Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Wonogiri
Di halaman Wonogiri, Solopos hari ini ada foto KRD terong lewat jembatan yg bawahnya jalan raya (Wonogiri)
.
Reply
(05-05-2011, 09:17 AM)animaX Wrote: Di halaman Wonogiri, Solopos hari ini ada foto KRD terong lewat jembatan yg bawahnya jalan raya (Wonogiri)

berita ini ya kang????
http://www.solopos.com/2011/wonogiri/fee...eksi-96191

[Image: 30dl4ie.jpg]
Reply
Quote:KA Feeder Bakal Diganti KA Diesel
Kamis, 05/05/2011 09:00 WIB - Eko Sudarsono

WONOGIRI—Kereta Api (KA) feeder yang melayani rute Solo-Wonogiri, bakal segera digantikan dengan KA diesel elektronik. Kendati kejelasan waktu dimulainya belum diketahui. Penegasan tersebut disampaikan Humas PT KA Daerah Operasi VI Yogyakarta Eko Budiyanto usai melakukan inspeksi rel Solo-Wonogiri, Rabu (4/5). “Rencana memang ada tapi belum bisa dipastikan kapan. Tadi (Rabu-red) kita baru uji coba sekaligus inspeksi jalur rel,” jelas dia.

Menurutnya, hasil inspeksi rel Wonogiri-Solo sudah memenuhi syarat. Terlebih jalur baru saja mendapatkan perbaikan. Oleh karenanya, adanya rail bus yang digadang Pemkot Solo dipastikan dapat melintas dengan baik. Yang patut diresahkan justru adalah keberadaan beberapa rumah warga yang dekat dengan rel. Juga masih adanya warga yang memanfaatkan lintasan untuk menjemur pakaian dan kain batik di wilayah Sukoharjo. Pihaknya, optimis jalur kereta api Wonogiri-Solo masih bisa bertahan dan diminati.

Eko Sudarsono


@samnawi

bukan. di edisi cetak.
.
Reply
Wah sebuah kabar bagus ... KRD bisa menjelajah rute Purwosari - Wonogiri ... Rutenya bisa diperpanjang nih ... Ngiler
Pengennya Feeder si Mbah D tetep dinas juga ... Ngiler
Reply
si janda lintas ke WNG, wajib di coba ini....Big Grin

Reply
(05-05-2011, 09:55 AM)animaX Wrote:
Quote:KA Feeder Bakal Diganti KA Diesel
Kamis, 05/05/2011 09:00 WIB - Eko Sudarsono

WONOGIRI—Kereta Api (KA) feeder yang melayani rute Solo-Wonogiri, bakal segera digantikan dengan KA diesel elektronik. Kendati kejelasan waktu dimulainya belum diketahui. Penegasan tersebut disampaikan Humas PT KA Daerah Operasi VI Yogyakarta Eko Budiyanto usai melakukan inspeksi rel Solo-Wonogiri, Rabu (4/5). “Rencana memang ada tapi belum bisa dipastikan kapan. Tadi (Rabu-red) kita baru uji coba sekaligus inspeksi jalur rel,” jelas dia.

Menurutnya, hasil inspeksi rel Wonogiri-Solo sudah memenuhi syarat. Terlebih jalur baru saja mendapatkan perbaikan. Oleh karenanya, adanya rail bus yang digadang Pemkot Solo dipastikan dapat melintas dengan baik. Yang patut diresahkan justru adalah keberadaan beberapa rumah warga yang dekat dengan rel. Juga masih adanya warga yang memanfaatkan lintasan untuk menjemur pakaian dan kain batik di wilayah Sukoharjo. Pihaknya, optimis jalur kereta api Wonogiri-Solo masih bisa bertahan dan diminati.

Eko Sudarsono


@samnawi

bukan. di edisi cetak.

oooo..... itu link juga lama bukanya, hehehe....

[Image: 30dl4ie.jpg]
Reply
(05-05-2011, 04:19 AM)Narendro Anindito Wrote: kalo kecepatan seharusnya meningkat lah, kan akan menyaingi bus kota. dan rel udah bagus kok sekarang... dan mudah²an ga di demo para awak bus
Xie Xie

akhirnya terjadi juga yang saya khawatirkan Sakit
Quote:Pengusaha bus Wonogiri khawatirkan rencana KRD Solo-Wonogiri
By on 5 Mei 2011

Wonogiri (Solopos.com) – Kalangan pengusaha bus terutama jurusan Wonogiri-Solo mengaku merasa terancam dengan rencana pengoperasian kereta rel diesel (KRD) untuk menggantikan kereta api (KA) feeder.

Salah satu pengusaha bus jurusan Wonogiri-Solo, Hendro, saat dihubungi Espos, Kamis (5/5) mengungkapkan, saat ini saja penumpang bus jurusan Wonogiri-Solo sudah sepi. Dengan dioperasikannya kereta sekelas Prameks pada jalur Wonogiri-Solo, maka bisa dipastikan penumpang bus akan semakin berkurang.

“Wah, bisa remuk kami nanti kalau kereta sekelas Prameks beroperasi di jalur Wonogiri-Solo. Apalagi kalau sampai dijadwal seperti Prameks yang setiap beberapa jam sekali lewat. Saya yakin para penumpang yang biasanya naik bus akan memilih beralih ke kereta karena lebih cepat dan murah,” kata Hendro.

Terkait itu, Hendro berharap kalaupun hendak dioperasikan, KRD itu hanya untuk kereta wisata atau seperti kereta feeder yang hanya dijadwalkan sekali dalam sehari.

Ungkapan senada disampaikan pengusaha bus lainnya, Edy Purwanto. Pria yang terkenal dengan nama Edy Sumba ini mengatakan menyambut baik rencana pengoperasian KRD itu asalkan hanya untuk kereta wisata yang jalan sekali sehari.

Akan tetapi jika pengoperasiannya rutin tiap beberapa jam, Edy terang-terangan mengaku tidak setuju. Menurutnya, hal itu akan membuat kalangan pengusaha bus lokal terpuruk.

“Kalau kereta itu untuk wisata sih tidak masalah. Justru hal itu akan berdampak baik bagi perekonomian Wonogiri. Tapi kalau dioperasikan rutin untuk penumpang umum beberapa kali sehari, saya rasa rencana itu perlu ditinjau kembali,”

Diberitakan sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah melakukan uji coba dan inspeksi rel sepanjang 37 km dari Purwosari , Solo ke Wonogiri yang baru diperbaiki. Inspeksi itu terkait rencana pengoperasian KRD untuk menggantikan KA feeder yang selama ini beroperasi di jalur tersebut.

Dalam inspeksi yang dipimpin langsung oleh Kepala PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daops) VI Yogyakarta, Bambang Eko Martono itu, kereta yang digunakan adalah jenis KRD yang biasa digunakan pada rangkaian gerbong Prameks. Setelah berjalan dari Solo ke Wonogiri, tim inspeksi mendapati jalur yang sudah diperbaiki itu cukup kuat dan nyaman dilewati KRD.

Kendati demikian, belum bisa dipastikan kapan KRD itu akan mulai dioperasikan. Hal itu masih menunggu kebijakan pemerintah daerah yang bersangkutan.
Reply
masalah klasik. wong bersaing saja tidak mau. beberapa daerah malahan keras reaksinya. yang paling fenomenal adalah penolakan organda terhadap papandayan ekspres.

(padahal bus dan angkutan jalan lainnya masih pakai bbm subsidi saja sudah ketar-ketir, lha gimana kalo sama2 pakai bbm industri? dan juga bayar uang lewat kayak tac di kereta)
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
Belum apa2 sudah ketakutan seperti itu.
.
Reply
(06-05-2011, 07:44 AM)Narendro Anindito Wrote:
(05-05-2011, 04:19 AM)Narendro Anindito Wrote: kalo kecepatan seharusnya meningkat lah, kan akan menyaingi bus kota. dan rel udah bagus kok sekarang... dan mudah²an ga di demo para awak bus
Xie Xie

akhirnya terjadi juga yang saya khawatirkan Sakit
Quote:Pengusaha bus Wonogiri khawatirkan rencana KRD Solo-Wonogiri
By on 5 Mei 2011

Wonogiri (Solopos.com) – Kalangan pengusaha bus terutama jurusan Wonogiri-Solo mengaku merasa terancam dengan rencana pengoperasian kereta rel diesel (KRD) untuk menggantikan kereta api (KA) feeder.

Salah satu pengusaha bus jurusan Wonogiri-Solo, Hendro, saat dihubungi Espos, Kamis (5/5) mengungkapkan, saat ini saja penumpang bus jurusan Wonogiri-Solo sudah sepi. Dengan dioperasikannya kereta sekelas Prameks pada jalur Wonogiri-Solo, maka bisa dipastikan penumpang bus akan semakin berkurang.

“Wah, bisa remuk kami nanti kalau kereta sekelas Prameks beroperasi di jalur Wonogiri-Solo. Apalagi kalau sampai dijadwal seperti Prameks yang setiap beberapa jam sekali lewat. Saya yakin para penumpang yang biasanya naik bus akan memilih beralih ke kereta karena lebih cepat dan murah,” kata Hendro.

Terkait itu, Hendro berharap kalaupun hendak dioperasikan, KRD itu hanya untuk kereta wisata atau seperti kereta feeder yang hanya dijadwalkan sekali dalam sehari.

Ungkapan senada disampaikan pengusaha bus lainnya, Edy Purwanto. Pria yang terkenal dengan nama Edy Sumba ini mengatakan menyambut baik rencana pengoperasian KRD itu asalkan hanya untuk kereta wisata yang jalan sekali sehari.

Akan tetapi jika pengoperasiannya rutin tiap beberapa jam, Edy terang-terangan mengaku tidak setuju. Menurutnya, hal itu akan membuat kalangan pengusaha bus lokal terpuruk.

“Kalau kereta itu untuk wisata sih tidak masalah. Justru hal itu akan berdampak baik bagi perekonomian Wonogiri. Tapi kalau dioperasikan rutin untuk penumpang umum beberapa kali sehari, saya rasa rencana itu perlu ditinjau kembali,”

Diberitakan sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah melakukan uji coba dan inspeksi rel sepanjang 37 km dari Purwosari , Solo ke Wonogiri yang baru diperbaiki. Inspeksi itu terkait rencana pengoperasian KRD untuk menggantikan KA feeder yang selama ini beroperasi di jalur tersebut.

Dalam inspeksi yang dipimpin langsung oleh Kepala PT. Kereta Api (Persero) Daerah Operasi (Daops) VI Yogyakarta, Bambang Eko Martono itu, kereta yang digunakan adalah jenis KRD yang biasa digunakan pada rangkaian gerbong Prameks. Setelah berjalan dari Solo ke Wonogiri, tim inspeksi mendapati jalur yang sudah diperbaiki itu cukup kuat dan nyaman dilewati KRD.

Kendati demikian, belum bisa dipastikan kapan KRD itu akan mulai dioperasikan. Hal itu masih menunggu kebijakan pemerintah daerah yang bersangkutan.

wah padahal yang saya inget, pengoperasian Railbus WNG-PWS lebih potensial dalam frekuensi yang bisa diatur sbb :
- Railbus WNG-PWS menjadi feeder KA Lodaya Pagi dan Argo Lawu dari SLO, berangkat WNG sekitar pukul 05.30
- Railbus PWS-WNG menjadi feeder untuk KA Argo Lawu dan Senja Utama Solo dari Jakarta berangkat dari PWS jam 07.30
- Railbus WNG - PWS menjadi feeder bagi penumpang KA Argo Dwipangga dan Senja Utama Solo tujuan Jakarta berangkat WNG jam 15.30
- Railbus PWS - WNG menjadi feeder KA Argo Dwipangga dari jakarta, berangkat PWS jam 18.00, pasti kan mantep Gembira. Kenapa jadi mirip kasus Papandayan Ekspress ya? Bethe
Cobalah Cari tahu sendiri dulu baru bertanya bila benar - Benar Bingung dan tidak ada penjelasan, jangan maunya disuapin terus. Gak ada Nubie atau Master, semua sama, sama - sama belajar. Eh iya lupa...
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 6 Guest(s)