Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Mengurangi besi / baja / logam pada kereta api
#1
Ketika mobil sudah mengurangi kandungan logam pada bodynya apakah kereta akan mengalami hal yang sama ?
Mengganti logam dengan keramik, fiber, dan bahan lainnya akan mengurangi berat kendaraan tanpa mengurangi keamanan dan kenyamanan. Pengurangan berat kendaraan akan mengurangi bahan bakar yang dibutuhkan untuk menggerakkan kendaraan.
Saya membayangkan jika lokomotif beratnya hanya 10 ton atau belasan ton saja tidak mencapai 90 - 100 ton seperti lok CC 205 / 206, bukannya akan mengurangi kebutuhan bahan bakar ? Jadi bahan besi / baja / logam diganti dengan bahan lain yg lebih ringan dengan tingkat kekuatan yg sejenis.

Bagaimana menurut teman-teman ?

NB :
Seperti biasa jika ternyata sudah ada thread sejenis mohon digabung, karena sejauh yang saya tahu saya belum nemu.
Reply
#2
(06-02-2015, 10:45 AM)bhaskara Wrote: Ketika mobil sudah mengurangi kandungan logam pada bodynya apakah kereta akan mengalami hal yang sama ?
Mengganti logam dengan keramik, fiber, dan bahan lainnya akan mengurangi berat kendaraan tanpa mengurangi keamanan dan kenyamanan. Pengurangan berat kendaraan akan mengurangi bahan bakar yang dibutuhkan untuk menggerakkan kendaraan.
Saya membayangkan jika lokomotif beratnya hanya 10 ton atau belasan ton saja tidak mencapai 90 - 100 ton seperti lok CC 205 / 206, bukannya akan mengurangi kebutuhan bahan bakar ? Jadi bahan besi / baja / logam diganti dengan bahan lain yg lebih ringan dengan tingkat kekuatan yg sejenis.

Bagaimana menurut teman-teman ?

NB :
Seperti biasa jika ternyata sudah ada thread sejenis mohon digabung, karena sejauh yang saya tahu saya belum nemu.

kalau untuk kereta/gerbong mungkin bisa dikurangi beratnya, tapi untuk lokomotif saya kira akan mempengaruhi kinerja lok tersebut, sebab disamping daya/HP dari lok, kekuatan menarik lokomotif juga ditentukan oleh Tracctive Effort/TE yg parameternya dipengaruhi dari berat lokomotif.
kalau gak salah di bahasan lokomotif pernah ada yg menjelaskan
Reply
#3
saya rasa tidak akan ada pengurangan seperti itu ! ini bisa di lihat dari sejak teknologi ka di temukan hingga generasi kereta terakhir karena ka di buat hingga masa keekonomian nya berahir sekitar 30 tahun makanya di buat dari bahan baja yang kuat dan tahan lama.

bisa saja sih bagian atas saja yang di kurangi seperti yang di atas bogie seperti dinding dinding gerbong kereta yang bisa di buat dari plat fiber yang ringan namun kuat dan juga kaca bisa di ganti dengan mika namun susah perawatanya.
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
https://www.flickr.com/photos/36503981@N02/
Reply
#4
(07-02-2015, 09:25 AM)dedy vh Wrote: saya rasa tidak akan ada pengurangan seperti itu ! ini bisa di lihat dari sejak teknologi ka di temukan hingga generasi kereta terakhir karena ka di buat hingga masa keekonomian nya berahir sekitar 30 tahun makanya di buat dari bahan baja yang kuat dan tahan lama.

bisa saja sih bagian atas saja yang di kurangi seperti  yang di atas bogie seperti dinding dinding gerbong kereta yang bisa di buat dari plat fiber yang ringan namun kuat dan juga kaca bisa di ganti dengan mika namun susah perawatanya.

kalau kereta api besar antar kota kayak kereta jarak jauh di Indonesia bobot malah harus berat, biar roda keretanya bisa jalan sehingga tidak selip. Jadi mungkin itu sebabnya bogie body dll masih dipertahankan memakai baja dan besi tuang. Beda halnya dengan LRT, kalau LRT (Light Rail Transport) komponennya bisa diubah dengan material yang lebih ringan, semisal roda besinya diubah dengan roda karet. CMIIW 
Reply
#5
(07-02-2015, 11:48 AM)ahwcaksono Wrote:
(07-02-2015, 09:25 AM)dedy vh Wrote: saya rasa tidak akan ada pengurangan seperti itu ! ini bisa di lihat dari sejak teknologi ka di temukan hingga generasi kereta terakhir karena ka di buat hingga masa keekonomian nya berahir sekitar 30 tahun makanya di buat dari bahan baja yang kuat dan tahan lama.

bisa saja sih bagian atas saja yang di kurangi seperti  yang di atas bogie seperti dinding dinding gerbong kereta yang bisa di buat dari plat fiber yang ringan namun kuat dan juga kaca bisa di ganti dengan mika namun susah perawatanya.

kalau kereta api besar antar kota kayak kereta jarak jauh di Indonesia bobot malah harus berat, biar roda keretanya bisa jalan sehingga tidak selip. Jadi mungkin itu sebabnya bogie body dll masih dipertahankan memakai baja dan besi tuang. Beda halnya dengan LRT, kalau LRT (Light Rail Transport) komponennya bisa diubah dengan material yang lebih ringan, semisal roda besinya diubah dengan roda karet. CMIIW 

Kalau di  eropa dan jepang apakah bobot kereta api juga seberat di Indonesia ?
Jadi kalau peningkatan teknologi kereta bukan pada penggantian material menjadi lebih ringan ya ?
Bingung
Reply
#6
(09-02-2015, 09:50 AM)bhaskara Wrote:
(07-02-2015, 11:48 AM)ahwcaksono Wrote:
(07-02-2015, 09:25 AM)dedy vh Wrote: saya rasa tidak akan ada pengurangan seperti itu ! ini bisa di lihat dari sejak teknologi ka di temukan hingga generasi kereta terakhir karena ka di buat hingga masa keekonomian nya berahir sekitar 30 tahun makanya di buat dari bahan baja yang kuat dan tahan lama.

bisa saja sih bagian atas saja yang di kurangi seperti  yang di atas bogie seperti dinding dinding gerbong kereta yang bisa di buat dari plat fiber yang ringan namun kuat dan juga kaca bisa di ganti dengan mika namun susah perawatanya.

kalau kereta api besar antar kota kayak kereta jarak jauh di Indonesia bobot malah harus berat, biar roda keretanya bisa jalan sehingga tidak selip. Jadi mungkin itu sebabnya bogie body dll masih dipertahankan memakai baja dan besi tuang. Beda halnya dengan LRT, kalau LRT (Light Rail Transport) komponennya bisa diubah dengan material yang lebih ringan, semisal roda besinya diubah dengan roda karet. CMIIW 

Kalau di  eropa dan jepang apakah bobot kereta api juga seberat di Indonesia ?
Jadi kalau peningkatan teknologi kereta bukan pada penggantian material menjadi lebih ringan ya ?
Bingung

Kalo KA biasa (bukan supercepat) itu bahannya kurang lebih sama aja dg Indonesia, cuman bobotnya agak berbeda, tergantung jenis & kebutuhan. Nah, kalo KA supercepat baru menggunakan bahan yg didesain untuk aerodinamis, untuk mengurangi hambatan & tekanan angin agar kereta dapat melaju pada kecepatan 200-300 kph. Jadi, penggunaan material pada kereta itu bergantung pada jenis kereta apa, fungsi dari kereta itu sendiri, sama dirancang untuk jalur yg mana.

Kalo mau meningkatkan teknologi perkeretaapian kita, ya pake kaca tahan pecah, bodi tahan penyok, bogie yg dapat dirancang untuk kecepatan 150 kph (walaupun agak sulit karena kecepatan maksimum tertinggi KA kita aja 105 kph), wi-fi, AVOD, AC eco-navy, TV 4 biji, toilet ramah lingkungan yg gak gampang rusak, deelel.  Xie Xie
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply
#7
Kalau kereta dengan lokomotif memang harus cukup berat, kalau terlalu ringan nanti kalau menanjak di tikungan rangkaian nya jadi "lurus" dan anjlok. Kalau jenis kereta ringan roda penggerak nya juga tersebar di beberapa gerbong supaya bisa jalan.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)