Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
(18-08-2012, 01:48 AM)PJL_Hunter Wrote: Iya tapi sayangnya Taspatnya udah diturunin dari 120-an jadi 90+ (dibanyak tempat malah 80-an aja palingan) dan lebih banyak Kruis (Meski ABA emang dapet prioritas), jadi lebih lelet
Yah... Sejujurnya saya juga iri kenapa KTM bisa lebih baik dari KAI?
beberapa waktu yang lalu, koran kompas pernah menulis tentang proyek jalur ganda jakarta-surabaya, yaitu apakah nantinya jalur ganda tersebut juga diikuti oleh peningkatan kecepatan sehingga paling tidak waktu tempuh jakarta-surabaya bisa lebih singkat lagi menjadi 6-7 jam saja. berarti kalau jkt-sby 725 km maka kecepatan rata2 sekitar 105-120 km/h. kalau diperhatikan kecepatan rata2 ini mirip2 dengan kereta ets class 91 ktm yang sedang dibahas di thread ini.
tetapi pemerintah tidak ada rencana untuk peningkatan kecepatan seperti yang diharapkan diatas. karena untuk peningkatan kecepatan butuh dana yang sangat besar. bandingannya dengan proyek ets malaysia ini, dimana pemerintah malaysia menghabiskan sekitar 13 triliun rupiah hanya untuk perbaikan infrastruktur sepanjang 180 km saja. dihitung2 sederhana, kalau trek 725 km jkt-sby butuh berapa? 52 triliun !
padahal anggaran dobel trek jkt-sby hanya sekitar 10 triliun.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 5
Threads: 0
Joined: Aug 2012
Reputation:
0
Wah masak kalah dengan Malaysia, moga-moga Indonesia cepet merealisasikan kereta cepat...
Argo Cahaya gimana kabarnya?
Posts: 254
Threads: 0
Joined: Jun 2010
Reputation:
6
Selain disana tanahnya relatif datar dan tidak ada gunung berapi, instansi pemerintahnya sayang rakyat (sedikit KKN & kuat iman) dan berfikir jangka panjang dalam hal ini transportasi massal.
Seharusnya ini bisa menjadi contoh buat instansi pemerintah kita. Tapi jangan dijadikan ajang persaingan/gengsi2an antar negara, yang penting dapat bermanfaat buat rakyat secara luas
Berharap Rangkas Jaya ditarik lokomotif listrik..
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
(18-08-2012, 11:01 PM)see_204XX Wrote: 
Wah, gede bener itu dananya ya...? Jgn2 pemerintah Malaysia pola perhitungannya kayak bengkel resmi sepeda motor di sini, spare part masih bisa digunakan dibilang harus ganti atau malah safety factornya yg masih terlalu tinggi.
menurut wikipedia, angka pastinya sekitar MYR 4.4 milyar. atau kalau 1 MYR=Rp. 3000, maka total sebesar Rp. 13.2 T. dana MYR 4.4 milyar itu perinciannya MYR 2.5 milyar untuk pembangunan infrastruktur dobel trek, stasiun, dll. sisanya MYR 1.9 milyar untuk elektrifikasi 25 kV dan sistem persinyalan. artinya biaya elektrifikasi+sinyal sekitar 40 % dari total biaya pembangunan proyek EST ini.
kalau trainsetnya sepertinya biasa saja. 30 kereta (5 set) seharga US$ 67 juta, berarti 1 set berharga US$ 13.4 juta atau sekitar Rp. 127 milyar. coba bandingkan dengan proyek tilt train nya Aussie, harga 2 set kereta tilting nya mencapai AS$ 122 juta. berarti 1 setnya bernilai AS$ 61 juta atau sekitar Rp. 600 milyar ! (1 set tilt train EMU= 6 kereta, DEMU=8 kereta)
---
(20-08-2012, 01:01 AM)Krusty Krupp Wrote: Selain disana tanahnya relatif datar dan tidak ada gunung berapi, instansi pemerintahnya sayang rakyat (sedikit KKN & kuat iman) dan berfikir jangka panjang dalam hal ini transportasi massal.
Seharusnya ini bisa menjadi contoh buat instansi pemerintah kita. Tapi jangan dijadikan ajang persaingan/gengsi2an antar negara, yang penting dapat bermanfaat buat rakyat secara luas
yang di bold, di jalur utara jawa (jakarta-surabaya) juga relatif datar dan tidak ada gunung api nya mas krusty. barangkali yang dimaksud ialah tanahnya lebih stabil di semenanjung malaya daripada di jawa yang labil?
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 2,640
Threads: 0
Joined: Jun 2010
Reputation:
19
KA yg disusul dalam keadaan jalan yah...gak kayak disini..musti mandek dulu walaupun ud dobeltrek
693-5073-893-673