Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Stasiun yang Memiliki Spoor Lurus di Jalur 1, Apakah Berbahaya?
#1
Sad 
Pada umumnya, di stasiun-stasiun besar, jalur 1 merupakan spoor belok, sehingga jalur ini diberi taspat yang rendah. Namun terdapat beberapa stasiun yang jalur 1-nya merupakan spoor lurus (kalau ada istilah yang lebih teknis mohon dikoreksi). Sehingga kereta api dengan kecepatan yang tinggi (biasanya kereta langsung/LS) melintas di jalur 1. Kita semua tahu bahwa jalur 1 merupakan jalur terdekat dengan bangunan inti stasiun yang merupakan pusat aktivitas, baik petugas stasiun maupun penumpang.

1. Menurut teman2 apakah kondisi tersebut cukup berbahaya (khususnya bagi calon penumpang)?
2. Stasiun mana aja yang memiliki kondisi tersebut?

Yang saya tahu ada di st.Sengon, st.Porong, dan st.Sidoarjo. Cukup mengerikan rasanya kereta LS melaju kencang di jalur 1, dengan calon penumpang berada didekatnya (khususnya anak-anak!!).

[Image: a2vric.jpg]
Reply
#2
Kan kalo ada KA mau liwat pasti diumumkan terlebih dahulu oleh PPKA stasiun kan? apalagi ada sentinel yang siap membantu mengamankan para penumpang. Tapi bahaya juga ya kalo KA Argo silang di jalur 1 yang lurus dengan kecepatan tinggi, yahh, tapi yang penting penumpang tidak melewati batas garis aman saja.
Loco Project Designer for better Indonesian Railways Tengsin
Reply
#3
Sta. Klaten, double track, jalur 1 spoor lurus untuk KA ke barat, jalur 2 spoor lurus untuk KA ke timur, jalur 3 dst baru spoor belok.
Seandainya feeder Klaten-Lempuyangan di jalur 3, trus ada KA yang silang di stasiun, bisa bahaya kalo penumpang feeder mau nyebrang tapi ga tengok kanan-kiri.
Cheers,
Pandu Bagus Andika


Reply
#4
Stasiun Banjar juga sepur lurusnya ada di jalur1. Memenag riskan sih tapi biasanya petugas udah berjaga-jaga bila ada kereta mau lewat. Saya inget waktu masih kecil dulu di stasiun Banjar hampir keserempet kereta, kalo gak ada petugas yang memperingati. Terimakasih kepada petugas stasiun Banjar dan mohon maaf atas ketidaktahuan saya sewaktu masih kecil dulu. saya kira lebar kereta tidak sampe pada posisi waktu saya berada, padahal udah diluar garis. ternyata setelah kereta lewat daerah itu masih pada posisi bahaya.

[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply
#5
Stasiun Srowot, Brambanan.
kalau berhati hati dan selalu waspada pastikan selamat....Tersenyuum
Reply
#6
Sta. Jatinegara juga biasnya memakai Jalur-1 untuk spoor lurus untuk LS. (Biasanya kereta Argo, Satwa dari GMR)Xie Xie

[Image: CopyofDSCN3639copy.jpg]
Reply
#7
stasiun cimahi jalur 1 jg spoor lurus. biasanya argo gede , harina dan serayu LS dari arah timur. rada ngeri juga soalnya tempat duduk untuk nunggu yang paling depan lumayan deket dengan spoor.
Reply
#8
Petak SB-ML itu juga banyak stasiun yang punya spoor lurus di jalur 1 st.Waru-st.Sidoarjo-St.Porong-st.Wonokerto-St.Sukrejo-st.Sengon-st.Lawang. Kalo inget st.Lawang inget PLH kreta BBM yang remnya blong. Agak sedikit terancam sih keselamatan penumpang di stasiun. Walaupun akhirnya menabrak ruko di samping stasiun.

[Image: a2vric.jpg]
Reply
#9
Stasiun wonokromo juga berjalan langsung di sepor 1 dng kecepatan 60km/jam.
Reply
#10
Bisanya KS juga selalu memperingatkan akan adanya KA yang akan lewat...
Beberapa menit sebelum KA lewat Beberapa kilo sebelum KA lewat dan Sesaat sebelum KA lewat, pasti KS akan memperingatkan....
Maka dari itu kalo sampe terjadi kecelakaan di sta karena KA berjalan langsung sepertinya itu konyol.

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)