coba belajar dari negri jiran. mereka sudah punya kereta tercepat di ASEAN : ETS class 91. emu buatan rotem dan mitsubishi ini mampu melaju di trek terbaru malaysia dilintas kl-ipoh dengan kecepatan maksimal hingga 160 km/h.
hebatnya, dengan ukuran gauge malaysia 1.000 mm (meter gauge) !!!
(31-01-2012, 08:19 PM)ady_mcady Wrote: coba belajar dari negri jiran. mereka sudah punya kereta tercepat di ASEAN : ETS class 91. emu buatan rotem dan mitsubishi ini mampu melaju di trek terbaru malaysia dilintas kl-ipoh dengan kecepatan maksimal hingga 160 km/h.
hebatnya, dengan ukuran gauge malaysia 1.000 mm (meter gauge) !!!
Kalau dikategorikan memang sama-sama negara berkembang
Tapi kalau diaplikasikan (dalam waktu sekarang) di Indonesia itu kayaknya agak pesimis
Lha wong di indonesia track rel nya dipenuhi pemukiman liar dan pasar tumpah (DAOP 1) kalau ada KA berkecepatan 160 KM/jam bisa-bisa jadi jadi sarana pembunuh massal
Untuk lintasan lainnya di jawa track 160 Km/jam juga masih belum dapat dilaksanakan untuk jangka sekarang
UTAMAKAN KESELAMATAN..........! Keluarga Anda Menanti di Rumah ! Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Bsa kok, track brebes-cikampek, madiun-solo-yogya, jalur lurus sebelum stasiun kutoarjo, randegan-kroya, prupuk-cirebon, kertosono-jombang-mojokerto, bangil-surabaya, kediri-kertosono, tegal-cirebon. Sekarang tinggal kitanya saja untuk bisa optimis....
(13-09-2011, 05:28 AM)Dana Komuter Wrote: Lagi2 nama rangkaian KA menggunakan nama kotanya... Emang sih... kita pasti tau kalau nih rangkaian milik Daops IV Semarang... Kalau milik Daops I Jakarta pasti dinamain "Jakarta Ekespres". Tapi apa enggak ada nama yang beken / trendi lainnya lagi apa yah? Semisal Batara Ekspres... gitu... "Batara" alias "Batavia Semarang".
setuju nich, lebih kerenan batara eks dari pada semarang eks....
MENUNGGU DIJALANKANNYA LAGI BANYUBIRU
SETELAH ISTIRAHAT PANJANG