19-11-2009, 10:38 AM
(15-11-2009, 07:26 PM)BAMBANG EKO Wrote: Ane lihat di Time table th 1972 KA Pandanaran ini sehari jalan 5 X , ada yg sampai yogya , dan ada yg Klaten dan Solo , Brarti saat itu lintas semarang - solo - yogya sudah dikuasai oleh KA Pandanaran , terbukti dari cerita para pinisepuh bahwa mereka bangga kalau ke solo naik ka ini . Andaikan saka KA ini kualitasnya ditingkatkan dan di kembangkan pada saat itu mungkin tidak akan terpuruk dan malahan bisa berkembang seperti jalur Bandung-Jakarta dengan Argogede dan parahiyangannya , namun sejarah berkata lain.
Dulu IRPS pernah mengusulkan kereta Chandi Ekspress (bisnis - eksekutif) relasi Semarang - Jogja pp. Bahkan sampai sudah dibikinkan rencana bisnisnya lengkap dengan perhitungan2 detail dan break event point-nya. Riset marketing pun juga dilakukan dengan mengawasi pola pergerakan, kebiasaan, dan mobilitas penumpang, serta memantau kondisi lalu lintas antara Semarang - Jogja. Pokoknya lengkaplah tinggal nggelinding aja. Sayangnya tanggapan dari Daop IV adem ayem dan sepertinya ndak tertarik. Jadi ya masuk kotak, padahal kalau dijalankan dijamin untung dan Pandanaran bisa reinkarnasi lagi. Tapi lumayanlah sekarang ada Banyubiru, walaupun belum optimal tapi sudah bisa memberi nafas pada jalur tertua di Nusantara ini.
Soni

![[Image: bannersaveourearth.png]](http://img188.imageshack.us/img188/5319/bannersaveourearth.png)
