Berita bagus. Kalau PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan menaikkan tarif, idealnya sudah mulai sosialisasi sekurang-kurangnya 3 bulan sebelumnya. Selama kurun waktu tersebut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan berkelanjutan, sehingga pada saat tarif dinaikkan dan waktu-waktu selanjutnya masyarakat penggunanya yang nota bene sebagian besar kaum proletar, sudah tidak terkejut lagi dan sudah dapat menikmati mutu pelayanan yang lebih baik. Jangan seperti sekarang ini. Tarif naik, masyarakat protes, mutu pelayanan begitu-begitu saja, pada hari yang sama ada 2 pengumuman yang bertolak belakang. Kesannya ada semacam kurang persiapan dan kurang koordinasi pada petinggi-petinggi negara tercinta ini. Selamat kepada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang telah menunda kenaikan tarif.

|
10-01-2011, 05:59 PM
Alhamdulillah.... akhirnya "dibatalkan" juga untuk sementara....
tapi sebenarnya kalo tarif KA/KRL ekonomi naek sih kita semua maklum koq... soalnya tarif K-3 ato KRL Ekonomi itu udah kebangetan murahnya... jadi kalo naek juga dimaklumin... kalo ada yg protes sih itu wajar, yang sangat ga layak naek kan KRL ekonomiAC... masa iya KRL yang udah lambat, penuh, AC ngga kerasa dihargai 7rb jauh-dekat ![]() tarif 7rb/rit itu mungkin kalo orang bogor layak lah dan wajar.... lah nah ini yang menjadi tidak wajar kan kalo tarif tersebut dibikin satu tarif.... kalo dari bogor/cilebut sih masuk akal, karna jauh dan masih bisa duduk... nah kalo dari lenteng misalnya... masak iya bayar 7rb cuman dapet penuhnya doank.... kalo misalnya tarif ekonomiAC juga dinaikkan... ya seyogyanya buatlah tarif yang berkeadilan... misalnya bogor 7rb, depok 5.500 dan pasar minggu 4rb... dan untuk rute lainnya bisa dikonversikan dengan itu.... masa tyarif yg tidak berkeadilan cuman ekonomiAC aja... ekonomi ada tarif berkeadilan berdasarkan jarak, begitu juga express ada tarif Depok dan Bogor....
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
10-01-2011, 06:02 PM
Alhamdulillah.... akhirnya "dibatalkan" juga untuk sementara....
tapi sebenarnya kalo tarif KA/KRL ekonomi naek sih kita semua maklum koq... soalnya tarif K-3 ato KRL Ekonomi itu udah kebangetan murahnya... jadi kalo naek juga dimaklumin... kalo ada yg protes sih itu wajar, yang sangat ga layak naek kan KRL ekonomiAC... masa iya KRL yang udah lambat, penuh, AC ngga kerasa dihargai 7rb jauh-dekat ![]() tarif 7rb/rit itu mungkin kalo orang bogor layak lah dan wajar.... lah nah ini yang menjadi tidak wajar kan kalo tarif tersebut dibikin satu tarif.... kalo dari bogor/cilebut sih masuk akal, karna jauh dan masih bisa duduk... nah kalo dari lenteng misalnya... masak iya bayar 7rb cuman dapet penuhnya doank.... kalo misalnya tarif ekonomiAC juga dinaikkan... ya seyogyanya buatlah tarif yang berkeadilan... misalnya bogor 7rb, depok 5.500 dan pasar minggu 4rb... dan untuk rute lainnya bisa dikonversikan dengan itu.... masa tyarif yg tidak berkeadilan cuman ekonomiAC aja... ekonomi ada tarif berkeadilan berdasarkan jarak, begitu juga express ada tarif Depok dan Bogor.... soalnya banyak penumpang KRL kan tidak menggunakan jarak maksimal... kebanyakan juga jarak yang tanggung (mis: cawang-depok, tebet kota, dll) apabila menggunakan tarif yg tidak berkeadilan tersebut... justru PT KCJ telah melakukan pemalakan penumpang..... karna kalo malam kan cuman ada ekonomi AC dan pada hari sabtu-minggu juga beberapa perjalanan ekonomi dibatalkan diganti dengan ekonomiAC... seolah-olah jadinya penumpang tidak ada pilihan dan harus membayar dengan tarif yang aneh.... mohon op;erator KCJ bijak untuk persoalan ekonomi AC
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
10-01-2011, 06:04 PM
(This post was last modified: 10-01-2011, 06:06 PM by nikmuracell.)
Itu menunjukan bahwa Management KA sama semrawutnya dengan KA Ekonomi :xie xie
pada akhirnya nanti naik kok itu biasalah lempar kasus dulu...aman gak kalo gak aman pending lagi kalo aman lanjut Gan...
[spoiler=BRAKE.Emergency use only]
YAHOO! nikimura.cellular
10-01-2011, 06:25 PM
10-01-2011, 07:08 PM
(This post was last modified: 10-01-2011, 07:13 PM by spoor_belok.)
(10-01-2011, 04:51 PM)Charles Wrote: Berdasarkan pendapat saya, keputusan PT. KAI menaikkan tarif KA ekonomi secara keseluruhan adalah kurang tepat untuk saat ini, di mana aspek utama yang dijadikan sorotan adalah: 1. ‎​inilah Wajah kelam perkeretaapian indonesia, tidak ada kepastian. Setelah Pemerintah (cq Ditjen Perkeretaapian, Kementrian Perhubungan) menolak Railink sebagai pemakarsa kereta bandara dan menunjuk JICA buat FS lagi, padahal Railink sudah buat dan apa susahnya bila di review saja 2. ‎​Masalah kenaikan tarif kereta kelas ekonomi bukan semata-mata costing saja. Tarif murah memicu over demand, lihat di jabotabek, penumpang diatas atap KRL, sarana KRL dikurangi karena aspek keselamatan, LAA tidak bisa mencukupi kebutuhan perjalanan KRL. Seharusnya Pemerintah (cq Ditjen Perkeretaapian, Kementrian Perhubungan) menurunkan penumpang diatas atap KRL dan memberhentikan KRL tersebut karena melanggar regulasi dan keselamatan 3. ‎​Teoritis sih tarif rendah tidak ada masalah karena akan ditutup PSO, tetapi yang masalah kalau PSO kurang, dan tarif rendah bisa menciptakan permintaan yang lebih tinggi dari kemampuan penyediaannya (sarana dan prasarana) maka pelayanan akan memburuk. 4. Hilangkan beban PJKA ke Perumka dan IMO dibiayai 100% APBN, TAC sebesar 10 % IMO (mengambil contoh di negeri Belanda) maka biaya operasi kereta api akan turun signifikan 5. Bayangkan di 2010 ada cashout 300 M karena beban PJKA ke Perumka, bayangkan 300 M untuk beli suku cadang atas KRL atau membangun balai yasa 6. Kenaikan tarif yang tertunda hanya menambah kira-kira maksimum 100 M, masih sangat kecil dibanding IMO dan beban masa lalu. Jadi kenaikan tarif bukan semata-mata costing saja, ada upaya menurunkan over demand 7. ‎​Karena sudah banyak komentar SPM(standar pelayanan minimal) di media masa, coba saja di share secara lengkap SPM dimoda Darat, Laut dan Udara, biar terlihat bahwa moda kereta api memang tertinggal. Terus terang saya belum pernah melihatnya, padahal saya konsumen moda darat, laut dan udara juga. Saya khawatir kereta api diperlakukan seperti analogi mendidihkan Laut samudra. 8. ‎​Lihat saja sejak UU 23 sampai saat ini belum ada yang masuk ke sektor kereta api, isu kuat baru KA untuk Tambang tapi belum juga. Seperti halnya orang buta megang gajah, tidak berhasil mendeskripsikan gajahnya, masing-masing hanya melihat satu sisi saja, kenaikan tarif. Padahal ada isu over demand, kepastian investasi di sektor perkeretaapian, maka hal ini menjadi isu negatif ke calon investor untuk masuk ke sektor kereta api, kebijakan yang tidak konsisten. Inilah Masa kelam perkeretaapian indonesia 9. Sebenarnya PT KA tidak boleh menjalankan kereta kelas ekonomi saat ini dan tidak melakukan pekerjaan IMO (dampaknya semua kereta api akan berhenti,baik kereta penumpang maupun kereta barang) karena belum ada kontraknya. Pekerjaan mendahului kontrak kan tidak boleh, maka analogi mendidihkan Laut samudra sangat tepat, pekerjaan tanpa kontrak diabaikan...... Apa perlu minta fatwa ke MA agar dapat menghentikan semua KA karena belum ada kontrak tetapi pekerjaan dilakukan, maka sebaiknya semua bisa arif jangan sampai mau mendidihkan Laut samudra
11-01-2011, 09:03 AM
(11-01-2011, 08:26 AM)arif96 Wrote: Absen sekolah maksudnya apa ya? ![]() apa salah masuk kamar? ![]() ok bact to topik sebagai pengguna jasa KA terutama KRL JAKK-Depok Baru, saya tidak berkeberatan jika memank harus ada kenaikan tarif, TAPI dng syarat adanya perubahan kualitas pelayanan spt: perbaikan fasilitas KA, pliss donk atap gerbong jng bocor, khan skrg lg musim hujan, apa perlu saya pakai jas hujan di dalam gerbong trus selain itu kpn KRL bisa ON Time? kasihan orang kantoran klo telat kena marah bos ![]() jd inget lagu om Iwan Fals: "Kereta terlambat, 2jam sudah biasa" oh ya selain itu saya bingung dng berita di TV, salah seorang menteri menyatakan setelah mendengar banyak masukan dari masyarakat maka kenaikan harga tiket ditunda samapai batas waktu yg belum ditentukan... aneh bgt koq kebijakan dikeluarkan baru mendengarkan pendapat masyarakat...bukan kebalikannya..
sesama RF dilarang
![]() mari kita budayakan saling menghomati dalam berforum
11-01-2011, 09:41 AM
(09-01-2011, 04:49 PM)Narendro Anindito Wrote:(09-01-2011, 04:14 PM)hilmi.irawan Wrote: Loooo piye tho ? kemaren berita petang di Metromini ama TVwan, katanya udah mulai berlaku ???!!! ini dia biang keroknya .... sumber: http://www.detikfinance.com/read/2011/01...h?f9911033 Menhub: Dirut KAI Belum Lapor Soal Kenaikan Tarif KA Ekonomi Senin, 10/01/2011 14:42 WIB Jakarta - Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengatakan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) belum melapor terkait kenaikan tarif KA kelas ekonomi Sabtu (8/1/2011) kemarin. Fredy menyatakan, dalam pemberlakukan kenaikan tarif, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) harus mengeluarkan perintah operasional (PO) berdasarkan hasil survei yang dilakukan. "Jadi begini, memang sudah ada keputusan. tapi kan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) harus keluarkan perintah operasional (PO) dan saya memerintahkan ada dilakukan survei," ujarnya saat ditemui di JCC, Senayan, Jakarta, Senin (10/1/2011). Jika survei tersebut belum dilakukan, lanjut Fredy, maka KAI tidak diperkenankan mengeluarkan PO sehingga tidak akan ada kenaikan tarif tersebut. "Kalau PO sudah selesai pada April, mereka bisa melakukan, tapi kalau belum, ya mereka harus selesaikan survei terlebih dulu. Ini pokoknya masalah survei, sampai April belum bisa dinaikkan tarifnya karena survei kan belum selesai," ujarnya. Mengenai rencana pemberlakuan tarif KA pada pekan lalu, Fredy menilai hal tersebut belum dilaporkan pihak KAI terhadap dirinya. "Makanya mereka melakukan kesalahan di lapangan. Harusnya ada report dulu. Mereka belum report ke saya," tegasnya. Di tempat yang sama, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan dirinya kenaikan tarif KA ekonomi ditunda karena waktu yang tidak pas. Selain itu harus ada rapat koordinasi terlebih dahulu soal kenaikan ini. "Belum diputuskan apa-apanya, kita ada rapat koordinasi, kita belum putuskan, penundaan kapannya belum, jangan asumsi dulu, anggap saja tidak ada kenaikan," ujar Hatta. Hatta menilai kenaikan tarif KA tetap diperlukan untuk meningkatkan kinerja KAI. "Kita menginginkan ada standar pelayanan minimal, kita tidak ingin kereta api menurun kinerja karena keuangan tidak baik," jelasnya. Namun, kenaikan tarif tersebut perlu diperhatikan agar tidak memberatkan masyarakat miskin yang mayoritas pengguna KA. "Kita juga pikirkan daya beli masyarakat kita, mengingat transportasi KA itu vital bagi menengah ke bawah," ujarnya. Untuk itu, Hatta menilai kenaikan itu akan diberlakukan pada saat yang tepat karena jika pendanaan KA terus menerus dari subsidi, hal tersebut akan menggerus APBN. "Kita tidak ingin kereta api menurun kinerjanya karena keuangan tidak baik. APBN juga tergerus tapi kita wajib memberikan subsidi kepada penumpang kelas ekonomi yang tidak mampu. kita naikkan timing jadi pertimbangan utama, kapan? Pertimbangannya banyak," tandas Hatta. -------------------- sumber: http://www.detikfinance.com/read/2011/01...ka-ekonomi KAI: Kami Tak Mungkin Naikkan Tarif Tanpa Persetujuan Pemerintah Senin, 10/01/2011 19:16 WIB Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) membantah telah bertindak sendirian dalam rencananya memberlakukan kenaikan tarif kereta api kelas ekonomi. Rencana kenaikan tersebut dilakukan sesuai arahan dari Menteri Perhubungan. Kepala Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Sugeng Priyono mengatakan, kenaikan tarif kereta ekonomi yang sebelumnya direncanakan berlaku 8 Januari 2011 adalah berdasarkan surat Menteri Perhubungan Freddy Numberi tanggal 5 Januari 2011. "Dalam surat tersebut dikatakan, agar segera kenaikan tarif kereta api kelas ekonomi segera dilaksanakan Januari 2011 dengan tetap meningkatkan pelayanan dan keselamatan," ujat Sugeng kepada detikFinance, Senin (10/1/2011). Sugeng mengatakan, pihak KAI tidak akan berani bertindak sendirian dalam menentukan kenaikan tarif kereta tersebut. "Karena kenaikan ini merupakan domain pemerintah. Tanpa amanah itu kami tidak berani," kata Sugeng. Dikatakan Sugeng, dengan ditundanya kenaikan tarif kereta kelas ekonomi ini maka perbaikan pelayanan bakal terganggu. Karena dibutuhakn biaya untuk perbaikan pelayanan tersebut. Kenaikan ini dilakukan karena pemerintah tidak mampu memenuhi anggaran subsidi kereta yang diajukan KAI. Di 2010 dari pengajuan Rp 691 miliar, pemerintah hanya memenuhi Rp 535 miliar. Dan di tahun ini dari Rp 775 miliar yang diajukan, tampaknya pemerintah hanya memenuhi Rp 639 miliar. Sebelumnya Menteri Perhubungan Freddy Numberi menyatakan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) belum melapor terkait kenaikan tarif KA kelas ekonomi Sabtu (8/1/2011) kemarin. Padahal pihak KAI menyatakan telah mendapatkan surat dari Kementerian Perhubungan yang ditandatangani oleh Menteri Perhubungan Freddy Numberi. Seperti diketahui, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan menaikkan tarif KA kelas ekonomi berkisar Rp 500 hingga Rp 8.500 tergantung jarak tempuh mulai 8 Januari 2011. Namun rencana ini ditunda pemerintah karena waktunya dianggap tidak pas.
RF spoor_jadul, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jul 2010.
|
|
|


![[Image: loudtalks.jpg]](http://i303.photobucket.com/albums/nn144/Alfan_bulogo/loudtalks.jpg)
![[Image: 76561198165808142.png]](http://steamsignature.com/profile/english/76561198165808142.png)

trus selain itu kpn KRL bisa ON Time? kasihan orang kantoran klo telat kena marah bos


