Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Merger para railfans
#51
(11-01-2012, 07:27 PM)asep_0907 Wrote:
(11-01-2012, 06:52 PM)Adi Sutjipto Wrote:
(11-01-2012, 12:26 AM)CC20409 Wrote: kalo saya boleh angkat bicara . . . .
1. mengapa kok harus dibawah naungan IESC? kok ndak diambil nama yang umum saja "INDONESIAN RAILFANS"
*pertanyaan ini pernah di gagas oleh salah satu RF senior di SM*

2. wong ini hanya hobi, boleh bawa bendera masing2 contoh ada KOMUTER di sby, ES di seluruh wilayah indonesia yang denger2 member nya sudah 15.000 orang,IRPS yang sudah hampir 10 tahun berdiri namun anggotanya masih ratusan,

Cuma mau tahu,
maksud dari kalimat
Namun ini apa ya ?
Apakah waktu yang lama,
mengharuskan mencari member sebanyak-banyaknya ?
Atau kalau membernya sedikit,
berarti kurang peminat ?


Saya sendiri lebih senang memakai istilah Non Multa Sed Multum,
eh,
tanpa bertanya atau lihat buku,
tahu artinya nggak ?

Anggota IRPS sampai saat ini "hanya" 294 orang tapi yang aktif paling cuma 80an orang... kami bukan mencari kuantitas tetapi kualitas..... Xie XieXie XieXie Xie

itu maksudnya gini pak adi . . .
yang sekarang kan pada nge klaim punya member terbanyak lah, trus berusaha mewadahi apa lah . .
nah kalo IRPS yang saya tau quantity doesn't matter but our quality must be better . .

betul ndak pak sekjen ASEP 0907 ?
#SentFromSiriusBrighstar
#52
kalo boleh nambah lagi
Sebenarnya semua yang suka/penggemar ka boleh mengklaim dirinya sebagai railfans, dan sebenernya kita semua yang disini adalah railfans. Cuman yang dimaksud penggagas thread ini mungkin adalah organisasi/komunitas nasional yg beranggotakan RF dari seluruh Indonesia dan menggunakan dan membawa nama Indonesia serta memiliki pengurus, ketua, sekretaris dsb.
Walaupun menurut pendapat saya pribadi hal itu tidaklah mutlak dan harus. Bisa saja kita membuat Indonesia Rail Fans Community tampa harus ada organisasi formalnya terlebih dahulu. Tetapi nama itu adalah sebagai identitas dari RF senusantara. Jadi kalo suatu saat kita lagi poto2 trus ada yg nanya, dari mana mas?, kita jawabnya : dari Railfans Indonesia, sedang RF Indonesia kan terdiri dari banyak komunitas dan anggota yg berbeda-beda. Jadi menurut saya untuk saat ini merger saya rasa belum begitu mendesak, malah lebih baik bermacam-macam komunitas akan memberi warna yg lebih indah. gitu aja kali ya, bener gak? Bingung
Jadi , apakah anda railfans Indonesia? Tentu saja YA! Xie Xie
[Image: 6795473923_d3e89295b7.jpg]
#53
Hanya karena anggotanya banyak bukan berarti group itu akan menjadi besar dan sukses. Pengalaman membuktikan, biasanya di dalam kelompok itu yang kerja cuman seperempat atau kurang saja.
#54
Sorry gw ngikutan & pasti akan nyelekit bagi beberapa pihak
Pembahasan macem ini bnernya blakangan behind the scene (hanya beberapa orang aja yg tau sampe seluk beluk terdalamnya) dari RF, hal ini lagi menjadi topik yg sensitif untuk dibicarakan, walopun trit ini ada sblom sgala hal terjadi, tapi begitu disundul otomatis mempengaruhi smuanya.
Gw ngerti maksud TS baek, terarah & mengorganisir lebi dalem lg, tp skarang yg berkomentar untuk setuju ini apa suda sadar smua ato sebagian konsekuensi &efek yg akan terjadi nantinya apa blom?
Kali ini gw setuju sama yg diungkapin kang bagus, disini uda marak senioritas, kekuasaan, dll secara ga langsung walopun sering dibilang ga ada, apa yg uda kejadian & sampe skarang lg kejadian ga bisa dirubah, tp yg bisa diperbuat adalah buat kedepannya supaya jangan makin parah hal2 itu yg disebut, bahkan sempet diotak gw terlintas pertanyaan "meneruskan gagasan sperti ini skarang apakah bner dasarnya bukan obsesi mengenai hal2 yg uda disebut diatas? Karna orang smua bisa jawab ngga didepan, tp didalem pikirannya bisa aja berbeda, pasti ada juga orang2 yg ikut jawab ngga tp semata2 cuma ikutan tanpa memikirkan dulu dalem2 apa yg mungkin bakal terjadi, daripada cuma jawab setuju ato ga setuju, lebi baek saling mengakui aja dulu masing2 qta disini paham dg kondisi & maksud pembahasan ini secara mendalem ga?" Kalo ga kan bisa ada pengarahan lebih yg diberikan dulu jadi jawaban yg kluar itu bukan random. Pengalaman yg terjadi blakangan hal ga enak yg disebut2 blakangan itu terjadi karna jawaban random dari media sperti ini tanpa pengarahan ato pengenalan dari komunitas, slaen pernah soal mengklaim sperti yg dikatain (klo ga sala) macuz dipost sblomnya
#55
(11-01-2012, 07:49 PM)CC20409 Wrote:
(11-01-2012, 07:27 PM)asep_0907 Wrote:
(11-01-2012, 06:52 PM)Adi Sutjipto Wrote: [quote='CC20409' pid='292194' dateline='1326216380']


Saya sendiri lebih senang memakai istilah Non Multa Sed Multum,

Anggota IRPS sampai saat ini "hanya" 294 orang tapi yang aktif paling cuma 80an orang... kami bukan mencari kuantitas tetapi kualitas..... Xie XieXie XieXie Xie

itu maksudnya gini pak adi . . .
yang sekarang kan pada nge klaim punya member terbanyak lah, trus berusaha mewadahi apa lah . .
nah kalo IRPS yang saya tau quantity doesn't matter but our quality must be better . .

betul ndak pak sekjen ASEP 0907 ?

Ok kalau begitu.

Membicarakan tentang Komunitas,
dahulu saya pernah ngobrol dan bilang dengan beberapa teman,
mengapa ada yang bisa awet, mengapa ada yang jumlah membernya
banyak berubah dalam arti, berkurang,
didalam satu daerah, misalnya.

Suatu Komunitas,
jika membernya sudah banyak yang bekerja atau bekeluarga,
salah satu kekurangannya, kadang, terpaksa tidak bisa terlalu aktif,
terutama jika sudah menyangkut pekerjaan atau keluarga.

Tetapi disatu sisi,
bisa lebih bertahan, karena umumnya tidak berpindah kota
atau dalam segi pendanaan, mungkin lebih cepat terkumpul,
juga dalam segi kedewasaan dan emosi individu.

Untuk suatu Komunitas yang membernya lebih banyak
yang muda-muda, dalam arti masih sekolah,
kuliah dan belum bekerja, salah satu keuntungannya
bisa lebih sering berkumpul, mungkin bisa lebih banyak waktu
untuk beraktifitas/ mengadakan kegiatan,
terutama pada saat libur sekolah/ kuliah.

Tapi kelemahannya, jika sudah ada yang lulus,
pindah kota karena diterima sekolah/ kuliah,
atau diterima bekerja dikota lain,
bisa berkurang satu persatu.

Tapi,
yang paling sulit adalah menyatukan banyak orang dengan
kebersamaan dan perilaku yang benar,
karena semua ini,
akan mempengaruhi, seberapa lama komunitas ini dapat
bertahan.


Sehingga pada akhirnya,
daripada semua dikumpulkan dalam satu wadah
padahal masing-masing komunitas punya misi dan visi yang belum
tentu sama,
ya biarkan saja menjadi beberapa komunitas,
terserah mereka mau apa, yang penting, kegiatannya
positif dan terarah.

Karena lebih baik,
Bukan yang banyak, tetapi yang berbobot,
ini yang saya maksud dengan
Non Multa Sed Multum diatas.


Di Malang sendiri,
karena jumlah juga tidak terlalu banyak,
sehingga jika melihat ada yang foto-foto dan gelagatnya
senang kereta, memang kita tawari, apa mau bergabung dalam Rf ?

Semata-mata, agar lebih bisa diberi masukkan atau dibina
jika masih muda, juga akan bisa ikut kegiatan jika ada,
dan tidak menjadi liar jika berada di tasiun.

Juga,
tidak ada senior atau junior,
maha tahu tentang sepur, atau pemula.

Yang ada,
Rf dewasa yang hendaknya memberi contoh yang baik,
dan Rf muda,
yang hendaknya berlaku sopan,
gitu ajalah.

Tetapi kelak,
jika sudah terlalu banyak,
ya tentunya mempunyai kebijakan yang lain lagi.

Xie Xie Bye Bye

#56
(11-01-2012, 10:50 PM)Adi Sutjipto Wrote:
(11-01-2012, 07:49 PM)CC20409 Wrote:
(11-01-2012, 07:27 PM)asep_0907 Wrote:
(11-01-2012, 06:52 PM)Adi Sutjipto Wrote: [quote='CC20409' pid='292194' dateline='1326216380']


Saya sendiri lebih senang memakai istilah Non Multa Sed Multum,

Anggota IRPS sampai saat ini "hanya" 294 orang tapi yang aktif paling cuma 80an orang... kami bukan mencari kuantitas tetapi kualitas..... Xie XieXie XieXie Xie

itu maksudnya gini pak adi . . .
yang sekarang kan pada nge klaim punya member terbanyak lah, trus berusaha mewadahi apa lah . .
nah kalo IRPS yang saya tau quantity doesn't matter but our quality must be better . .

betul ndak pak sekjen ASEP 0907 ?

Ok kalau begitu.

Membicarakan tentang Komunitas,
dahulu saya pernah ngobrol dan bilang dengan beberapa teman,
mengapa ada yang bisa awet, mengapa ada yang jumlah membernya
banyak berubah dalam arti, berkurang,
didalam satu daerah, misalnya.

Suatu Komunitas,
jika membernya sudah banyak yang bekerja atau bekeluarga,
salah satu kekurangannya, kadang, terpaksa tidak bisa terlalu aktif,
terutama jika sudah menyangkut pekerjaan atau keluarga.

Tetapi disatu sisi,
bisa lebih bertahan, karena umumnya tidak berpindah kota
atau dalam segi pendanaan, mungkin lebih cepat terkumpul,
juga dalam segi kedewasaan dan emosi individu.

Untuk suatu Komunitas yang membernya lebih banyak
yang muda-muda, dalam arti masih sekolah,
kuliah dan belum bekerja, salah satu keuntungannya
bisa lebih sering berkumpul, mungkin bisa lebih banyak waktu
untuk beraktifitas/ mengadakan kegiatan,
terutama pada saat libur sekolah/ kuliah.

Tapi kelemahannya, jika sudah ada yang lulus,
pindah kota karena diterima sekolah/ kuliah,
atau diterima bekerja dikota lain,
bisa berkurang satu persatu.

Tapi,
yang paling sulit adalah menyatukan banyak orang dengan
kebersamaan dan perilaku yang benar,
karena semua ini,
akan mempengaruhi, seberapa lama komunitas ini dapat
bertahan.


Sehingga pada akhirnya,
daripada semua dikumpulkan dalam satu wadah
padahal masing-masing komunitas punya misi dan visi yang belum
tentu sama,
ya biarkan saja menjadi beberapa komunitas,
terserah mereka mau apa, yang penting, kegiatannya
positif dan terarah.

Karena lebih baik,
Bukan yang banyak, tetapi yang berbobot,
ini yang saya maksud dengan
Non Multa Sed Multum diatas.


Di Malang sendiri,
karena jumlah juga tidak terlalu banyak,
sehingga jika melihat ada yang foto-foto dan gelagatnya
senang kereta, memang kita tawari, apa mau bergabung dalam Rf ?

Semata-mata, agar lebih bisa diberi masukkan atau dibina
jika masih muda, juga akan bisa ikut kegiatan jika ada,
dan tidak menjadi liar jika berada di tasiun.

Juga,
tidak ada senior atau junior,
maha tahu tentang sepur, atau pemula.

Yang ada,
Rf dewasa yang hendaknya memberi contoh yang baik,
dan Rf muda,
yang hendaknya berlaku sopan,
gitu ajalah.

Tetapi kelak,
jika sudah terlalu banyak,
ya tentunya mempunyai kebijakan yang lain lagi.

Xie Xie Bye Bye

setuju banget pak adi, menurut saya dengan adanya Semboyan35 saja bagi saya sudah cukup untuk saling kita berdiskusi dll. lagian bener juga inikan wadahnya Hobby biarlah sesuai dengan keinginan dr tiap individu.
TRAVEL WARNING TRAIN DANGEROUSLY exotic VEHICLE
[Image: 2euifjl.jpg]
#57
Bravo denzuko Wrote:Ini kan wadahnya hobby, biarlah sesuai dengan keinginan dari tiap individu.

Sangat sependapat. Yang penting happy. Xie Xie Bye Bye
#58
yo wes lah nek ngono, terus arep ditutup po diteruske ki, ko ndak malah kedowo-dowo dadi ono sik klera kleru Ngakak

ya udahlah kalo begitu, terus mau ditutup ato mau diteruskan ni?, nanti malah jadi keterusan menjadi ada yg salah paham
([translate otomatis]) Xie Xie
[Image: 6795473923_d3e89295b7.jpg]
#59
Hanya gara-gara wacana yang dilemparkan seorang pejabat PT KA, bisa berbuntut panjang seperti ini. Bethe
#60
Sebenarnya,
contoh Riil penggabungan yang timbul dari keinginan bersama,
sepertinya sudah terjadi di Kota Malang,
dengan berdirinya Komunitas RF Malang Raya,
yang sering juga ditulis, RF +444.
Mungkin anda bisa menuju thread Komunitas Malang Raya,
Lihat sini

Ini gabungan dari beberapa komunitas,
seperti ada yang dari IRPS, Komuter, Semboyan 35' s members,
non komunitas apapun, tapi sering nongkrong di Warung Depo,
dan entah apa lagi,
pokoknya hanya satu, hobby sepur !

Entah yang senang motret, hanya lihat sepur,
hobby ikut langsiran Gajah, Matar, SK atau Malabar,
atau kadang, ikut "setrika" Tawang Alun, dari ML - MLK - ML.
Intinya kan satu, senang sepur !

Tapi ini dapat terjadi,
karena jumlah member tidak terlalu banyak,
tempat berkumpulnya hanya satu tempat,
kota yang tidak terlalu besar, dll.

Jadi ketika berkumpul,
ya semua tidak pernah merasa membawa bendera komunitasnya,
datang pertama,
ya langsung pesan kopi !
Jika ada kereta lewat, namanya bonus minum kopi !

Tapi jika digabung dengan kota lain,
kesulitan pertama jika akan ada event adalah,
apakah semua mempunyai waktu libur yang sama,
juga faktor biaya untuk transportasi, makan, penginapan dll,
karena kemampuan dan kebutuhan yang belum tentu sama
setiap member.

Jadi,
ide menggabungkan para RF,
sebenarnya tidak salah,
hanya dalam prakteknya, pasti akan banyak kendala.

Tetapi jika penggabungan Rf hanya dilakukan di tiap kota,
dalam lingkup kecil maksudnya,
mungkin akan lebih realistis untuk tercapai,
dan Malang sudah membuktikannya.

Xie Xie Bye Bye





Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)