Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Warning untuk Railtrekker di DAOP 2 Bandung
#1
Semoga ini bisa jadi masukkan buat kawan-kawan yang suka mblusukan di jalur aktif di sekitaran Bandung.

Belakangan ini saya bolak-balik mendengar modus baru untuk menghilangkan bukti pembunuhan.

Pertama kali mendengar adalah waktu saya hunting di Karangsari, awal tahun ini. Waktu itu saya cukup beruntung memilih hunting di Karangsari bukannya Leles, karena pada saat itu stasiun Leles dipenuhi polisi.

Alasannya?

Ternyata ada orang tergilas KA di dekat sinyal keluar sebelah timur stasiun Leles. Kejadiannya waktu itu orang tersebut terlihat menggeletak di tengah rel oleh masinis KA Kahuripan. Sang masinis tak sempat mengerem, dan otomatis langsung menggilas tubuh orang malang tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, diduga korban sudah dalam keadan tewas sebelum digilas KA Kahuripan. Dan pelaku meletakkan korban di tengah rel untuk menghilangkan jejak.

Yang terbaru adalah di Lebakjero, di ceruk dekat jembatan Citiis (KM 194 kalau nggak salah). Kejadian kali ini KA Argo Wilis dari Surabaya melindas seorang wanita (umur sekitar 15-20 tahun) yang hamil 4 bulan.
Seperti halnya di Leles, masinis KA Argo Wilis yang tiba-tiba melihat ada orang tergeletak di tengah rel.
Dan seperti halnya di Leles, diduga wanita tersebut sudah dalam keadaan meninggal pada saat digeletakkan di tengah rel, dan hal tersebut sebagai usaha menghilangkan jejak.

Dari kejadian-kejadian tersebut saya mengambil kesimpulan bahwa jika kita mau hunting di tempat-tempat yang jauh dari peradaban (seperti pedesaan), diusahakan agar kita berkoordinasi dengan petugas PT KA setempat, agar kita tak terjebak masalah hukum.
Reply
#2
(04-04-2010, 08:50 PM)bagus70 Wrote: Dari kejadian-kejadian tersebut saya mengambil kesimpulan bahwa jika kita mau hunting di tempat-tempat yang jauh dari peradaban (seperti pedesaan), diusahakan agar kita berkoordinasi dengan petugas PT KA setempat, agar kita tak terjebak masalah hukum.

Jangan sendirian juga...harus rame2..BTW serem juga yo...WaaakkkWaaakkk
[Image: a2vric.jpg]
Reply
#3
(04-04-2010, 09:05 PM)fun_plano Wrote:
(04-04-2010, 08:50 PM)bagus70 Wrote: Dari kejadian-kejadian tersebut saya mengambil kesimpulan bahwa jika kita mau hunting di tempat-tempat yang jauh dari peradaban (seperti pedesaan), diusahakan agar kita berkoordinasi dengan petugas PT KA setempat, agar kita tak terjebak masalah hukum.

Jangan sendirian juga...harus rame2..BTW serem juga yo...WaaakkkWaaakkk

Saya pernah hunting sendirian di Lebakjero pada saat hujan deras dan kilat menyambar-nyambar di langit. Asli syerrem...
Reply
#4
Seremnya karena Hoooo... bukan takut dituduh yang nggak2 sama polisi Ngakak Ngakak
Loco Project Designer for better Indonesian Railways Tengsin
Reply
#5
Suatu Ide yang bagus karena kalau hunting harus melapor kepada kepala stasiun yang terdekat karena bukan untuk hal-hal di luar kita, akan tetapi juga bisa berhubungan dengan RF sendiri yang melakukan kegiatan bila mengalami hal-hal yang tidak diinginkan...
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
#6
thanks infonya mas Bagus....
Tersenyuum

Reply
#7
thanks buat infonya. duh ngeri juga kalo gitu. mudah2an gak terjadi di petak padalaran - cicalengka
Reply
#8
thanks inpohnya yg sangat berguna terutama bagi saya yg sering hunting sendirian Xie Xie
Kumpulan poto2 gw di Flickr Xie Xie
Reply
#9
Makanya bawa kartu railfans. Pernah seorang teman dari Pak Widoyoko mengambil foto-foto di pelabuhan Rotterdam, lalu yang bersangkutan disamperin oleh petugas keamanan dan disodori beberapa pertanyaan. Masalahnya yang bersangkutan lupa bawa kartu railfans.

Salam


(05-04-2010, 03:30 AM)antimon40 Wrote: Seremnya karena Hoooo... bukan takut dituduh yang nggak2 sama polisi Ngakak Ngakak
Reply
#10
resiko di tanggung penumpang..Kuntilanak
wakakakakaNgakak
Back on Topic
TUT TUT.. KOBONG..!!




~Presjam~
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)