, Wonogiri - PT Kereta Api Indonesia berencana akan menambah jalur kereta baru, yakni rute Wonogiri – Solo dengan menggunakan kereta rel diesel elektrik. Penambahan jalur itu karena rute Wonogiri – Solo punya potensi ekonomi yang menguntungkan.
Berita terkait

Rencana tersebut diungkapkan oleh juru bicara PT Kereta Api Daerah Operasi VI Yogyakarta, Eko Budiyanto saat melakukan uji coba melintasi jalur tersebut dengan kereta rel diesel. “Masyarakat Wonogiri memiliki mobilitas yang sangat tinggi,” kata Eko, Rabu 4 Mei 2011.

Dia mengatakan, pihaknya sudah cukup lama melakukan pengamatan mengenai potensi penumpang dari Wonogiri.”Bus dari Wonogiri yang berhenti di Solo selalu penuh,” kata Eko. Dia yakin, banyak penumpang yang berminat untuk melakukan perjalanan dengan kereta api lantaran memiliki jadwal yang pasti.

Selama ini, jalur rel Wonogiri Solo itu hanya dilintasi oleh satu kereta feeder (terusan) dari KA Senja Bengawan jurusan Solo-Jakarta. “Feeder itu mengambil penumpang dari Wonogiri,” kata Eko. Kereta berlokomotif kecil yang hanya menarik dua gerbong itu menurutnya selalu penuh penumpang. Sengaja mereka hanya mengoperasikan KA berlokomotif kecil mengingat ukuran rel di jalur tersebut tidak memadai untuk dilintasi lokomotif besar.

Namun sejak tahun lalu, satuan tugas yang berasal dari PT KA dan Kementerian Perhubungan telah melakukan perbaikan dan penggantian rel serta jembatan di jalur Wonogiri-Solo itu. Rel yang semula berukuran kecil saat ini telah diganti dengan rel tipe R 42 yang berukuran lebih besar. Total panjangnya mencapai 37 kilometer. Makanya, saat ini kami berani uji coba melintasi dengan kereta rel diesel,” kata Eko.

Hanya saja, Eko belum bisa memastikan kapan kereta api itu akan dioperasikan. “Kami harap secepatnya,” kata Eko. Mereka juga belum bisa memperkirakan besaran tarif tiket yang akan diberlakukan.

Terhadap rencana ini, pelaku usaha bus di Wonogiri merasa pasrah. “Bisnis angkutan saat ini sedang lesu,” kata pengurus Organisasi Angkutan Darat Wonogiri, Eddy Purwanto. Dia mengatakan jika selama ini bus terlihat penuh lantaran jumlah bus yang beroperasi tinggal sedikit.

Dia menjelaskan, saat ini jumlah bus antarkota dalam provinsi yang beroperasi menyusut tinggal 30 persen dibanding lima tahun lalu. “Banyak bus menganggur dan hanya beroperasi saat kondisi penumpang ramai,” kata pemilik bus Sumba Putra tersebut.

Eddy menyebut, lesunya bisnis angkutan itu disebabkan oleh banyaknya masyarakat yang beralih ke kendaraan pribadi serta sepeda motor. Pemerintah menurutnya tidak memiliki upaya untuk membatasi penggunaan kendaraan pribadi. “Mengenai pengoperasian kereta api itu kami hanya bias pasrah, tidak bisa komentar lagi,” katanya.

AHMAD RAFIQ
[/spoiler]

Semoga saja penumpangnya ( okupansinya } bagus seperti Pramex , berkembang dan maju pesat , tentu saja harapannya tidak bernasib seperti KA Banyubiru , mengingat study kelayakan memakan waktu yang cukup lama.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 5 Guest(s)