Posts: 626
Threads: 0
Joined: Jun 2012
Reputation:
4
(23-06-2012, 09:02 AM)TOMS 21 Wrote: Kalo saya meski dari DAOP 8 ingin punya kereta wisata antara MN-SLH yang ditutup tahun 1983. Dengan menghidupkan jalurnya kembali
@Toms
Saya pun ingin juga kalo jalur MN-SLH dihidupkan kembali, apa lagi jalur ini melewati tengah kota Madiun,.. cuman sepertinya kalo dihidupkan kembali akan ada banyak penggusuran besar2an, dikarenakan di atas jalur ini terutama di Madiun kebanyakan sudah berdiri bangunan permanen, belum lagi yang sudah berubah jadi jalan raya n trotoar.. dan lagi jembatan2nya tinggal pondasi yang tersisa.. pasti akan dibutuhkan biaya yg sangat besar untuk mengaktifkan kembali jalur ini,..
[/quote]
Selama bangunan berada di tanah milik PT.KAI mau gimana lagi... Saya tidak pernah kesana tapi teman pernah cerita kalo di St.SLH masih lengkpa relnya. Sedangkan St. Sleko sudah jadi warung sekarang
Posts: 607
Threads: 0
Joined: Jun 2012
Reputation:
1
(20-06-2012, 09:27 AM)bramoy Wrote: Pembangunan DT Solo - Kertosono untuk saat ini masih DED, tunggu Kutoarjo-Purwokerto dan Ketanggungan-Cirebon selse.
Untuk kereta api, dibikin rute Madiun - Jakarta dengan stanformasi K1 dan K3 AC lewat Yogyakarta tentu saja dengan keberangkatan siang hari sekitar jam 2-an. Kalau memang dirasa menyaingi Bangunkarta, Gajayana, dan Bima, mau tidak mau harga tiket harus diturunkan, jangan seperti sekarang. Dengan begitu ketiga kereta Exe Jakarta tersebut bisa mengcover penumpang dan diharapkan full penumpang sebelum masuk stasiun Madiun. Kalo Gajayana masih tidak masalah karena sampai Kediri kereta sudah penuh, tapi untuk Bima dan Bangunkarta ga tau penuhnya dimana.
Bima masih angin2an, kdg dr SGU udah full tp kdg jg sepi bgt.
Posts: 1,546
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
39
(20-06-2012, 09:27 AM)bramoy Wrote: Pembangunan DT Solo - Kertosono untuk saat ini masih DED, tunggu Kutoarjo-Purwokerto dan Ketanggungan-Cirebon selse.
Untuk kereta api, dibikin rute Madiun - Jakarta dengan stanformasi K1 dan K3 AC lewat Yogyakarta tentu saja dengan keberangkatan siang hari sekitar jam 2-an. Kalau memang dirasa menyaingi Bangunkarta, Gajayana, dan Bima, mau tidak mau harga tiket harus diturunkan, jangan seperti sekarang. Dengan begitu ketiga kereta Exe Jakarta tersebut bisa mengcover penumpang dan diharapkan full penumpang sebelum masuk stasiun Madiun. Kalo Gajayana masih tidak masalah karena sampai Kediri kereta sudah penuh, tapi untuk Bima dan Bangunkarta ga tau penuhnya dimana. Bima itu penuhnya di DAOP VI kalo BK penumpang yg lumayan rame di Jombang, Madiun ama SMT (full selepas SMT)
yaaaa... kalo mau bikin Madiun Express bikin aja kek Cireks, brenti cuman di Paron, Madiun, Caruban bablas Surabaya .... jadi bener2 mengakomodir orang sekitaran Madiun yg ke Surabaya, dan bisa jualan waktu tempuh...
mungkin rutenya, jadi bener2 express:
MN-PA (4.45 - 5.10)
PA, MN, Caruban, Wo, SGU, SB (5.25 - 8.45)
SB, SGU, Caruban, MN (9.30 - 12.15)
MN, Caruban, WO, SGU, SB (14.30 - 17.15)
SB, SGU, Caruban, MN, PA (18.00 - 21.20)
PA, MN (21.30-21.55)
bener2 express tuh, paling2 :
- kalo pagi cuman kalah slang ama Wilis di Tarik/Kedinding, di Mojokerto: sementara Sancaka pagi brenti (normal) doi bisa LS.
- dari SGU : menyusul Logawa di Jombang, selanjutnya di Kertosono dia bisa LS sambil Silang Sancaka yg brenti normal
- dari MN siang : dia LS di JG sambil menyilang Sancaka yg brenti (normal) jam 16.00, selanjutnya LS di Krian sambil menyilang Mutiara Selatan dan ketemu Bima udah di Surabaya
- dari SGU malem : dia ngeblong abis di belakang Turangga.... eh kalah silang Wilis dulu di Krian/Kedinding, terus karena doi LS terus, bisa menyusul Turangga di Jombang/Kertosono dan mungkin emang disusul lagi ama Turangga di Caruban  .. gapapa, kan udah deket... oh iya, bisa juga LS menyilang Sancaka di Baron/Sukomoro... pastinya Sancaka akan dikalahin, secara sepure D-7 dan di wilayah kekuasaan D-7
sayang potensi besar penumpang MN-SGU ga digarap baik, secara penumpang MN ke SGU banyak loh yg menggunakan Sancaka & Mutsel.. untuk pilot projectnya bisa pas Jumat-Minggu dan pas liburan dulu, bawa aja CC 201, Bp, 2K-1, M-2 dan 3 K-2.... sambil evaluasi dan selalu memperbaiki preposisi jadwal dan waktu tempuh.... kalo udah klik kan bisa dikembangkan
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Posts: 283
Threads: 0
Joined: Oct 2011
Reputation:
1
(24-06-2012, 10:43 AM)Bangunkarta Wrote: (20-06-2012, 09:27 AM)bramoy Wrote: Pembangunan DT Solo - Kertosono untuk saat ini masih DED, tunggu Kutoarjo-Purwokerto dan Ketanggungan-Cirebon selse.
Untuk kereta api, dibikin rute Madiun - Jakarta dengan stanformasi K1 dan K3 AC lewat Yogyakarta tentu saja dengan keberangkatan siang hari sekitar jam 2-an. Kalau memang dirasa menyaingi Bangunkarta, Gajayana, dan Bima, mau tidak mau harga tiket harus diturunkan, jangan seperti sekarang. Dengan begitu ketiga kereta Exe Jakarta tersebut bisa mengcover penumpang dan diharapkan full penumpang sebelum masuk stasiun Madiun. Kalo Gajayana masih tidak masalah karena sampai Kediri kereta sudah penuh, tapi untuk Bima dan Bangunkarta ga tau penuhnya dimana. Bima itu penuhnya di DAOP VI kalo BK penumpang yg lumayan rame di Jombang, Madiun ama SMT (full selepas SMT)
yaaaa... kalo mau bikin Madiun Express bikin aja kek Cireks, brenti cuman di Paron, Madiun, Caruban bablas Surabaya .... jadi bener2 mengakomodir orang sekitaran Madiun yg ke Surabaya, dan bisa jualan waktu tempuh...
mungkin rutenya, jadi bener2 express:
MN-PA (4.45 - 5.10)
PA, MN, Caruban, Wo, SGU, SB (5.25 - 8.45)
SB, SGU, Caruban, MN (9.30 - 12.15)
MN, Caruban, WO, SGU, SB (14.30 - 17.15)
SB, SGU, Caruban, MN, PA (18.00 - 21.20)
PA, MN (21.30-21.55)
bener2 express tuh, paling2 :
- kalo pagi cuman kalah slang ama Wilis di Tarik/Kedinding, di Mojokerto: sementara Sancaka pagi brenti (normal) doi bisa LS.
- dari SGU : menyusul Logawa di Jombang, selanjutnya di Kertosono dia bisa LS sambil Silang Sancaka yg brenti normal
- dari MN siang : dia LS di JG sambil menyilang Sancaka yg brenti (normal) jam 16.00, selanjutnya LS di Krian sambil menyilang Mutiara Selatan dan ketemu Bima udah di Surabaya
- dari SGU malem : dia ngeblong abis di belakang Turangga.... eh kalah silang Wilis dulu di Krian/Kedinding, terus karena doi LS terus, bisa menyusul Turangga di Jombang/Kertosono dan mungkin emang disusul lagi ama Turangga di Caruban  .. gapapa, kan udah deket... oh iya, bisa juga LS menyilang Sancaka di Baron/Sukomoro... pastinya Sancaka akan dikalahin, secara sepure D-7 dan di wilayah kekuasaan D-7
sayang potensi besar penumpang MN-SGU ga digarap baik, secara penumpang MN ke SGU banyak loh yg menggunakan Sancaka & Mutsel.. untuk pilot projectnya bisa pas Jumat-Minggu dan pas liburan dulu, bawa aja CC 201, Bp, 2K-1, M-2 dan 3 K-2.... sambil evaluasi dan selalu memperbaiki preposisi jadwal dan waktu tempuh.... kalo udah klik kan bisa dikembangkan
kenapa harus madiun jaya yang dirubah, mending rubah untuk penambahan stasiun pemberhentian buat sancaka aja, bukan malah pengurangan distasiun kecil yang justru disitu banyak plusnya jadi untuk daop 7 harusnya lebih dalam lg buat memanfaatinya
Posts: 61
Threads: 0
Joined: Apr 2012
Reputation:
0
[quote='bramoy' pid='322829' dateline='1340159223']
Pembangunan DT Solo - Kertosono untuk saat ini masih DED, tunggu Kutoarjo-Purwokerto dan Ketanggungan-Cirebon selse.
semoga cepat terwujud double track solo -kertosono
Posts: 626
Threads: 0
Joined: Jun 2012
Reputation:
4
(24-06-2012, 10:43 AM)Bangunkarta Wrote: (20-06-2012, 09:27 AM)bramoy Wrote: Pembangunan DT Solo - Kertosono untuk saat ini masih DED, tunggu Kutoarjo-Purwokerto dan Ketanggungan-Cirebon selse.
Untuk kereta api, dibikin rute Madiun - Jakarta dengan stanformasi K1 dan K3 AC lewat Yogyakarta tentu saja dengan keberangkatan siang hari sekitar jam 2-an. Kalau memang dirasa menyaingi Bangunkarta, Gajayana, dan Bima, mau tidak mau harga tiket harus diturunkan, jangan seperti sekarang. Dengan begitu ketiga kereta Exe Jakarta tersebut bisa mengcover penumpang dan diharapkan full penumpang sebelum masuk stasiun Madiun. Kalo Gajayana masih tidak masalah karena sampai Kediri kereta sudah penuh, tapi untuk Bima dan Bangunkarta ga tau penuhnya dimana. Bima itu penuhnya di DAOP VI kalo BK penumpang yg lumayan rame di Jombang, Madiun ama SMT (full selepas SMT)
yaaaa... kalo mau bikin Madiun Express bikin aja kek Cireks, brenti cuman di Paron, Madiun, Caruban bablas Surabaya .... jadi bener2 mengakomodir orang sekitaran Madiun yg ke Surabaya, dan bisa jualan waktu tempuh...
mungkin rutenya, jadi bener2 express:
MN-PA (4.45 - 5.10)
PA, MN, Caruban, Wo, SGU, SB (5.25 - 8.45)
SB, SGU, Caruban, MN (9.30 - 12.15)
MN, Caruban, WO, SGU, SB (14.30 - 17.15)
SB, SGU, Caruban, MN, PA (18.00 - 21.20)
PA, MN (21.30-21.55)
bener2 express tuh, paling2 :
- kalo pagi cuman kalah slang ama Wilis di Tarik/Kedinding, di Mojokerto: sementara Sancaka pagi brenti (normal) doi bisa LS.
- dari SGU : menyusul Logawa di Jombang, selanjutnya di Kertosono dia bisa LS sambil Silang Sancaka yg brenti normal
- dari MN siang : dia LS di JG sambil menyilang Sancaka yg brenti (normal) jam 16.00, selanjutnya LS di Krian sambil menyilang Mutiara Selatan dan ketemu Bima udah di Surabaya
- dari SGU malem : dia ngeblong abis di belakang Turangga.... eh kalah silang Wilis dulu di Krian/Kedinding, terus karena doi LS terus, bisa menyusul Turangga di Jombang/Kertosono dan mungkin emang disusul lagi ama Turangga di Caruban  .. gapapa, kan udah deket... oh iya, bisa juga LS menyilang Sancaka di Baron/Sukomoro... pastinya Sancaka akan dikalahin, secara sepure D-7 dan di wilayah kekuasaan D-7
sayang potensi besar penumpang MN-SGU ga digarap baik, secara penumpang MN ke SGU banyak loh yg menggunakan Sancaka & Mutsel.. untuk pilot projectnya bisa pas Jumat-Minggu dan pas liburan dulu, bawa aja CC 201, Bp, 2K-1, M-2 dan 3 K-2.... sambil evaluasi dan selalu memperbaiki preposisi jadwal dan waktu tempuh.... kalo udah klik kan bisa dikembangkan
MN-WO tipe relnya berapa mas? kok bisa ada waktunya juga hehehe
Posts: 1,214
Threads: 0
Joined: May 2011
Reputation:
22
(30-06-2012, 06:18 AM)Nicodio Wrote: (24-06-2012, 10:43 AM)Bangunkarta Wrote: (20-06-2012, 09:27 AM)bramoy Wrote: Pembangunan DT Solo - Kertosono untuk saat ini masih DED, tunggu Kutoarjo-Purwokerto dan Ketanggungan-Cirebon selse.
Untuk kereta api, dibikin rute Madiun - Jakarta dengan stanformasi K1 dan K3 AC lewat Yogyakarta tentu saja dengan keberangkatan siang hari sekitar jam 2-an. Kalau memang dirasa menyaingi Bangunkarta, Gajayana, dan Bima, mau tidak mau harga tiket harus diturunkan, jangan seperti sekarang. Dengan begitu ketiga kereta Exe Jakarta tersebut bisa mengcover penumpang dan diharapkan full penumpang sebelum masuk stasiun Madiun. Kalo Gajayana masih tidak masalah karena sampai Kediri kereta sudah penuh, tapi untuk Bima dan Bangunkarta ga tau penuhnya dimana. Bima itu penuhnya di DAOP VI kalo BK penumpang yg lumayan rame di Jombang, Madiun ama SMT (full selepas SMT)
yaaaa... kalo mau bikin Madiun Express bikin aja kek Cireks, brenti cuman di Paron, Madiun, Caruban bablas Surabaya .... jadi bener2 mengakomodir orang sekitaran Madiun yg ke Surabaya, dan bisa jualan waktu tempuh...
mungkin rutenya, jadi bener2 express:
MN-PA (4.45 - 5.10)
PA, MN, Caruban, Wo, SGU, SB (5.25 - 8.45)
SB, SGU, Caruban, MN (9.30 - 12.15)
MN, Caruban, WO, SGU, SB (14.30 - 17.15)
SB, SGU, Caruban, MN, PA (18.00 - 21.20)
PA, MN (21.30-21.55)
bener2 express tuh, paling2 :
- kalo pagi cuman kalah slang ama Wilis di Tarik/Kedinding, di Mojokerto: sementara Sancaka pagi brenti (normal) doi bisa LS.
- dari SGU : menyusul Logawa di Jombang, selanjutnya di Kertosono dia bisa LS sambil Silang Sancaka yg brenti normal
- dari MN siang : dia LS di JG sambil menyilang Sancaka yg brenti (normal) jam 16.00, selanjutnya LS di Krian sambil menyilang Mutiara Selatan dan ketemu Bima udah di Surabaya
- dari SGU malem : dia ngeblong abis di belakang Turangga.... eh kalah silang Wilis dulu di Krian/Kedinding, terus karena doi LS terus, bisa menyusul Turangga di Jombang/Kertosono dan mungkin emang disusul lagi ama Turangga di Caruban  .. gapapa, kan udah deket... oh iya, bisa juga LS menyilang Sancaka di Baron/Sukomoro... pastinya Sancaka akan dikalahin, secara sepure D-7 dan di wilayah kekuasaan D-7
sayang potensi besar penumpang MN-SGU ga digarap baik, secara penumpang MN ke SGU banyak loh yg menggunakan Sancaka & Mutsel.. untuk pilot projectnya bisa pas Jumat-Minggu dan pas liburan dulu, bawa aja CC 201, Bp, 2K-1, M-2 dan 3 K-2.... sambil evaluasi dan selalu memperbaiki preposisi jadwal dan waktu tempuh.... kalo udah klik kan bisa dikembangkan
MN-WO tipe relnya berapa mas? kok bisa ada waktunya juga hehehe
sebenernya DAOP 7 kebanyakan sudah R54
tapi ada beberapa yang masih R42
Posts: 65
Threads: 0
Joined: Nov 2011
Reputation:
0
Usul aja nih,kan KA Madiun tujuan Jakarta kan blm ada yg pemberangkatan pgi, gmn klo diadain KA FAJAR UTAMA MADIUN tp relasi MN-SMC-JAKK dengan jadwal dipagi hari....misal nya berangkat dr MN jam 06.30 jdi nyampek JAKK gak terlalu malam,,sama kayak di MN di JAKK jam pemberangkatan jam 06.30 jdi biar g terlalu jdi bulan-bulanan KA lintas selatan.....selama ini kn PNP klo mau ke SMC/SMT pda naik ban karet karna yaa itu gak ada KA yg mengakomodir PNP di pagi hari,,,,nah klo dri JAKK mungkin jg gak sedikit pula yg kepingin pulkam ke MN dipagi hari sambil liat panorama pantura,,,,selama ini kan KA yg jurusan jatim kebanyakan sore kecuali KA 1 & KA 3...... dengan formasi CC xxx 4 K3, KMP3, 3 K3 AC, B......yahh itu hanya usul sih Tp mudah2n aja bisa nyampek keDAOP 7 supaya bisa dipertimbangkan,,,,,heeee ;D
Posts: 1,214
Threads: 0
Joined: May 2011
Reputation:
22
(31-07-2012, 02:26 AM)achmad20408 Wrote: Usul aja nih,kan KA Madiun tujuan Jakarta kan blm ada yg pemberangkatan pgi, gmn klo diadain KA FAJAR UTAMA MADIUN tp relasi MN-SMC-JAKK dengan jadwal dipagi hari....misal nya berangkat dr MN jam 06.30 jdi nyampek JAKK gak terlalu malam,,sama kayak di MN di JAKK jam pemberangkatan jam 06.30 jdi biar g terlalu jdi bulan-bulanan KA lintas selatan.....selama ini kn PNP klo mau ke SMC/SMT pda naik ban karet karna yaa itu gak ada KA yg mengakomodir PNP di pagi hari,,,,nah klo dri JAKK mungkin jg gak sedikit pula yg kepingin pulkam ke MN dipagi hari sambil liat panorama pantura,,,,selama ini kan KA yg jurusan jatim kebanyakan sore kecuali KA 1 & KA 3...... dengan formasi CC xxx 4 K3, KMP3, 3 K3 AC, B......yahh itu hanya usul sih Tp mudah2n aja bisa nyampek keDAOP 7 supaya bisa dipertimbangkan,,,,,heeee ;D
setuju, kenapa DAOP 7 yang menjadi lahan basah kurang bisa dimanfaatkan sama KAI? bukankah Jalur Pagi Cukup Potensial?
akankah pamor Jalur Kantong basah ini akan Ketinggalan dengan DAOP 8?
Posts: 626
Threads: 0
Joined: Jun 2012
Reputation:
4
(31-07-2012, 02:26 AM)achmad20408 Wrote: Usul aja nih,kan KA Madiun tujuan Jakarta kan blm ada yg pemberangkatan pgi, gmn klo diadain KA FAJAR UTAMA MADIUN tp relasi MN-SMC-JAKK dengan jadwal dipagi hari....misal nya berangkat dr MN jam 06.30 jdi nyampek JAKK gak terlalu malam,,sama kayak di MN di JAKK jam pemberangkatan jam 06.30 jdi biar g terlalu jdi bulan-bulanan KA lintas selatan.....selama ini kn PNP klo mau ke SMC/SMT pda naik ban karet karna yaa itu gak ada KA yg mengakomodir PNP di pagi hari,,,,nah klo dri JAKK mungkin jg gak sedikit pula yg kepingin pulkam ke MN dipagi hari sambil liat panorama pantura,,,,selama ini kan KA yg jurusan jatim kebanyakan sore kecuali KA 1 & KA 3...... dengan formasi CC xxx 4 K3, KMP3, 3 K3 AC, B......yahh itu hanya usul sih Tp mudah2n aja bisa nyampek keDAOP 7 supaya bisa dipertimbangkan,,,,,heeee ;D
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) penting profitnya ,mas achmad. Gak peduli panorama bagus atau tidak.
|