Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengurangan Jadwal KRL Commuter Line JABODETABEK
#61
[spoiler=Itu sih sepur jenis RRB Mas Ady.] Real RailBus. Top Banget Ngakak[/spoiler]
Reply
#62

Quote:ini kerjaan kan bukan makan waktu satu dua hari tapi sebulan,
tapi nyatanya tidak ada pemimpin yg berani mengambil keputusan, baik dari PT KCJ yg mengelola jalur ini , PT. Kereta Api Indonesia (Persero) BUMN yg juga induk perusahaan dari KCJ , maupun dari Dephub (pemerintah), seolah olah semua tidak mau rugi, akhirnya biar rakyat nya yg menderita.

saya sebenarnya kurang paham masalah stock loko dan gerbong , secara logika saja kenapa tidak menggunakan rangkaian formasi tambahan lebaran ( baik loko maupun rangkaiannya ) , PT KCJ harusnya merundingkan hal ini ke PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan juga Dephub, ini dephubnya cuman bilang operasional KRL beda , masinis beda ..."Dari sisi teknis, tidak cocok KRDE dengan KRL, baik untuk rel, masinis maupun hal-hal lainnya," Sumber: KRDE batal dioperasikan......, ya memang beda anak TK juga tahu kalau KRL itu kereta rel listrik , KA UAP pakai air , kereta diesel pakai solar.

makanya perlu dipirkan sejak jauh hari anda itu (Dephub, PT KCJ,PT. Kereta Api Indonesia (Persero)) diamanatkan oleh rakyat untuk memikirkan dan mensolusikan hal hal kayak begini bukan malah rakyatnya yg disuruh mikir cari transportasi lainnya. Bye Bye

Setuju ama Kang Joko Tingkir Top Banget . anak TK juga udah bisa bedain. sekarang gini ajah, kadang gua suka liat tengah malem ada lok ama kereta barang lewat jalur ini untuk bawa barang ke dipo depok ato bogor. trus ada KRD Bumi geulis yang lewat juga. kadang ada KRD Penolong lewat sini juga. trus beda relnya apa ?? Bingung khan sama2 pake r45 bantalan beton ? boong banget dah masinis KRL gak bisa bawa KRDE, KRDI, KRD, ama lok. coba ajah kita tanya langsung ama masinisnya. sungguh alasan yang gak masuk di akal.
Reply
#63
KRDE itu akselerasinya lambat. Ototmatis menghalangi laju KRL di belakang nya. Jadi memperlambat .

Kalau pakai lok BB, dulu jaman Kereta rangkas lok BB masih beroperasi...kecepatan ketika nanjak aja bisa dikejar sama orang lari. Apalagi ke bogor nanjak terus.
Reply
#64
ya udah,pasrah n trima nasib aja! Tunggu 40 harian utk merasakan hasil dari smua ini.
" R.I.P Bumi Geulis"[/i]
Reply
#65
(20-10-2011, 02:14 PM)BuGe780 Wrote: ya udah,pasrah n trima nasib aja! Tunggu 40 harian utk merasakan hasil dari smua ini.

solusinya bisa pakai rangkaian KA komunitas atau gerbong B chetah / ONS pintunya lebar ada 4 ,modifikasi tambah kursi memanjang di pinggir, kursinya bisa bikin pakai kayu lebih murah, kalau gelap kasih lampu, namanya juga darurat penumpang yg penting sampai tujuan dengan layak,

kalau ngomongin kendala orang kereta api sejatinya sudah sangat paham, masalah akselerasi, jadwal, kalau pakai loko mesti ada prosesi langsir di bogor dan jakk dll dll yg memang ribet makanya itu gunanya mereka di gaji untuk menyelesaikan masalah , orang kerja itu memang untuk menyelesaikan masalah.

atau kalau gak mau report sementara di tutup total aja jalur bogor - manggarai ini , nanti hasilnya juga kita rasakan bersama kalau perbaikan sudah selesai , dengan begitu pegawainya juga gak usa gajian selama jalur ditutup. Xie Xie dan rakyat silahkan tetap menderita , masalahnya urusan perut gak bisa nunggu 40 hari bro.

Reply
#66
(20-10-2011, 01:53 PM)Jefta Bwan Wrote: Setuju ama Kang Joko Tingkir Top Banget . anak TK juga udah bisa bedain. sekarang gini ajah, kadang gua suka liat tengah malem ada lok ama kereta barang lewat jalur ini untuk bawa barang ke dipo depok ato bogor. trus ada KRD Bumi geulis yang lewat juga. kadang ada KRD Penolong lewat sini juga. trus beda relnya apa ?? Bingung khan sama2 pake r45 bantalan beton ? boong banget dah masinis KRL gak bisa bawa KRDE, KRDI, KRD, ama lok. coba ajah kita tanya langsung ama masinisnya. sungguh alasan yang gak masuk di akal.

kalo masinis kemungkinan bisa bawa itu KRDE, KRDI, KRD, atau lok, tapi perlu diperhatikan juga apakah masinis tersebut punya brevet untuk dinasan tersebut ... jangan sampai kalau terjadi hal2 yg tidak diinginkan masinis dianggap bersalah karena gak punya brevet yg harus dipenuhi untuk suatu dinasan ....
Reply
#67
Serahkan saja kepada ahlinya. 45 hari nggak lama kok.
Mundur sedikit untuk maju lebih banyak dikemudian hari.
Reply
#68
(20-10-2011, 03:02 PM)sepur21 Wrote:
(20-10-2011, 01:53 PM)Jefta Bwan Wrote: Setuju ama Kang Joko Tingkir Top Banget . anak TK juga udah bisa bedain. sekarang gini ajah, kadang gua suka liat tengah malem ada lok ama kereta barang lewat jalur ini untuk bawa barang ke dipo depok ato bogor. trus ada KRD Bumi geulis yang lewat juga. kadang ada KRD Penolong lewat sini juga. trus beda relnya apa ?? Bingung khan sama2 pake r45 bantalan beton ? boong banget dah masinis KRL gak bisa bawa KRDE, KRDI, KRD, ama lok. coba ajah kita tanya langsung ama masinisnya. sungguh alasan yang gak masuk di akal.

kalo masinis kemungkinan bisa bawa itu KRDE, KRDI, KRD, atau lok, tapi perlu diperhatikan juga apakah masinis tersebut punya brevet untuk dinasan tersebut ... jangan sampai kalau terjadi hal2 yg tidak diinginkan masinis dianggap bersalah karena gak punya brevet yg harus dipenuhi untuk suatu dinasan ....

jadi selama perbaikan ini banyak masinis KRL yang nganggur donk, enak rek gak kerja dapat gaji leyeh-leyeh di dipo, mendingan di perbantukan buat memperbaiki gardu listrik , gak usa jadi tukang karena gak akan mungkin itu punya brevet tukang, cukup jadi kuli saja Ngakak
Reply
#69
(20-10-2011, 03:38 PM)jokotingkir Wrote: jadi selama perbaikan ini banyak masinis KRL yang nganggur donk, enak rek gak kerja dapat gaji leyeh-leyeh di dipo, mendingan di perbantukan buat memperbaiki gardu listrik , gak usa jadi tukang karena gak akan mungkin itu punya brevet tukang, cukup jadi kuli saja Ngakak

Sing sareh, Cak.... Ojok panas ngono tha...
Saya mau tanya, emang kalo 29 trip KRL ditiadakan itu ada 29 orang masinis nganggur...? Kan sampeyan nulisnya banyak lho... Xie Xie
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe

[Image: 10p0h7r.jpg]





Reply
#70
Quote:Perbaikan Gardu, Tambah Pasokan Hingga 127.500 kW

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk meningkatkan pelayanan Kereta Api Listrik (KRL), dilakukan penambahan pasokan listrik sebanyak 22.000 kW. Awalnya untuk KRL ini tersedia 105.500 Kw, dengan penambahan ini pasokan listrik akan menjadi 127.500 kW.

"Untuk target melayani penumpang yang lebih banyak, maka perlu dilakukan penambahan ini," kata Kepala Humas Daops I PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Jakarta, Mateta Rizalulhaq, ketika dihubungi wartawan, Kamis (20/10/2011).

Selama ini, masyarakat pengguna KRL kerap mengeluh karena perjalanannya terganggu akibat pasokan listrik yang turun. Atas dasar itu, penambahan listrik ini dilakukan terhadap tiga gardu di Cilebut, Citayam dan Kedung Badak.

Dia mengatakan, sebenarnya total semua penambahan itu tersebar di 13 gardu. Tidak hanya di tiga gardu yang diperbaiki. Namun untuk ketiga gardu yang diperbaiki ini berkapasitas memasok listrik hingga 11.000 kW. Dengan rincian, gardu Citayam dan Cilebut masing-masing 4.000 kW dan gardu Kedung Badak 3.000 kW.

Sementara itu, akan dibangun juga enam gardu baru dan empat gardu yang direnovasi. Ketiga gardu itu diperbaiki untuk memperbaiki komponen yang sudah tua. Jadi ada penggantian komponen vital dalam peralatan gardu Listrik Aliran Atas (LAA) seperti komponen pemutus daya.

Ketiga gardu ini sudah beroperasi berpuluh tahun lamanya. Untuk Gardu Kedung Badak sudah beroperasi selama 23 tahun. Sementara itu, gardu Citayam beroperasi selama 15 tahun dan gardu Cilebut sudah beroperasi 14 tahun.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)