Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Stasiun Wonogiri
#11
trus d daerah sukoharjo kan ada jembatan sempit...
ap it mau dganti atau d apakan?

kalo punakawan dulu lwt situ kan sempit...d atas atap jembatan udah mau mentok-tok.....
yg feeder blm tau(blm prnh naik

pdhl bantalnnya dulu aj besi... bagaimana kalo beton? kan tinggi2 bantalannya??
At last,,, Menanti dioperasikannya DT Purwokerto-Kroya Playboy

Reply
#12
(18-07-2010, 07:52 AM)alin_masuk sepur 5 Wrote: trus d daerah sukoharjo kan ada jembatan sempit...
ap it mau dganti atau d apakan?

kalo punakawan dulu lwt situ kan sempit...d atas atap jembatan udah mau mentok-tok.....
yg feeder blm tau(blm prnh naik

pdhl bantalnnya dulu aj besi... bagaimana kalo beton? kan tinggi2 bantalannya??

jembatannya perlu diperlebar dahulu.
feeder lewat jembatan itu dibatasi kecepatannya max 5-10 km/jam.

Bantalan di jembatan biasanya pakai kayu. Tidak ada yang pakai beton karena bebannya beton berat.
.
Reply
#13
(18-07-2010, 08:17 AM)animaX Wrote:
(18-07-2010, 07:52 AM)alin_masuk sepur 5 Wrote: trus d daerah sukoharjo kan ada jembatan sempit...
ap it mau dganti atau d apakan?

kalo punakawan dulu lwt situ kan sempit...d atas atap jembatan udah mau mentok-tok.....
yg feeder blm tau(blm prnh naik

pdhl bantalnnya dulu aj besi... bagaimana kalo beton? kan tinggi2 bantalannya??

jembatannya perlu diperlebar dahulu.
feeder lewat jembatan itu dibatasi kecepatannya max 5-10 km/jam.

Bantalan di jembatan biasanya pakai kayu. Tidak ada yang pakai beton karena bebannya beton berat.

yang jembatan sempit itu sepertinya mau diganti dengan yg ukuran normal.......terakhir aku liwat sono udah dipasang balok2 penyangga rangka jembatan baru
[Image: bannersaveourearth.png]

My Website Railway Photography www.flickr.com/photos/Agung_Ajunks

My videos on www.youtube.com/user/cc20409
Reply
#14
jgn di lupain jalur SOLO-WONOGIRI minim PJL ..rata rata status nya liar...yang punya PJL resmi cuma 1 di kota sukoharjo itupun semi manual tanpa lampu tanpa sirine....

rencana RAILBUS SOLO-WONOGIRI harus pertimbangkan kelengkapan sarana Pintu perlintasan yang memadai juga

HANYA KERETA API YANG MEMBUATKU HAPPY


[Image: 2117305260.jpg]





Reply
#15
bner tuh... nanti bgtu nabrak truk railbusny lgsg mati lagi..

trus yg jembatan sempit skrg kbrny gmn? ada fotony?
At last,,, Menanti dioperasikannya DT Purwokerto-Kroya Playboy

Reply
#16
Baca Solopos halaman XVI Selasa 20 September 2011 di Wonogiri sepertinya mau dibangun dipo ya ... untuk merawat railbus. pembangunan dipo menjadi tugas satuan kerja Ditjen Perkeretaapian.
.
Reply
#17
(20-09-2011, 11:07 AM)animaX Wrote: Baca Solopos halaman XVI Selasa 20 September 2011 di Wonogiri sepertinya mau dibangun dipo ya ... untuk merawat railbus. pembangunan dipo menjadi tugas satuan kerja Ditjen Perkeretaapian.

jadi rencananya RB nginepnya di Wonogiri?
bagus nih, Wonogiri bisa lebih hidup dengan adanya penghuni
Big Grin
Reply
#18
(20-09-2011, 05:11 PM)Narendro Anindito Wrote: jadi rencananya RB nginepnya di Wonogiri?
bagus nih, Wonogiri bisa lebih hidup dengan adanya penghuni
Big Grin

ya begitulah Playboy dengan bermalam di Wonogiri jadwalnya Railbus dapat diatur berangkat antara jam 05.00-06.30 dari Wonogiri, paling malam dari Solo bisa sampai jam 19.00-20.00
.
Reply
#19
Quote:[spoiler=Stasiun KA Wonogiri Tak Lagi Beroperasi]

Wonogiri, CyberNews. Sejak lima bulan lalu, Stasiun Wonogiri tidak beroperasi. Pasalnya, tidak ada satu kereta pun yang singgah di stasiun tersebut.

Hingga kini, pengoperasian railbus yang akan menggantikan kereta feeder pun belum dapat dipastikan. Alhasil, stasiun tersebut sama sekali tidak memperoleh pendapatan dari penumpang.

Kepala Stasiun Wonogiri Sarjiyana mengatakan akibat tidak ada kereta yang singgah, tidak ada pemasukan dari penjualan tiket kereta. ”Stasiun Wonogiri tidak boleh melayani penjualan tiket. Karena penjualan tiket harus di stasiun besar yang sudah online. Di antaranya Stasiun Balapan, Purwosari, dan Jebres. Kalau Stasiun Wonogiri belum online,” katanya.

Dia menuturkan, saat stasiun masih disinggahi kereta feeder, jumlah penumpang yang berangkat dari stasiun paling sedikit mencapai 25 orang per hari. Di hari Minggu, jumlahnya bahkan lebih dari 200 orang. ”Kalau hari minggu sangat penuh, bisa lebih dari 200 penumpang,” ujarnya.

Saat itu, tarif kereta api jurusan Wonogiri-Solo Rp 2.000 per orang. Jika jumlah penumpang diasumsikan mencapai 200 orang per hari, maka stasiun itu telah kehilangan pendapatan Rp 200.000 per hari. Pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan stasiun tersebut terus ”menganggur”. Saat ini, belum ada kesepakatan besaran tarif antara PT KA dengan Pemkot Surakarta. Di samping itu, rel kereta dari Solo-Wonogiri masih dalam perbaikan.

Perbaikan peralatan jalan kereta api kini baru mencapai ruas Nguter-Sukoharjo. Sementara, ruas Nguter-Wonogiri masih belum selesai. Di antaranya masih perlu banyak tambahan krisak (batu) untuk lapisan fondasi rel, serta pemasangan blok rel.

Sementara itu, jembatan kereta di Nguter, perbatasan Sukoharjo-Wonogiri juga masih dibangun.

”Di jalur Nguter-Sukoharjo masih dalam perbaikan peralatan jalan memakai mesin pocok,” katanya.

Humas PT KA Daops VI Eko Budiyanto saat diminta tanggapannya mengakui, jika Stasiun Wonogiri belum bisa beroperasi lagi karena tidak ada kereta api yang singgah sejak lima bulan lalu.

”KA feeder dihentikan, karena usianya sudah tua. Jika dipaksakan tetap beroperasi, terlalu berisiko. Jika terjadi apa-apa, yang disalahkan PT KA. Padahal saat ini, kami mengutamakan pelayanan, kenyamanan dan keselamatan di perjalanan, daripada mengedepankan profit,” katanya.

Sedangkan untuk railbus, yang rencana awalnya digunakan untuk melayani rute Solo-Wonogiri, sampai saat ini juga belum bisa dioperasikan karena jembatan di Nguter tidak mampu menahan tonase jika dilewati railbus.

”Kami tidak mau jika railbus dipaksakan beroperasi, tapi malah menimbulkan kecelakaan karena jembatan tidak mampu menahan bobot railbus,” tandasnya.

Perbaikan

Sampai saat ini, jembatan tersebut belum diperbaiki. Perbaikan itu diperlukan agar nantinya bisa menahan bobot railbus saat dilewati. Eko belum bisa memastikan kapan perbaikan dilakukan. ”Mungkin secepatnya,” tegasnya.

Sedangkan untuk perbaikan rel, untuk jalur antara Solo-Sukoharjo sudah selesai perbaikannya. Sementara jalur Sukoharjo-Wonogiri sudah mulai diperbaiki.

”Yang jelas, kami tidak mengabaikan Stasiun Wonogiri sebab potensi penumpang kereta di Wonogiri tinggi. Termasuk jalur gemuk, karena banyak penumpang dari kabupaten tersebut. Namun kami meminta masyarakat bersabar, karena perbaikan belum selesai dilakukan. Jika sarana prasarana sudah siap semua, nanti jalur kereta hidup lagi,” imbuhnya.

Sepinya Stasiun Wonogiri juga dikeluhkan sejumlah pedagang. Pendapatan mereka jauh berkurang. ”Dulu, pas keretanya masih ada, saya bisa dapat Rp 60.000 sehari. Tetapi sekarang cuma dapat Rp 10.000-15.000 sehari,” keluh Sadinem (68), pedagang jajanan Stasiun Wonogiri.

Perempuan yang telah berdagang selama puluhan tahun itu mengungkapkan, saat masih ramai Stasiun Wonogiri disinggahi kereta hingga tiga kali sehari.

”Banyak bakul yang pakai kereta. Mereka kulakan di Wonogiri lalu dijual di Solo. Kalau Minggu pasti penuh,” tuturnya.

Kondisi itu sangat disayangkan, ketua komisi B DPRD Wonogiri, Sugiyarto. Menurutnya, Stasiun Wonogiri mendesak difungsikan lagi. Sebab, stasiun itu menunjang interaksi desa dengan kota atau Wonogiri dengan Solo. ”Sangat disayangkan, karena segmen utama kereta api adalah pedagang-pedagang kecil. Mereka membutuhkan sarana transportasi dengan biaya yang kecil. Sementara untuk masalah tehnis biar PT KA yang menangani,” ujarnya.
[/spoiler]
Reply
#20
wah..Heran,,apa gk ada rencana dari PT KA utk segera memperbaiki jembatannya??
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)