Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
SANCAKA VS TARUNA
#11
(13-06-2012, 10:18 PM)Nicodio Wrote: MN-SLO setahu saya taspat kurang lebih 80 km/jam, kalo salah mohon koreksi. Biasanya masinis menjalankan 60-70 km/jam. Kalo kejadian ini y pasti hancur...
Pesan saya : Lihat kanan-kiri ketika hendak melintasi rel kereta api. eskipun jarak masij jauh, sabarlah menunggu. Keluarga menunggu dirumah. Nuwun

Betul om, dan katanya lagi di perlintasan itu sudah sering sekali kejadian PLH, dan sepertinya koq dialkukan pembiaran dengan tidak adanya pembuatan palang pintu ya....Xie Xie
Seharusnya kalo dari pusat ato dari DAOP 7 sudah diam saja, ya biarlah para warga membuat JPL sendiri dengan fasilitas dari dana swadaya masyarakat....

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#12
(14-06-2012, 09:53 AM)Joe_cn Wrote:
(13-06-2012, 10:18 PM)Nicodio Wrote: MN-SLO setahu saya taspat kurang lebih 80 km/jam, kalo salah mohon koreksi. Biasanya masinis menjalankan 60-70 km/jam. Kalo kejadian ini y pasti hancur...
Pesan saya : Lihat kanan-kiri ketika hendak melintasi rel kereta api. eskipun jarak masij jauh, sabarlah menunggu. Keluarga menunggu dirumah. Nuwun

Betul om, dan katanya lagi di perlintasan itu sudah sering sekali kejadian PLH, dan sepertinya koq dialkukan pembiaran dengan tidak adanya pembuatan palang pintu ya....Xie Xie
Seharusnya kalo dari pusat ato dari DAOP 7 sudah diam saja, ya biarlah para warga membuat JPL sendiri dengan fasilitas dari dana swadaya masyarakat....

Ya setidaknya swadaya mas joe, apalagi kereta dengan jalur cepat apalagi lintas MN-YK. Buat penjaga sendiri, nanti ditarik seikhlasnya... Apalagi lepas SLO-YK taspatnya sekitar 90 km/jam. Mass biasanya menjalankan 85-88 km/jam. Kalo ada mobil atau kendaraan lain. Y berkeping-keping
Reply
#13
(13-06-2012, 03:05 PM)Joe_cn Wrote: judulnya salah om, dari fotonya juga uda ketahuan itu Taruna bukan Xenia....Xie Xie
Lebih salah lagi "VS" terkesan persaingan antara si Sancaka dengan si mobil dlm hal ini Taruna deh... Lebih cepet mana antara Sancaka dengan Taruna?? Xie Xie
Eh... pas lihat nama forumnya di Peristiwa Luar Biasa ataun PLH, sudah dapat ditebak, pasti kejadian lagi deh... eh bener aja...Bethe

Reply
#14
walah, iyo. salah aku. maafkan newbie.. Ngeledek
sudah tak edit. thanks for koreksi & thanks dah mampir.. Xie Xie
Kangen GBMU, Kamandanu, Tirtonadi, Tawang Mas dkk
Reply
#15
berapa sih harga satu set palang pintu..
Atau nggak usah palang pintu, cukup sirine dan lampu kelap kelip, otomatis gitu.
Reply
#16
(14-06-2012, 10:10 PM)Nicodio Wrote:
(14-06-2012, 09:53 AM)Joe_cn Wrote:
(13-06-2012, 10:18 PM)Nicodio Wrote: MN-SLO setahu saya taspat kurang lebih 80 km/jam, kalo salah mohon koreksi. Biasanya masinis menjalankan 60-70 km/jam. Kalo kejadian ini y pasti hancur...
Pesan saya : Lihat kanan-kiri ketika hendak melintasi rel kereta api. eskipun jarak masij jauh, sabarlah menunggu. Keluarga menunggu dirumah. Nuwun

Betul om, dan katanya lagi di perlintasan itu sudah sering sekali kejadian PLH, dan sepertinya koq dialkukan pembiaran dengan tidak adanya pembuatan palang pintu ya....Xie Xie
Seharusnya kalo dari pusat ato dari DAOP 7 sudah diam saja, ya biarlah para warga membuat JPL sendiri dengan fasilitas dari dana swadaya masyarakat....

Ya setidaknya swadaya mas joe, apalagi kereta dengan jalur cepat apalagi lintas MN-YK. Buat penjaga sendiri, nanti ditarik seikhlasnya... Apalagi lepas SLO-YK taspatnya sekitar 90 km/jam. Mass biasanya menjalankan 85-88 km/jam. Kalo ada mobil atau kendaraan lain. Y berkeping-keping


MN-SLO taspat 90 km/j
SLO-YK taspat 105 km/j
YK-KTA taspat 100 km/j
Add yah: Muhammad Andika & follow juga yah @andika_ABA Xie Xie
Reply
#17
(15-06-2012, 10:52 AM)CC 203 20 Wrote:
(14-06-2012, 10:10 PM)Nicodio Wrote:
(14-06-2012, 09:53 AM)Joe_cn Wrote:
(13-06-2012, 10:18 PM)Nicodio Wrote: MN-SLO setahu saya taspat kurang lebih 80 km/jam, kalo salah mohon koreksi. Biasanya masinis menjalankan 60-70 km/jam. Kalo kejadian ini y pasti hancur...
Pesan saya : Lihat kanan-kiri ketika hendak melintasi rel kereta api. eskipun jarak masij jauh, sabarlah menunggu. Keluarga menunggu dirumah. Nuwun

Betul om, dan katanya lagi di perlintasan itu sudah sering sekali kejadian PLH, dan sepertinya koq dialkukan pembiaran dengan tidak adanya pembuatan palang pintu ya....Xie Xie
Seharusnya kalo dari pusat ato dari DAOP 7 sudah diam saja, ya biarlah para warga membuat JPL sendiri dengan fasilitas dari dana swadaya masyarakat....

Ya setidaknya swadaya mas joe, apalagi kereta dengan jalur cepat apalagi lintas MN-YK. Buat penjaga sendiri, nanti ditarik seikhlasnya... Apalagi lepas SLO-YK taspatnya sekitar 90 km/jam. Mass biasanya menjalankan 85-88 km/jam. Kalo ada mobil atau kendaraan lain. Y berkeping-keping


MN-SLO taspat 90 km/j
SLO-YK taspat 105 km/j
YK-KTA taspat 100 km/j

Terima Kasih Infonya Mas. Boleh tahu tipe rel untuk MN-SLO R berapa, dan SLO-YK tipe R berapa?
Reply
#18
palang pintunya ga mahal, tapi menggaji yang jaga itu yang mahal, misal 3 orang kali 12 bulan setiap tahun, lalu belum kenaikan gaji tiap 2 tahun, seharusnya yang menjaga itu Pemda sebagai pelayanan ke masyarakat, karena jalanan memotong tanah milik kereta api. kalau di tiap Pemda ad pengangkatan PNS untuk jaga palang pintu pasti ada yg mau deh.

(15-06-2012, 10:17 AM)m_ilhami Wrote: berapa sih harga satu set palang pintu..
Atau nggak usah palang pintu, cukup sirine dan lampu kelap kelip, otomatis gitu.
RF fajarwe, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Nov 2010.
Reply
#19
(15-06-2012, 10:17 AM)m_ilhami Wrote: berapa sih harga satu set palang pintu..
Atau nggak usah palang pintu, cukup sirine dan lampu kelap kelip, otomatis gitu.

sepertinya yg paling penting itu kesadaran masing-masing orang deh..
liat aja didaerah lalin padat seperti pasar minggu atau PJL dekat stasiun senen..
sering pada nyerobot meskipun jelas2 kereta terlihat didepan mata.. Sakit
Kangen GBMU, Kamandanu, Tirtonadi, Tawang Mas dkk
Reply
#20
(16-06-2012, 11:15 AM)Denock Wrote:
(15-06-2012, 10:17 AM)m_ilhami Wrote: berapa sih harga satu set palang pintu..
Atau nggak usah palang pintu, cukup sirine dan lampu kelap kelip, otomatis gitu.

sepertinya yg paling penting itu kesadaran masing-masing orang deh..
liat aja didaerah lalin padat seperti pasar minggu atau PJL dekat stasiun senen..
sering pada nyerobot meskipun jelas2 kereta terlihat didepan mata.. Sakit
Masih mending kalau dekat stasiun pas ada KA mau brangkat pasti ditunggu jalanannya bersih dulu. Saya pernah lewat Lenteng Agung KRL udah didepan motor masih nyelonong boy. 30 detik kemudian lewat tuh KRL MRI-BOO

Tapi ya PJL (Minimal yang 3 lampu itu+sirine) bisa membantu orang untuk tahu kalau misalnya ada KA mau deket. Kan pasti bunyi. Masalahnya kayaknya kita nggak biasa buat berhenti sejenak buat ngecek rel aman/tidak. Selain itu kan suara KA nggak selalu kedengeran dari jauh dan bahkan orang2 gak selalu ngeliat ada KA (Terutama kalau ada lengkung jalur didekat). Apalagi malam hari

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)