26-01-2014, 06:47 PM
Tadi liat berita di tv katanya banjir di SMT sudah mulai surut...semoga segera normal kembali... dan jangan terulang lagi setiap musim hujan... masa jadi ritual tiap tahun ka pantura "main" ke selatan...

|
26-01-2014, 06:47 PM
Tadi liat berita di tv katanya banjir di SMT sudah mulai surut...semoga segera normal kembali... dan jangan terulang lagi setiap musim hujan... masa jadi ritual tiap tahun ka pantura "main" ke selatan...
26-01-2014, 09:37 PM
Banjir di Stasiun Tawang Semarang Sudah Surut
VIVAnews - Banjir yang menggenangi Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah, sudah mulai surut, Minggu, 26 Januari 2014. Status berhenti luar biasa yang sebelumnya diberlakukan kini telah dicabut.Mesin pompa air terus bekerja untuk menguras air yang menggenang di halaman serta ruang dalam stasiun. Setelah dikuras tanpa henti, banjir di Stasiun Tawang sudah sepenuhnya surut.Sore hari tadi, petugas stasiun dikerahkan untuk membersihkan lantai yang tergenang serta perabotan yang basah. Selain itu, petugas juga sudah bisa melayani penumpang yang akan berangkat dari Stasiun Tawang. Sebelumnya, Stasiun Tawang sempat terendam banjir hingga satu meter, selama beberapa hari. Akibatnya PT. KAI menyatakan status berhenti luar biasa. Pemberangkatan dan penurunan penumpang pun dialihkan ke Stasiun Poncol. Sumber: http://m.news.viva.co.id/news/read/47637...udah-surut
27-01-2014, 11:58 AM
Sempat Tergenang Bak Sungai, Begini Kondisi Terakhir Stasiun Tawang
detikNewsSemarang - Pekan lalu, Stasiun Tawang Semarang terendam air. Jadi mirip sungai. Saat ini, kondisinya sudah berubah setelah air surut. Berikut wujudnya.Terlihat genangan tipis di halaman stasiun, Senin (27/1/2014). Siang ini, cuaca cerah. Kemungkinan halaman akan segera 'bersih' dari genangan.Bagian dalam stasiun juga bersih dari air. Lantai ruang tunggu dan bagian lain, tampak kinclong karena sudah dibersihkan petugas. Beberapa calon penumpang duduk-duduk.Pada Kamis ((23/1) hingga beberapa hari berikutnya, stasiun untuk kereta kelas bisnis dan eksekutif ini terendam. Awalnya air hanya menggenangi bagian depan stasiun, tapi akhirnya masuk. Ketinggian air seperut orang dewasa. Kursi-kursi di dalam stasiun nyaris tidak kelihatan.Pegawai stasiun memindahkan sebagian dokumen ke tempat yang aman. Kereta yang akan berhenti di Stasiun Tawang dihentikan di Stasiun Poncol. Tapi saat ini, kondisinya sudah normal."Tadi pagi KA Argo Anggrek sudah tidak berhenti di sana (Poncol)," kata Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop IV Semarang Eko Budiyanto kepada detikcom di Stasiun Tawang, Senin (27/1/2014). Sumber: http://m.detik.com/news/read/2014/01/27/...ng?9922032
27-01-2014, 08:36 PM
Status BLB Stasiun Poncol dicabut
Semarang (ANTARA News) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi mencabut status berhenti luar biasa (BLB) di Stasiun Poncol seiring surutnya banjir yang menggenangi akses jalan dan Stasiun Tawang Semarang."Sudah dicabut (status BLB, red.) hari ini atau Senin dan pagi (27/1) tadi penumpang sudah bisa naik-turun di Stasiun Tawang," kata Kepala Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops IV Semarang Eko Budiyanto di Semarang, Senin.Menurut dia, status BLB di Stasiun Poncol sempat diberlakukan sejak Kamis (23/1) lalu karena Stasiun Tawang Semarang tergenang banjir, termasuk akses jalan masuk menuju stasiun tersebut.Namun, kata dia, banjir yang menggenangi Stasiun Tawang sudah surut dan kering, termasuk banjir yang semula menggenangi kawasan Kota Lama yang menjadi akses masuk ke stasiun tersebut.Dengan pencabutan status BLB di Stasiun Poncol, kata dia, akses calon penumpang KA saat ini sudah normal dan kembali seperti semula, terutama yang jadwal keberangkatannya dari Stasiun Tawang.Ia mengakui banjir yang menggenangi "track" di lintas Alastua-Tawang Semarang sejak Kamis lalu memang sempat mengganggu perjalanan KA. Bahkan, beberapa KA dari Timur dialihkan melewati jalur Selatan."Ada yang dialihkan perjalanannya, yakni KA Brantas, KA Majapahit, KA Matarmaja, KA Bangunkarta. Namun, kondisinya sekarang sudah normal. Penumpang bisa naik-turun dari Stasiun Tawang," kata Eko.Sebelumnya, Kepala PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops IV Semarang Wawan Ariyanto mengatakan status BLB di Stasiun Poncol bakal dicabut Senin ini, mengingat kondisi "track" dan Stasiun Tawang sudah tidak tergenang banjir.Sebenarnya, kata dia, banjir yang menggenangi Stasiun Tawang sudah surut sejak Minggu (26/1) lalu, tetapi status BLB belum dicabut karena akses jalan masuk menuju stasiun tersebut masih tergenang.Lalu-lintas KA selama selama beberapa hari terakhir, yakni sejak Kamis (23/1) hingga Sabtu (25/1) sempat tersendat karena banjir yang menggenangi satu "track" di lintas Tawang-Alastua Semarang.Dalam kondisi normal, ada dua "track" yang dioperasikan di lintas Stasiun Alastua-Tawang, yakni satu jalur lama dan satu jalur baru yang dibangun seiring proyek jalur ganda (double track) KA.Namun, jalur lama masih tergenang banjir di atas batas toleransi aman sehingga tidak bisa dilewati KA, sementara kondisi jalur baru tidak tergenang karena letaknya yang lebih tinggi.Praktis, hanya satu jalur yang bisa dilewati di lintas Alastua-Tawang sehingga KA mengantre untuk melewati jalur itu, dan menunggu di stasiun-stasiun sebelumnya, baik dari arah Barat maupun Timur. Sumber: http://m.antaranews.com/berita/416235/st...ol-dicabut
28-01-2014, 04:01 PM
Banjir di Semarang, aktivitas Stasiun Poncol dihentikan
Semarang (ANTARA News) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi IV Semarang kembali memberlakukan status Berhenti Luar Biasa di Stasiun Poncol, akibat banjir yang menggenangi akses masuk Stasiun Tawang Semarang."Kami kembali menetapkan BLB di Stasiun Poncol Semarang. Kasihan penumpang karena akses masuk ke Stasiun Tawang kembali tergenang," kata Kepala Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops IV Semarang Eko Budiyanto di Semarang, Selasa.Padahal, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) baru sehari mencabut status BLB di Stasiun Poncol, Senin (27/1), mengingat banjir yang menggenangi Stasiun Tawang, termasuk jalan akses masuk menuju stasiun itu sudah surut.Berdasarkan pantauan, kawasan Kota Lama Semarang tergenang banjir secara merata dengan ketinggian air yang bervariasi antara 20--40 cm, termasuk akses jalan menuju Stasiun Tawang Semarang.Jalan di depan Stasiun Tawang tergenang banjir dengan ketinggian air sekitar 40 cm, sehingga menyulitkan akses penumpang menuju stasiun itu meski halaman parkir, termasuk Stasiun Tawang tidak tergenang banjir.Eko membenarkan sejauh ini Stasiun Tawang memang tidak tergenang banjir, tetapi akses jalan menuju stasiun tersebut, yakni kawasan Kota Lama Semarang tergenang sehingga menyulitkan calon penumpang."Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Pengalihan keberangkatan penumpang dari Stasiun Tawang ke Stasiun Poncol ini kami lakukan untuk memudahkan penumpang agar tidak harus repot kena banjir," ujarnya.Namun, Eko memastikan perjalanan KA yang melewati Semarang, baik dari arah Barat maupun Timur sejauh ini tetap lancar karena banjir tidak sampai menggenangi "track", khususnya di lintas Stasiun Tawang-Alastuwa. Sumber: http://m.antaranews.com/berita/416374/ba...dihentikan
29-01-2014, 05:53 AM
Sering Terendam, Rel Stasiun Tawang Ditinggikan 30 Centimeter
TAWANGSARI - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menaikkan letak rel antara Stasiun Tawang-Alastua setinggi 10-30 centimter. Hal itu untuk mengantisipasi terendamnya rel akibat banjir, khususnya di daerah Ronggowarsito. Daerah itu memang langganan banjir hingga mencapai 20 an centimeter. Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4, Eko Budiyanto mengatakan, peninggian di Stasiun Tawang antara 10 sampai 15 centimeter. Sedangkan di luar Stasiun Tawang, terutama di daerah Ronggowarsito akan ditinggikan 20 cm sampai 30 cm. "Pengangkatan rel kira-kira sepanjang 5 km," kata dia. Penangkatan rel tersebut menggunakan alat bernama Multi Tie Temper (MTT) yang membentuk seperti lokomotif berwarna kuning. Seperti diketahui, jalur Stasiun Alastua-Tawang sempat terendam air saat banjir melanda sejumlah wilayah Kota Semarang. Sumber: http://m.jpnn.com/news.php?id=213540
31-01-2014, 02:07 PM
Jalur Melayang Kereta Solusi bagi Semarang ÂÂ
TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat transportasi, Yayat Supriyatna, menilai jalur melayang atau elevated untuk kereta api (KA) merupakan solusi bagi Semarang, Jawa Tengah. "Daripada bolak-balik kebanjiran terus," ujarnya saat dihubungiTempo, Jumat, 30 Januari 2014.Ia mengatakan meski kelak jalur KA dibuat dengan konstruksi melayang, stasiun masih akan terendam luapan rob laut. Oleh karena itu, Yayat mengusulkan Stasiun Tawang, Semarang, yang selama ini kerap terendam banjir, dijadikan sebagai cagar budaya."Kemudian dibangun stasiun baru, untuk transaksi keberangkatan dan kedatangan melalui jalur elevated," ujarnya. (Baca: PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Tinggikan Rel dari Stasiun Tawang ke Poncol)Menurut Yayat, dalam merancang dan membangun jalur elevated, pemerintah harus sangat berhati-hati. Kondisi tanah yang lunak, kata dia, perlu diantisipasi agar konstruksi stabil.Direktur Keselamatan Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko menyebut Stasiun Tawang kerap terendam banjir lantaran terjadi penurunan tanah di Semarang.Untuk mengatasi banjir, ia mengatakan sudah dilakukan peninggian jalur hingga 1,5 meter. Namun karena Stasiun Tawang masih tergenang, pemerintah berencana mendesain jalur layang untuk kereta api yang melintasi Semarang. "Jadi nanti seperti Stasiun Gambir," katanya. Sumber: http://m.tempo.co/read/news/2014/01/31/0...i-Semarang
04-02-2014, 11:56 PM
Seperti Ini Repotnya Petugas Stasiun Tawang saat Banjir Datang
Semarang - Stasiun Tawang Semarang sering kebanjiran. Petugas sudah tahu apa yang harus dikerjakan saat air mulai menggenang. Seperti apa repotnya mereka?Dari pantauan detikcom, sejak pagi air memang sudah menggenangi kota lama dan akses menuju Stasiun Tawang. Namun mulai pukul 09.00, air mulai masuk ke dalam stasiun. Ruang kantor pun ikut terendam. Para petugas berjibaku menyelamatkan alat-alat elektronik, dokumen, dan kursi-kursi."Mulai masuk jam 09.00 dan puncaknya jam 10.00. Kami selamatkan barang-barang," kata Wakil Kepala Stasiun Tawang, Sigit Setiadi Prabowo, kepada detikcom di Stasiun Tawang, Semarang, Selasa (4/2/2014).Barang-barang seperti meja, komputer, dan alat komunikasi lainnya dibawa menuju peron yang lebih tinggi. Selain itu furniture berupa sofa yang berada di ruang kepala stasiun juga ikut dievakuasi. Sedangkan kursi tunggu diangkat ke peron."Ya ini posko daruratnya di peron. Alat-alat komunikasi dan dokumen," tandasnya.Pihak stasiun memindahkan pemeriksaan tiket yang biasanya berada di hall ke pintu keluar sebelah Timur. Jadi penumpang bisa masuk melalui tempat parkir motor untuk menghindari banjir di hall."Untuk boarding pindah ke pintu keluar timur," tegas Sigit. Selain itu ada jalur rel di stasiun dua sebagian juga terendam air. Untuk jalur satu dan dua air belum sampai menutup bagian atas rel. Sedangkan pada jalur tiga dan empat, rel sudah terendam namun masih dalam titik normal yaitu di bawah 10 cm."Jalur 6 dan 7 sudah dinaikkan, itu new track untuk double track. Tapi karena darurat dibuka sekarang untuk akses Stasiun Tawang-Alastua. Untuk jalur tiga dan empat hanya bisa dilalui oleh lokomotif tertentu," terang Sigit."Januari kemarin seperti ini sudah dua kali dan ini yang ketiga," imbuhnya.Terkait banjir di stasiun Tawang, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) DAOP IV memberlakukan berhenti luar biasa untuk kereta yang berhenti di stasiun Tawang. Jadi penumpang tidak harus menerjang banjir menuju stasiun Tawang namun bisa naik dari stasiun Poncol."Surutnya kalau polder di depan sudah surut. Jadi bisa disedot ke sana airnya," tutup Sigit. Sumber: http://m.detik.com/news/read/2014/02/04/...ng?9922032
06-02-2014, 07:43 AM
Banjir, Rel KA Ditinggikan Lebih dari Satu Meter
SEMARANG, (PRLM) Selama banjir Desember - Januari 2014 PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional 4 Semarang Jawa Tengah sudah empat kali meninggikan rel kereta agar rel terbebas dari banjir. Total peninggian rel di jalur Pantai Utara Kota Semarang sejak 2002 lebih dari 1 meter.Banjir Selasa (4/2/2014) siang, membuat perjalanan tujuh KA melalui jalur utara tersendat. Untuk mengurangi keterlambatan ke tujuh 7 KA lintas utara dialihkan jalur selatan. Selama Januari Stasiun Tawang Semarang lumpuh akibat banjir.Manajer Hubungan Masyarakat PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Eko Budianto, saat dihubungi dari Purwokerto mengatakan, selama Desember-Januari Daop 4 sudah empat kali meninggikan rel kereta agar tidak tergenang banjir ketika terjadi hujan," kata Eko Rabu (5/2/2014).Peninggian rel KA antara 15-20 centimeter sepanjang 15 kilometer mulai Kota Lama di Jalan Ronggowarsito, antara Stasiun Tawang hingga Stasiun Poncol. Termasuk rel diEko menambahkan total peninggian rel di jalur Pantai Utara Kota Semarang sejak 2002 lebih dari 1 meter. Peninggian dilakukan terus-menerus dengan tinggi rel sekarang mencapai 1,5 meter dari kondisi semula."Akan tetapi karena setiap hari dilewati kereta api, ada sekitar 60 trafick KA yang melintas di jalur utara maka rel kembali ambles, lalu kita tinggikan lagi. Kondisi terus berulang sesuai kebutuhan dilapangan,"jelas Eko.Proses peninggian rel dilakukan degan mengangkat rel dengan alat berat, sebelumnya bawah rel ditimbun dengan kricak, batu-batu kecil tersebut kemudian dimampatkan sampai padat. Lalu rel diletakkan ditempat semula.Peninggian kata Eko, tidak sampai mengganggu perjalanan kereta karena dilakukan disela-sela waktu perjalanan kereta. "Pengangkatan setelah ada KA lewat sampai kereta berikutnya," kata Eko.Menejer Humas Daop 5 Surono menambahkan, banjir yang menggenangi stasiun Tawang pada Selasa memaksa 7 KA dialihkan dari jalut utara ke jalur selatan, melalui Yogyakarta-Purwokerto. "Ke- 7 kereta api lintas utara yang terpaksa harus memutar lewat selatan tersebut masing- masing 3 KA dari arah timur tujuan Jakarta dan 4 KA dari Jakarta," kata Surono Rabu.KA- KA lintas utara tersebut biasanya melalui rute Jakarta - Cirebon - Semarang - Solo - Madiun dan sebaliknya, karena banjir di Semarang Tawang semalam harus dialihkan melalui rute Jakarta - Cirebon - Purwokerto - Solo - Madiun dan sebaliknya."Karena melalui rute memutar lewat selatan, rata- rata KA tersebut mengalami keterlambatan sekitar 1 jam,"jelasnya.K e7 KA tersebut KA Bangunkarta jurusan Surabaya - Gambir, KA Majapahit jurusan Malang - Pasarsenen, dan KA Matarmaja jurusan Malang - Pasarsenen. Sedangkan dari arah Jakarta masing- masing adalah KA Bangunkarta jurusan Gambir - Surabaya, KA Majapahit jurusan Pasarsenen- Malang, KA Matarmaja Jurusan Pasarsenen- Malang dan KA Brantas jurusan Tanjungpriok- Kediri. Namun pada Rabu banjir surut perjalanan normal kembali.Banjir selama Desember-Januari sudah dua kali menggenangi Stasiun Tawang, Pengelola Stasiun Tawang juga memberlakukan berhenti luar biasa saat kondisi stasiun tegenang air. Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/node/268878 |