Kalau g salah, suatu saat nanti PT.KAI dan PT.INKA akan dimerger. Ini merupakan program pemerintah yang akan merampingkan BUMN-BUMN yang dianggap mempunyai prospek yang sejenis tapi masih rencana doank sih.
(05-07-2010, 10:57 AM)JaY Wrote: Kalau g salah, suatu saat nanti PT.KAI dan PT.INKA akan dimerger. Ini merupakan program pemerintah yang akan merampingkan BUMN-BUMN yang dianggap mempunyai prospek yang sejenis tapi masih rencana doank sih.
Kemungkinan merger ini kecil karena keduanya berbeda sektor. PT KA perusahaan jasa sedangkan PT INKA perusahaan manufaktur/pabrik. Lagipula, PT INKA juga memproduksi produk2 non-kereta api seperti garbarata utk bandara.
Lazimnya merger terjadi di antara perusahaan2 yg bergerak di sektor yg sama, seperti sesama maskapai penerbangan (rencana merger United Airlines dgn Continental Airlines di AS).
(03-07-2010, 08:18 PM)weecak Wrote: bekas emang lebih murah, tapi yang jadi pertanyaan lagi, apakah biaya perawatan kereta bekas lebih murah dari biaya perawatan kereta baru? saya setuju sama pengamat transportasi darmaningtyas, gpp bayar lebih mahal, tapi duitnya gak keluar indonesia.
Ane setuju banget nih.....
kalo uang tetep di Indonesia, kan kemakmuran bisa merata, tapi yang terpenting adalah Bangsa ini bisa terus maju dan berkembang teknologinya, sehingga tidak ketinggalan dengan tetangga-tetangganya....
kalo ane seh setuju-setuju aja kalo pembelian KRL bekas dari jepang karena alesan kebutuhan yang mendesak sehingga apabila beli dari INKA membutuhkan waktu yang lama, cuma kalo untuk pembelian lokomotif ataupun KA-KA kelas 1,2 or 3 unutk jarak jauh lebih baik beli dari INKA. tp kedepannya apbila INKA sudah mampu memproduksi pesanan dengan tepat waktu berapapun jumlah pesanannya ya lebih baik beli dari INKA
wah, kalo ingetin PT. INKA, pasti saya juga inget dengan PT. DI (IPTN)
Berbeda dengan PT. INKA (pabrik KA), IPTN (pabrik pesawat) memproduksi pesawat 100% ASLI INDONESIA!!!. Meskipun harganya lumayan mahal, tapi pesawat ini lumayan sukses di berbagai belahan dunia, termasuk Merpati Nusantara Airlines menjadi launch costumer dari Indonesia sendiri .
Nah, PT. INKA seharusnya mengambil hikmah dibalik kesuksessan IPTN di mata penerbangan dunia. Meskipun harganya boleh dibilang mahal, tapi juga sukses di mata dunia dan bangga menjadi launch costumer kereta di Indonesia
Aktif kembali setelah dibanned sama pak momod dan orang tua.
(20-07-2010, 04:39 PM)m_ilhami Wrote: apa susahnya sih bikin gerobak PPCW gitu.
anak STM juga bisa
ya udah, ane undang ente untuk bikin PPCW, tapi total biaya produksi harus dibawah harga tender loh ya
tapi kekuatan rangka harus bagus dan tidak boleh mengurangi tebal rangka coz ini dipakai buat bawa kontainer
(20-07-2010, 04:39 PM)m_ilhami Wrote: apa susahnya sih bikin gerobak PPCW gitu.
anak STM juga bisa
inged2, kyknya mantan presiden kita pak Habibie dulu pernah ikut lomba merancang flat car KA utk jerman waktu msh kuliah S2 dan memenangi lomba tersebut...
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
Sedikit oot. Waktu temen saya pergi ke luar negeri masih negara tetangga dekat, dia menyaksikan kendaraan pribadi (mobil) mayoritas buatan dalem negeri (maksudnya bikinan negara tersebut), tapi coba kita lihat di negeri kita tercinta ini, bagaimana kenyataannya?
Dulu waktu pabrik mobil Perkasa masih ada. mana bangsa ini yang menggunakan produknya? kecuali militer, padahal PERKASA pernah bikin mobil keluarga dengan nama Karnesia, saya menyaksikan sendiri protoripnya waktu ada pameran di JACC.
PPD sendiri impor bis bekas dari jepang. dan akhirnya pabrik mobil perkasa kolap alias bangkrut karena gak ada yang beli, sedangkan biaya untuk produksi dan bayar gaji karyawan kan gak boleh berhenti.
Begitu juga PT DI (IPTN) karena maskapai dalem negeri gak semuanya pake sekarang bagaimana nasibnya?
Demikian juga PT INKA jangan sampe kaya PERKASA kolap karena pihak PT KA gak mau beli produknya.
Kalo Kereta api kan yang bisa beli cuman PT KA doang sedangkan pribadi ya kayaknya belum memungkinkan.. Gak tau kalo nanti rakyat indonesia udah kaya semua bisa beli kereta.
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Boleh dong nambahin , selama kita maunya serba cepat atau serba instan tentu hasilnya seperti ini. kalo mau cepat ya beli saja ga usah susah susah membuat. saya rasa banyak faktor yang mendasari keputusan mengapa PT. Kereta Api Indonesia (Persero) masih memerlukan kereta bekas. kebutuhan kereta terutama listrik tidak sesuai kapasitas produksi . dalam tiga tahun kedepan kebutuhan akan angkutan massal kereta , tidak mungkin mengandalkan hanya produksi DN saja. kita ambil hikmah saja