Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Menhub Tolak Pengurangan Solar untuk PT KA
#11
(02-06-2009, 11:51 AM)bonbon Wrote: yg gw tangkep (cmn pendapat) mungkin si pejabat BPH Migas berpikir solar bersubsidi hanya untuk KA Ekonomi, bahasa gampangnya "salah sasaran" gitu, soalnye loko ngga cuman narik ekonomi doang...para "bisnis mania" dan "eksekutifers" turut menikmati solar bersubsidi..kadang masuk akal sih, misal ekonomi itu penumpang dengan kelompok yang perlu disubsidi (walaupun udah ada subsidi silang dari "bisnis mania" dan "eksekutifers"). Jadi kenapa harus di kurangi ?

jika BPH Migas beranggapan spt itu, PT KA perlu punya Lok khusus untuk narik Kereta K3.....
Ngakak

Reply
#12
Kalo pendapat saya sich bila BBM buat loko tdk bersubsidi itu terjadi, sangat perlu utk mengundang Kepala BPH Migas ke Dipo JNG terus disuruh naik ke atap loko yg sedang berputar mesinnya. Abis itu suruh nglongok ke cerobong asapnya terus dikasih throtle N8. Biar tau rasanya panas hasil pembakaran BBM tanpa subsidi.
Saya sependapat dengan sikap MenHub, pokoke jangan sampai dikurangi pasokannya...
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe

[Image: 10p0h7r.jpg]





Reply
#13
(02-06-2009, 02:36 PM)eling Wrote:
(02-06-2009, 11:51 AM)bonbon Wrote: yg gw tangkep (cmn pendapat) mungkin si pejabat BPH Migas berpikir solar bersubsidi hanya untuk KA Ekonomi, bahasa gampangnya "salah sasaran" gitu, soalnye loko ngga cuman narik ekonomi doang...para "bisnis mania" dan "eksekutifers" turut menikmati solar bersubsidi..kadang masuk akal sih, misal ekonomi itu penumpang dengan kelompok yang perlu disubsidi (walaupun udah ada subsidi silang dari "bisnis mania" dan "eksekutifers"). Jadi kenapa harus di kurangi ?

jika BPH Migas beranggapan spt itu, PT KA perlu punya Lok khusus untuk narik Kereta K3.....
Ngakak

"oke idenya kita tampung, nanti kami belikan lagi loko cc204 series untuk khusus KA Ekonomi " ,kata Pak Menhub. Ngakak. Mayan jadi nambah banyak deh loko biar Mass nya kebagian satu-satu, ngga rebutan
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#14
Kebijakan yg keliru menurut saya,
1. katanya mau mengurangi volume kendaraan,ko malah mempersulit angkutan massal?
2. gas buang premium lebih beracun dibanding solar,
please cmiiw

Semboyan 35 | FB | IG
Reply
#15
negeri yang aneh....
(singkat jelas padat) Ngikik
Reply
#16
Tolak capres yang tidak berpihak pada angkutan masal seperti Kereta Api
Reply
#17
Yang ada kurangi tuh subsidi bbm pesawat!
Waspadai Bahaya Laten Virus "Edan Sepur"!!Ngakak
Reply
#18
(01-06-2009, 01:35 PM)asep_0907 Wrote:
(01-06-2009, 11:47 AM)ebret_cc20191 Wrote: Menteri Perhubungan (Menhub), Jusman Syafii Djamal, mengisyaratkan, menolak usulan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk mengurangi solar bersubsidi PT Kereta Api (KA) sebesar 10 persen mulai 2010.

"Saya akan meminta Menteri Energi untuk tidak menyetujui langkah tersebut," katanya menjawab pers di Jakarta, Selasa.

Dijelaskannya, hal ini bertujuan untuk menciptakan kereta api sebagai moda transportasi massal yang terjangkau bagi masyarakat karena pengurangan solar bersubsidi itu akan menaikkan harga tiket kereta api.

Apalagi, ia melanjutkan, saat ini masyarakat membutuhkan transportasi massal berbiaya rendah untuk mobilitas sosial ekonominya. "Sehingga perlu pembahasan rencana pengurangan tersebut secara komprehensif," katanya.

Ia juga menambahkan, hal itu juga belum pernah dibahas dalam rapat kabinet. "Termasuk belum pernah ada surat resmi ke kami," katanya.

Dirut PT KA I. Jonan sebelumnya jgua mengisyaratkan bahwa kemungkinan kenaikan tarif kereta api kelas bisnis dan eksekutif tak dapat dihindari jika rencana pengurangan pasokan itu dilakukan.

Kenaikannya sekitar dua hingga lima persen dari tarif yang berlaku saat ini.

Padahal, kata Jonan, perseroannya membutuhkan solar mencapai dua juta liter per tahun. Pada 2008, konsumsi solar Kereta Api mencapai 125.333 kiloliter.

Wakil Presiden, Jusuf Kalla, sebelumnya menggelar rapat soal revitalisasi kereta bersama Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Paskah Suzetta, Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal, dan Direktur Jenderal Perkeretaapian, Tundjung Inderawan.

BPH Migas mengusulkan pengurangan konsumsi bahan bakar solar KA dengan alasan untuk menekan konsumsi bahan bakar bersubsidi karena volumenya pada 2010 diperkirakan akan turun sekitar 0,355 juta kiloliter dibanding tahun ini menjadi 11,250 juta kiloliter.

"Tahun ini volume solar adalah 11,605 juta kiloliter," kata Kepala BPH Migas, Tubagus Haryono, sebelumnya.

Sedangkan volume premium bersubsidi justru diperkirakan naik, dari 19,444 juta kiloliter pada tahun ini menjadi 21,454 juta kiloliter pada 2010. "Kenaikan terjadi karena pertumbuhan ekonomi akan mencapai 4,1 persen dan konsumsi premium terus meningkat," ujarnya.

Menurut Tubagus, tingkat konsumsi premium sudah mulai naik sejak kuartal pertama 2009. Kenaikan itu mencapai 6,29 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya menjadi 4,897 juta kiloliter.

Karenanya tahun depan, pemerintah akan mengajukan asumsi harga minyak mentah sebesar 40-60 dolar AS per barel untuk menetapkan besaran subsidi pada 2010.

Ketua BPH Migas siapa sih???? edan bener mau bikin gara-gara ya....Red Bull

setuju pak mentri itu kebijakan neoliberal yang patut ditentang, kereta api itu untuk rakyat kecil orang kaya naik pesawat terbang & mobil pribadi.Tepuk Tangan
Reply
#19
(06-06-2009, 10:17 PM)mandor langsir Wrote: setuju pak mentri itu kebijakan neoliberal yang patut ditentang, kereta api itu untuk rakyat kecil orang kaya naik pesawat terbang & mobil pribadi.Tepuk Tangan

Kurangi mobil pribadi...Orang kaya harus tetap naik kereta api. Jangan biarkan bumi semakin panas dengan semakin banyaknya mobil pribadi ....!!!
Back to topic ye...
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe

[Image: 10p0h7r.jpg]





Reply
#20
(06-06-2009, 10:38 PM)see_204XX Wrote:
(06-06-2009, 10:17 PM)mandor langsir Wrote: setuju pak mentri itu kebijakan neoliberal yang patut ditentang, kereta api itu untuk rakyat kecil orang kaya naik pesawat terbang & mobil pribadi.Tepuk Tangan

Kurangi mobil pribadi...Orang kaya harus tetap naik kereta api. Jangan biarkan bumi semakin panas dengan semakin banyaknya mobil pribadi ....!!!
Back to topic ye...

Iya tuh,mentang2 kaya gengsi naek kereta.Malah milih jaguar.
Di jaguar kan g bs selonjor sempurna,jalan2,lht pemandangan,dan yg pasti g ada prami!! Pisss ahhh...
[Image: DSC9554.jpg]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)