Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Mau Suplisi atau Menunda Berangkat
#31
ini jawaban dari beberapa posting di atas :
kenapa lebih murah ??
sebab dia menjual karcis atas nama TIM PS ... tim PS memang selalu membawa karcis suplisi ..... "salah kaprah" ini menjadi kebiasaan di PT KA .... sebab karcis suplisi hanya boleh dimiliki oleh KDR thok ... dan hanya boleh untuk beberapa kasus ..
tapi tim PS kadang-kadang membuat karcis sesuai kemampuan penumpang ... biar dibawah harga yg seharusnya ... alasan : dari pada nggak bayar .... hah ... alasan apa tuh ??

kenapa di jual di bawah sebelum penumpang naik ??
kalo pake karcis PPT (pasepartu) alias karcis tercetak dengan harga dan relasi kosong ... mereka nggak dapet bonus 12,5% dari pendapatan suplisi ... karena bonus tsb adalah pada prinsipnya untuk menstimulasi kondektur agar membuat karcis suplisi dan jangan dikantongin semua .... toh kamu dah dikasih 12,5% aja cukup deh ....
tp ini disalah artikan oleh semua pegawai .... karena duit membuat orang jadi gelap .... termasuk masinis bisa juga jadi gelap ... akhirnya nggak ngeliat sinyal ... (eh gak nyambung) ....

kok nggak pake BDRB / berdiri di bordes ??
BDRB hanya untuk kelas BISNIS dan kelas ekonomi .... (toleransi 20% bisnis dan 40% ekonomi) kalo di eksekutif seharusnya nggak boleh berdiri .... kecuali penumpang memaksa naik ...
Reply
#32
Jadi intinya karcis suplisi untuk kelas eksekutif itu cuma dibatasi sesuai kemampuan isi KM k1 tersebut ya?
Dan kalau ada penumpang k1 tp ga ada tiket dan keluyuran di bordes namanya kambing dunk Wek
Ketika anda berniat mencari pengetahuan atau ilmu, yang harus anda lakukan adalah membaca, mencari informasi, mendengar diskusi, dan memberi pendapat yang logis. Dan itulah gunanya forum :3.

Apakah Hibernasi bisa menghasilkan ilmu dan informasi? Semua orang pun tau jawabannya...

Hibernasi いみは ねていきます. XDa
l


Reply
#33
Illia Wrote:Jadi intinya karcis suplisi untuk kelas eksekutif itu cuma dibatasi sesuai kemampuan isi KM k1 tersebut ya?
Dan kalau ada penumpang k1 tp ga ada tiket dan keluyuran di bordes namanya kambing dunk Wek
betul lla ... kebyakan pnp kelas bordes di K1 adalah Kambingers ini sih cm pengalaman kalo lagi PS ....
Reply
#34
totok purwo Wrote:
Illia Wrote:Jadi intinya karcis suplisi untuk kelas eksekutif itu cuma dibatasi sesuai kemampuan isi KM k1 tersebut ya?
Dan kalau ada penumpang k1 tp ga ada tiket dan keluyuran di bordes namanya kambing dunk Wek
betul lla ... kebyakan pnp kelas bordes di K1 adalah Kambingers ini sih cm pengalaman kalo lagi PS ....

sebelumnya mohon maaf om totok dan sekedar urun rembug juga om totok.
memang 99% penumpang K1 klas bordes, rata2 bisa di bilang kambing.
dan saya tahu itu ada KP naikin kambing ketika ada persilangan.

tapi saya bisa membuktikan om, saya pernah jadi penumpang K1 BIMA kelas bordes dg beli tiket yg sama dg penumpang yg dapet tempat duduk alias tanpa tempat duduk Om.soalnya tiket dah terjual habiss.

saya juga beli tiket resmi di loket sta.Tugu.
saya tidak nyesel om, meski cuma "nggelar" koran di bordes.
Kala itu, memang pas weekend & wektunya mepet, dan esok nya harus kerja.

yg ironisnya om,
PT.KAI kok tega diskriminasi sama penumpang ya.mungkin saja ini pernah dialami juga sama penumpang lain.
ini saya tidak membela diri lo om, saya cuman ngomong apa adanya.
apalagi sama pegawainya sendiri, om totok mungkin juga merasakannya.

Okey..salam KA.
Kepala Divisi Bangunan, Jembatan dan Rel MSTS
Reply
#35
Iksan derailment Wrote:
totok purwo Wrote:
Illia Wrote:Jadi intinya karcis suplisi untuk kelas eksekutif itu cuma dibatasi sesuai kemampuan isi KM k1 tersebut ya?
Dan kalau ada penumpang k1 tp ga ada tiket dan keluyuran di bordes namanya kambing dunk Wek
betul lla ... kebyakan pnp kelas bordes di K1 adalah Kambingers ini sih cm pengalaman kalo lagi PS ....

sebelumnya mohon maaf om totok dan sekedar urun rembug juga om totok.
memang 99% penumpang K1 klas bordes, rata2 bisa di bilang kambing.
dan saya tahu itu ada KP naikin kambing ketika ada persilangan.

tapi saya bisa membuktikan om, saya pernah jadi penumpang K1 BIMA kelas bordes dg beli tiket yg sama dg penumpang yg dapet tempat duduk alias tanpa tempat duduk Om.soalnya tiket dah terjual habiss.

saya juga beli tiket resmi di loket sta.Tugu.
saya tidak nyesel om, meski cuma "nggelar" koran di bordes.
Kala itu, memang pas weekend & wektunya mepet, dan esok nya harus kerja.

yg ironisnya om,
PT.KAI kok tega diskriminasi sama penumpang ya.mungkin saja ini pernah dialami juga sama penumpang lain.
ini saya tidak membela diri lo om, saya cuman ngomong apa adanya.
apalagi sama pegawainya sendiri, om totok mungkin juga merasakannya.

Okey..salam KA.

ini salah satu kelemahan PT KA .... yaitu kalau KA kosong ... semuanya sedih karena nggak ada pendapatan tp kalau masa "peak time" pakai "aji mumpung" dengan menaikkan tarif seenaknya tanpa meningkatkan pelayanan .... Nyerah
Reply
#36
totok purwo Wrote:
kok nggak pake BDRB / berdiri di bordes ??
BDRB hanya untuk kelas BISNIS dan kelas ekonomi .... (toleransi 20% bisnis dan 40% ekonomi) kalo di eksekutif seharusnya nggak boleh berdiri .... kecuali penumpang memaksa naik ...

PT.KA ini gimana to masa' yang bikin peraturan malah ngelanggar peraurannya sendiri di bordes kan jelas tulisannya "BORDES BUKAN TEMPAT PENUMPANG" Pasrah Aja Dah
Reply
#37
Quote:PT.KA ini gimana to masa' yang bikin peraturan malah ngelanggar peraurannya sendiri di bordes kan jelas tulisannya "BORDES BUKAN TEMPAT PENUMPANG" Pasrah Aja Dah
Dan akhirnya pada larinya ke Kereta makan (Bukan OOT si tp kenyataannya) Ngeledek
Ketika anda berniat mencari pengetahuan atau ilmu, yang harus anda lakukan adalah membaca, mencari informasi, mendengar diskusi, dan memberi pendapat yang logis. Dan itulah gunanya forum :3.

Apakah Hibernasi bisa menghasilkan ilmu dan informasi? Semua orang pun tau jawabannya...

Hibernasi いみは ねていきます. XDa
l


Reply
#38
tetep brangkat walaupun ga dapat tiket jadi Kambingers pun ga papa..... Pisss ahhh...
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)