Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
L O D A Y A - Malam (KA 76) vs Pagi (KA 73)
#91
Akhirnya dilanjutkan juga setelah BLB 2 tahun,.
Reply
#92
(30-06-2014, 03:41 PM)yogisuryawan Wrote: Akhirnya dilanjutkan juga setelah BLB 2 tahun,.

iya mas, mumpung ada kesempatan... juga sebelum bikin TR baru lagi, mending yg udah ada diberesin aja dulu...

oke, berikut lanjutannya...



Lepas Kroya, kereta kembali berhenti luar biasa (BLB) di stasiun berikutnya: Stasiun Sikampuh. Disini, KA 73 bersilang dengan KA 6 Argo Wilis dari Bandung untuk tujuan akhir Surabayagubeng. Hari itu, KA 6 digeret lokomotif bernomor lambung CC 203 03 Dipo Induk Lokomotif Bandung dengan livery baru...

[spoiler=CC 203 03 BD ft. KA 6 BD-SGU]

[Image: IMG_2731+-+Copy.JPG]
[/spoiler]

Setelah persilangan dengan Argo Wilis, saya mulai menikmati santap siang saya, sehingga ketika tiba di Maos dan bersilang dengan dua kereta sekaligus, saya tidak sempat ke bordes untuk memotret salah satu ataupun keduanya. Kedua kereta itu adalah, KA Pasundan tujuan akhir Surabaya dengan lok CC 201 19 Dipo Induk Lokomotif Sidotopo, dan KA Semen tujuan akhir Cirebonprujakan (CMIIW) dengan lok CC 204 11 Dipo Induk Lokomotif Purwokerto.

Kereta kembali berangkat dari Maos dan saya telah selesai melahap sate ayam yang dibeli di hotel sebelum check-out pagi harinya. Tak lupa saya langsung menyiapkan kamera untuk memotret percabangan jalur kereta menuju Cilacap. Tampak dari kejauhan emplasemen Stasiun Kasugihan...

[spoiler=Stasiun Kasugihan di jalur Maos-Cilacap]

[Image: IMG_2737+-+Copy.JPG]
[/spoiler]

Dari percabangan tersebut, KA 73 melewati Stasiun Lebeng dan Stasiun Jeruklegi sebelum akhirnya dibelokkan masuk jalur belok sebelah kiri arah laju kereta di Stasiun Kawunganten. Tampak PPKA stasiun tersebut memberi aba-aba kepada masinis untuk memajukan rangkaian yang belum preipal...

[spoiler=Stasiun Kawunganten]

[Image: IMG_2738+-+Copy.JPG]

Bangunan Stasiun Kawunganten berikut mushola yang berada di sampingnya...


[Image: IMG_2739+-+Copy.JPG]
[/spoiler]

Setelah rangkaian KA 73 preipal, PPKA memberi sinyal aman kepada Kereta Api Ekspres Siang Lodaya dari Bandung yang telah menunggu di sinyal masuk. Kereta api yang saat itu bernomor 74, kemudian berjalan langsung di jalur lurus Stasiun Kawunganten. Ternyata, Minggu itu Lodaya dari Bandung digeret lokomotif bernomor lambung CC 203 01 milik Dipo Induk Lokomotif Yogyakarta...

[spoiler=CC 203 01 YK ft. KA 74 BD-SLO]

[Image: IMG_2740+-+Copy.JPG]
[/spoiler]

Dan ternyata, sejak tanggal 01 Juni 2014 yang lalu, KA Lodaya Pagi kembali menggunakan nomor KA 73 dan 74, sama seperti dalam Gapeka 2011. Tapi entah apakah tempat persilangan kedua kereta kembali dilakukan di Kawunganten atau di stasiun yang lain...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#93
Gapeka 2014 KA 73 dan KA 74 silang di stasiun Sidareja Mas.
Reply
#94
(01-07-2014, 09:12 AM)yogisuryawan Wrote: Gapeka 2014 KA 73 dan KA 74 silang di stasiun Sidareja Mas.

Sekarang silangnya di Sidareja ya... oke, makasih infonya Mas...

Dan berikut lanjutan TR-nya...



Setelah KA 74 lewat, KA 73 kembali diberi sinyal aman dan berangkat dari Stasiun Kawunganten. Selepas Kawunganten, saya mulai mengantuk, tetapi terus berusaha untuk tetap melek dan membuat laporan perjalanan kereta api selengkap mungkin. Namun, apa daya, selepas Stasiun Meluwung, saya pun tertidur. Tanpa disadari, berkali-kali seorang rekan RF yang stand-by di Stasiun Langen mengirim ping lewat BBM, sekaligus menjawab pertanyaan saya seputar posisi Stasiun Langen dari arah Solo. Kereta pun akhirnya lewat di Langen, dan saya masih tertidur lelap. Akhirnya, tepat ketika kereta tiba di stasiun selanjutnya, Banjar, saya pun terbangun dan baru melihat BB yang lampunya berkelap-kelip. Saya langsung mengirim pesan bahwa saya sempat tertidur ketika lewat di Langen, sehingga tidak menampakkan diri di bordes Eksekutif 1...

Lepas Banjar, kereta melewati Stasiun Karangpucung, Bojong, Ciamis, Manonjaya, dan Awipari sebelum tiba di Stasiun Tasikmalaya. Di stasiun ini, belum juga ada tanda-tanda Lodaya akan bersilang dengan Serayu dari Beos. Beberapa foto ketika kereta berhenti di Tasikmalaya:

[spoiler=Papan nama stasiun beserta jam antik yang terpasang di dinding...]

[Image: IMG_2742+-+Copy.JPG]
[/spoiler]

[spoiler=Perpaduan teknologi doeloe dan sekarang...]

[Image: IMG_2743+-+Copy.JPG]
[/spoiler]

[spoiler=Peron stasiun di depan ruang tunggu eksekutif, sepi...]

[Image: IMG_2747+-+Copy.JPG]
[/spoiler]

Akhirnya, dari kejauhan, PPKA Stasiun Tasikmalaya melambaikan eblek semboyan 40, dan kereta siap untuk diberangkatkan kembali...

[spoiler=KA 73 aman berangkat!]

[Image: IMG_2749+-+Copy.JPG]
[/spoiler]

Lepas Tasikmalaya, kereta melewati Stasiun Indihiang dan Rajapolah sebelum akhirnya bersilang dengan Kereta Api Ekspres Serayu dari Jakartakota di Stasiun Ciawi. Rangkaian kereta penumpang kelas Ekonomi yang hari itu ditarik lokomotif CC 201 57 Dipo Induk PWT sudah menunggu di Stasiun Ciawi...

Lepas stasiun ini, kereta yang dari tadi cukup dikebut mulai mendadak menjadi pelan. Bahkan sempat terhenti di sebuah tanjakan, dan terasa rangkaiannya sedikit mundur ke belakang. Beberapa saat kemudian, kereta melanjutkan perjalanan dengan kecepatan yang amat sangat pelan. Petak Ciawi-Cirahayu, yang dalam LAPKA seorang rekan RF tercatat ditempuh dalam waktu 8 menit, kali ini ditempuh oleh KA 73 dalam waktu... 17 menit, dua kali lipat ditambah 1 menit... Luar biasa pelannya...

Kemudian petak Cirahayu-Cipeundeuy, masih dari sumber yang sama, tercatat pernah ditempuh dalam waktu 13 menit. Kali ini, CC 204 03 berhasil menarik rangkaian Lodaya di petak tersebut dalam waktu... 25 menit, dua kali lipat dikurang 1 menit... Lagi-lagi, luar biasa pelannya pemirsa...

Akhirnya, setelah 42 menit mengarungi jalur yang cukup ekstrim di petak Ciawi-Cirahayu-Cipeundeuy, KA 73 pun diberhentikan luar biasa mengarah reguler di Stasiun Cipeundeuy untuk pengecekan abar. Hal ini dimanfaatkan pedagang asongan untuk berjualan di bordes, dan penumpang beserta crew untuk turun ke kios yang terletak di peron stasiun. Tampak pula kondektur penumpang sedang menikmati gorengan (sepertinya) di salah satu kios di stasiun tersebut...

[spoiler=Stasiun Cipeundeuy sore itu...]

[Image: IMG_2769+-+Copy.JPG]
[/spoiler]

Delapan menit berhenti, kereta kembali berangkat dari stasiun “sakti” tersebut 10 menit menjelang pukul 4 sore...

[spoiler=CIPEUNDEUY +772 m]

[Image: IMG_2773+-+Copy.JPG]
[/spoiler]

Di tengah perjalanan, saya kembali mengabadikan panorama alam yang disuguhi Bumi Priangan Timur...

[spoiler=Pemandangan di petak Karangsari-Leles...]

[Image: IMG_2785+-+Copy.JPG]


[Image: IMG_2786+-+Copy.JPG]
[/spoiler]

Pukul 16:32, akhirnya kereta tiba di Stasiun Leles. Di sini, kereta diberhentikan luar biasa untuk bersilang dengan Kereta Api Ekspres Malabar dari Bandung untuk tujuan akhir Malang. Saat tiba, kereta terlalu cepat berhenti. Beberapa kali PPKA dan KP memberi aba-aba untuk menyuruh masinis memajukan sedikit lagi rangkaian kereta karena belum preipal, bahkan sampai menggunakan toa, tetapi baru setelah itu masinis kembali memajukan sedikit rangkaian KA 73 tersebut. Tampak bangunan utama stasiun ketika KA 73 tiba di Leles...

[spoiler=Stasiun Leles]

[Image: IMG_2787+-+Copy.JPG]
[/spoiler]

Yang ditunggu-tunggu pun akhirnya datang juga: KA 90 Ekspres Malabar featuring CC 204 18 Dipo Induk Lokomotif Sidotopo...

[spoiler=CC 204 18 SDT ft. KA 90 Malabar BD-ML]

[Image: IMG_2792+-+Copy.JPG]

Semakin mendekat...


[Image: IMG_2793+-+Copy.JPG]
[/spoiler]

Malabar telah lewat, dan jalur di depan sudah kosong dan bisa dilalui rangkaian Kereta Api Ekspres Lodaya, tapi koq, sinyalnya tidak ngangkat juga ya?

[spoiler=Belum aman untuk berangkat...]

[Image: IMG_2789+-+Copy.JPG]
[/spoiler]

Dan ternyata...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#95
Dan ternyata?? Wah jadi penasaran..
Reply
#96
(12-07-2012, 05:48 PM)omaniax Wrote: wah udah dilanjut Big Grin

itu evonext punyanya Gege transport (punyanya omm Gege kali yak Wek )


Maaf agak OOT, itu evonext punya Queen Trans. Klo punya Gege transport, warnanya memang sama-sama hitam tapi ada livery laba-labanya


Monggo dilanjut, jadi kangen naik lodaya pagi Hehe..
Regards,
Public Transportation Enthusiast Arrow

Reply
#97
Ish, jadi kesel gimanaaaaa, gitu, masinisnya gak pernah bikin rangkaiannya preipal, dah -_- tapi, berarti, TR-nya bagus, bisa bikin saya menjiwai Xie Xie

[Image: SsqiV4o.jpg]
Reply
#98
wah, BLB nya itu loh. 2 tahun bro.
kalo naik sepoor, udah berapa ratus kilo itu?Ngakak

lodaya jalurnya eksotis banget.
pengen nyoba sekali lagi, namun apa daya waktu tidak memungkinkan :'(
Reply
#99
(01-07-2014, 09:26 PM)Ardhani Muhad Wrote:
Maaf agak OOT, itu evonext punya Queen Trans. Klo punya Gege transport, warnanya memang sama-sama hitam tapi ada livery laba-labanya

Monggo dilanjut, jadi kangen naik lodaya pagi Hehe..

Oke, makasih pencerahannya... Xie Xie

(01-07-2014, 10:30 PM)Darfian_R Wrote: Ish, jadi kesel gimanaaaaa, gitu, masinisnya gak pernah bikin rangkaiannya preipal, dah -_- tapi, berarti, TR-nya bagus, bisa bikin saya menjiwai Xie Xie

Iya nih, gatau kenapa, dua kali BLB semuanya nggak langsung preipal... BTW makasih udah ikut menyimak TR saya... Xie Xie

(02-07-2014, 05:19 PM)triez_RF Cirebon Wrote: wah, BLB nya itu loh. 2 tahun bro.
kalo naik sepoor, udah berapa ratus kilo itu?Ngakak

lodaya jalurnya eksotis banget.
pengen nyoba sekali lagi, namun apa daya waktu tidak memungkinkan :'(

Iya nih, lama banget... tapi mumpung liburan sekarang lagi nggak ada rencana jalan-jalan karena ngambil SP, yaudah mending dirampungin aja dulu TR yg lama... Ngakak

BTW setuju tuh, jalur Priangan Timur emg eksotis banget, pengen rasanya iseng joyride lintas BD-BJR... tapi sayang tiket buat menikmati jalur itu terbilang mahal, buat Lodaya Bisnis BD-BJR PP dibanding iseng naik GoPar Bisnis BD-GMR PP... alternatif K3 sih ada, tapi jadwal Pasundan dari KAC terlalu pagi buat saya yg tinggal di CMD... kalo naik Serayu pulangnya kemaleman... Sad

(01-07-2014, 02:56 PM)yogisuryawan Wrote: Dan ternyata?? Wah jadi penasaran..

Oke, lanjutan TR-nya segera dipost...

Dan ternyata...

“KA Lodaya, tunggu lok dari Bandung...”

Pertama-tama denger, dipikir salah. Tapi lama-kelamaan, karena tidak juga diberangkatkan, akhirnya percaya juga. Ditambah comment di status FB yang menyebutkan ada lokpen dikirim dari Bandung ke arah timur...

Pertama kalinya naik kereta siang dari arah timur Bandung, dan untuk pertama kalinya juga merasakan kereta yang ditumpangi mogok di tengah jalan. Ternyata benar kecurigaan saya ketika, selepas Ciawi tadi, kereta mendadak pelan, bahkan berhenti beberapa saat. CC 204 03 ternyata lagi tidak fit untuk menjajal jalur ekstrem Priangan Timur, dan menyerah ketika tiba di Stasiun Leles...

Penumpang pun ada yang turun ke peron, atau tetap tinggal duduk di dalam kereta. Ada yang menelepon kerabat atau rekan yang akan menjemput, ada yang hanya berdiri dan melihat-lihat suasana, ada yang membeli jajanan, tetapi hanya saya yang sibuk memotret suasana di sana. Berikut beberapa hasil foto ketika Lodaya menunggu bala bantuan dari Bandung di Stasiun Leles:

[spoiler=K1 0 54 02 BD, livery Satwa, sebagai Eksekutif 2 KA 73]

[Image: IMG_2798+-+Copy.JPG]
[/spoiler]

[spoiler=K1 0 67 14 yang saya tumpangi]

[Image: IMG_2800+-+Copy.JPG]
[/spoiler]

Akhirnya, bala bantuan yang dinanti-nanti tiba juga. Lokpen dengan nomor lambung CC 204 15 dikirim dari Dipo Induk Lokomotif Bandung. Lagi-lagi, kereta yang saya tumpangi ditarik lokomotif “double 08” ini...

[spoiler=DT ciuman]

[Image: IMG_2801+-+Copy.JPG]
[/spoiler]

Setelah lokomotif bantuan tiba, kondektur penumpang beranjak dari ruang PPKA menuju arah lokomotif, disaksikan kumpulan penumpang yang menunggu di peron stasiun...

[spoiler=KP KA 73, setelah lokpen digandengkan dengan rangkaian KA 73...]

[Image: IMG_2803+-+Copy.JPG]
[/spoiler]

Penumpang Eksekutif 1 yang sedang berkumpul di peron dekat pintu kereta setelah membeli jajanan, tampak masih mengobrol menanti pemberangkatan kembali...

[spoiler=Aktivitas penumpang sambil menunggu keberangkatan...]

[Image: IMG_2805+-+Copy.JPG]
[/spoiler]

Masih bersambung...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
Berarti pas disuruh maju lagi sama PPKA Stasiun Leles, itulah sisa2 tenaga yang masih ada di CC 204 03
Menunggu berapa lama mas?
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)