16-02-2009, 07:54 AM
Tiap Daops pasti banyak target dan strategi yang jitu untuk mengatasi kemellut vandalisme yanbg makin marak di era krisis ekonomi berkepanjanngan ini. Beberapa Daops yang saya tahu sedang giat menggandakan relnya dari tunggal. Bukan 'ganda' yang enggak - enggak yah...
Seperti Daops V Purwokerto dengan rel ganda Purwokerto - Kroya, Daops VIII Surabaya dengan pembangunan rel lintas barat Sidoarjo untuk ngindarin lumpur Lapindo yang kian mengganas dan mungkin masih banyak lagi termasuk Divre di Sumatera. Sebut saja itu Divre II Padang dengan KA wisatanya.
Nah... di Daops aku sendiri, yaitu Daops I Jakarta lagi kian membangun rel dwiganda Manggarai - Cikarang dan rel ganda Parung Panjang - Serpong. Adapun itu semua terbangun berkat peran serta dari kita semua khususnya PT. KA Persero yang kita banggakan. Di tengah kemelut vandalisme di Daops tempat aku tinggalin biasa dijadikan tempat aku berkeliling kota Jakarta dan sekitarnya belakangan ini banyak pemberitaan yang cukup mengejutkan, seperti penemuan rel trem di taman Museum Fatahillah. Pemerintah DKI lagi ngumpulin anggaran buat dijadikan benda peninggalan sejarah dengan boks yang aku sendiri belum tahu kayak apa jadinya nanti bentuknya... Kalau dibiarkan terbuka, maka tahu sendiri apa yang terjadi... Pastilah vandalisme.. Mulai dari coret - coretan, sampah hingga yang paling fatal yaitu mencurian...
Ada pula persiapan ticketing dibungkus rapih dengan kain abu - abu yang cukup tebal. Pasti gunanya untuk menghindari aksi vandalisme juga...
Nah... aku juga pengen tau yang di Daops bahkan di Divre lain apakah juga ada yang sama kiat yang kini sedang dilaksanakan seperti apa untuk ngatasin aksi vandalisme? Yah... mungkin... di pembangunan rel ganda Purwokerto apakah ada yang punya cara ngantisipasin agar kelak rel dah jadi, terus siap menggunakan sinyal semisal elektrik apakah ada kiat gimana tidak terjadi pencurian kabel sinyal? Begitu pun aksi vandalisme lainnya?
Seperti Daops V Purwokerto dengan rel ganda Purwokerto - Kroya, Daops VIII Surabaya dengan pembangunan rel lintas barat Sidoarjo untuk ngindarin lumpur Lapindo yang kian mengganas dan mungkin masih banyak lagi termasuk Divre di Sumatera. Sebut saja itu Divre II Padang dengan KA wisatanya.Nah... di Daops aku sendiri, yaitu Daops I Jakarta lagi kian membangun rel dwiganda Manggarai - Cikarang dan rel ganda Parung Panjang - Serpong. Adapun itu semua terbangun berkat peran serta dari kita semua khususnya PT. KA Persero yang kita banggakan. Di tengah kemelut vandalisme di Daops tempat aku tinggalin biasa dijadikan tempat aku berkeliling kota Jakarta dan sekitarnya belakangan ini banyak pemberitaan yang cukup mengejutkan, seperti penemuan rel trem di taman Museum Fatahillah. Pemerintah DKI lagi ngumpulin anggaran buat dijadikan benda peninggalan sejarah dengan boks yang aku sendiri belum tahu kayak apa jadinya nanti bentuknya... Kalau dibiarkan terbuka, maka tahu sendiri apa yang terjadi... Pastilah vandalisme.. Mulai dari coret - coretan, sampah hingga yang paling fatal yaitu mencurian...
Ada pula persiapan ticketing dibungkus rapih dengan kain abu - abu yang cukup tebal. Pasti gunanya untuk menghindari aksi vandalisme juga...
Nah... aku juga pengen tau yang di Daops bahkan di Divre lain apakah juga ada yang sama kiat yang kini sedang dilaksanakan seperti apa untuk ngatasin aksi vandalisme? Yah... mungkin... di pembangunan rel ganda Purwokerto apakah ada yang punya cara ngantisipasin agar kelak rel dah jadi, terus siap menggunakan sinyal semisal elektrik apakah ada kiat gimana tidak terjadi pencurian kabel sinyal? Begitu pun aksi vandalisme lainnya?




![[Image: 5147433576_a332603046.jpg]](http://farm5.staticflickr.com/4049/5147433576_a332603046.jpg)

![[Image: 2r56iya.jpg]](http://i56.tinypic.com/2r56iya.jpg)
![[Image: NQma0.jpg]](http://i.imgur.com/NQma0.jpg)
![[Image: mw3c5v.jpg]](http://i42.tinypic.com/mw3c5v.jpg)