Quote:Informasi dari seorang yang bijinya tak ingin disebutkan:
Kalau mau dapat tiket KA ekonomi, mengantrilah di stasiun kecil yang on line melayani pembelian tiket KA jarak jauh (mis. sta Merak, Cilegon, Serang). Di stasiun besar pasti dikuasai oleh calo.
emang sih ini ga bakal mbunuh calo, tapi harapannya kalo penumpang bisa dapet karcis resmi tanpa calo, lama2 calonya yang bangkrut
(02-07-2012, 04:32 AM)nino Wrote: dapet info nih dari forum sebelah
Quote:Informasi dari seorang yang bijinya tak ingin disebutkan:
Kalau mau dapat tiket KA ekonomi, mengantrilah di stasiun kecil yang on line melayani pembelian tiket KA jarak jauh (mis. sta Merak, Cilegon, Serang). Di stasiun besar pasti dikuasai oleh calo.
emang sih ini ga bakal mbunuh calo, tapi harapannya kalo penumpang bisa dapet karcis resmi tanpa calo, lama2 calonya yang bangkrut
betul, saya juga biasa beli tiket di st.kecil yang sepi/kecil, bebas antri.
mau berantas calo mesti didukung oleh pengguna ka salahsatunya dengan beli tiket ka di loket resmi, jangan beli dari calo.
Kalo mau membasmi calo sebenarnya mudah aja seh, kenapa juga PT. Kereta Api Indonesia (Persero) ga cari petugas loket seorang RF, orang yang bener2 cinta sama KA.
Orang yang langsung berhubungan dengan konsumen ato bagian vitalnya ya loket ini, bukan direktur bukan masinis bukan juga prama ato prami, dari loketlah sebenarnya konsumen bisa melihat seperti apa kinerja PT. Kereta Api Indonesia (Persero)....
Calo ga mungkin bisa bergerak deh kalo ga bekerja sama dengan petugas loket, kalo petugas loket itu uda bersih maka calo itu juga ilang sendiri....
SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN
sebetulnya memberantas calo itu mudah,......PT. KAI bisa melakukan studi banding ke negara jepang atau Negara-2 yg sdh maju system ticketing perkereta-apiannya. Mungkin contohnya dengan memakai mesin ticketing yg ada di Jepang,...tingggal cari mesinnya,.....bayar,....dapet ticket,.....beraannggkkaaaat....
klo gw liat sih, calo itu mirip dgn pedagang asongan yg suka naik k KA......di satu sisi menyebalkan tp disisi lain justru dibutuhkan......itulah yg bikin yg namanya calo susah "dibasmi".....
intinya semakin kita taat untuk tidak beli tiket d calo, maka makin menekan jumlah populasi calo.....
langkah yg ada sekarang hanya bisa meminimalisir dan membatasi ruang gerak calo, kykny masih butuh waktu lama agar benar2 bebas dari calo.....
(09-07-2012, 12:45 PM)discopotato86 Wrote: klo gw liat sih, calo itu mirip dgn pedagang asongan yg suka naik k KA......di satu sisi menyebalkan tp disisi lain justru dibutuhkan......itulah yg bikin yg namanya calo susah "dibasmi".....
intinya semakin kita taat untuk tidak beli tiket d calo, maka makin menekan jumlah populasi calo.....
langkah yg ada sekarang hanya bisa meminimalisir dan membatasi ruang gerak calo, kykny masih butuh waktu lama agar benar2 bebas dari calo.....
BEDA om, CALO itu di satu sisi menyebalkan tapi di sisi lain MERUGIKAN
(09-07-2012, 12:45 PM)discopotato86 Wrote: klo gw liat sih, calo itu mirip dgn pedagang asongan yg suka naik k KA......di satu sisi menyebalkan tp disisi lain justru dibutuhkan......itulah yg bikin yg namanya calo susah "dibasmi".....
intinya semakin kita taat untuk tidak beli tiket d calo, maka makin menekan jumlah populasi calo.....
langkah yg ada sekarang hanya bisa meminimalisir dan membatasi ruang gerak calo, kykny masih butuh waktu lama agar benar2 bebas dari calo.....
BEDA om, CALO itu di satu sisi menyebalkan tapi di sisi lain MERUGIKAN
klo gt sisinya sama, sama2 bikin jengkel dong.......