Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Tarif Tunggal KRL Jabodetabek Diterapkan Mulai 2013
#31
menurut saya rencana tarif tunggal apa untuk memudahkan sistem commet ya? soalnya kalo ada perbedaan kelas memang repot mengaturnya. kecuali krl ekspres punya peron dan pintu masuk/keluar sendiri yang terpisah.

@andri_a

kalo menurut saya tarif 5.5rb pada tahun 2013 kayaknya sudah terjangkau kalo pertumbuhan ekonomi masyarakatnya sesuai target pemerintah. apalagi ditambah wacana integrasi dengan busway yang rencananya juga mau naikkan tarifnya.

untuk mengatasi macet dijakarta, kalo cuma mengandalkan krl sendirian, gak bakalan bisa bro. harus dibantu sama mrt dan busway.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#32
(12-02-2010, 07:48 PM)ady_mcady Wrote: menurut saya rencana tarif tunggal apa untuk memudahkan sistem commet ya? soalnya kalo ada perbedaan kelas memang repot mengaturnya. kecuali krl ekspres punya peron dan pintu masuk/keluar sendiri yang terpisah.

@andri_a

kalo menurut saya tarif 5.5rb pada tahun 2013 kayaknya sudah terjangkau kalo pertumbuhan ekonomi masyarakatnya sesuai target pemerintah. apalagi ditambah wacana integrasi dengan busway yang rencananya juga mau naikkan tarifnya.

untuk mengatasi macet dijakarta, kalo cuma mengandalkan krl sendirian, gak bakalan bisa bro. harus dibantu sama mrt dan busway.

Lah mas, KRL itu kan sebenarnya sudah MRT = Mass Rapid Transit. Cuman sekarang namanya aja masih MRTN = Mass Rapid Transit Ngaret
The only thing necessary for the triumph of evil is for good man to do nothing.
(Edmund Burke 1729-1797)
Reply
#33
(13-02-2010, 01:04 AM)peseg5 Wrote: Lah mas, KRL itu kan sebenarnya sudah MRT = Mass Rapid Transit. Cuman sekarang namanya aja masih MRTN = Mass Rapid Transit Ngaret

hehehe. tambah satu lagi mas, MRT = mogok, rusak, telat. Ngakak

Back on Topic,

saya masih tetap mengharapkan tarif berdasarkan jarak atau zona diterapkan. yang penting ada keadilan bagi para penglaju jarak pendek untuk membayar lebih murah. paling enggak, misalnya tarifnya Rp. 5,500, untuk jarak pendek ditarik saja Rp. 3,000 juga sudah banyak yang setuju.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#34
(16-02-2010, 07:46 AM)ady_mcady Wrote:
(13-02-2010, 01:04 AM)peseg5 Wrote: Lah mas, KRL itu kan sebenarnya sudah MRT = Mass Rapid Transit. Cuman sekarang namanya aja masih MRTN = Mass Rapid Transit Ngaret

hehehe. tambah satu lagi mas, MRT = mogok, rusak, telat. Ngakak

Back on Topic,

saya masih tetap mengharapkan tarif berdasarkan jarak atau zona diterapkan. yang penting ada keadilan bagi para penglaju jarak pendek untuk membayar lebih murah. paling enggak, misalnya tarifnya Rp. 5,500, untuk jarak pendek ditarik saja Rp. 3,000 juga sudah banyak yang setuju.

kalo tarip segitu ngingetin masa2 peralihan orde baru ke reformasi Ngakak, waktu si hitachi jd bekasi ekpress (bekasi - jng - pse - jakk) Rp. 1000,- , krl eko lintas bekasi - kota Rp. 400 perak, lintas jatinegara - kota Rp. 300 perak, selisih cepek doang, tapi biar Rp. 100-200 perak di kasih loch kembaliannya Ngeledek ..

back on topic

tiket elektroniknya kira2 bisa bedain ngga yeh
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#35
^
tergantung sistem dan mesin nya kali bon. tapi kalo dipikir secara sederhana mestinya bisa. masak kita nge tap di gate masuk stasiun A, trus nge tap di stasiun B mesin nya gak tahu kita sudah menempuh berapa km dan musti bayar berapa.

kecuali kalo mesin nya diseting cuma bisa ngenalin tarif flat doang. Ngeledek

cmiiw.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#36
Sistim zona gitu kyknya lebih cocok buat yg bukan pengguna komuter langganan

Usulan neh.., bila berlaku tiket/kartu elektronik khusus berlangganan, gimana ga usah pakai zona, misal naik dari bogor trus turun di pasar minggu terpotong sekian rupiah dan seterusnya berlaku di stasiun berikutnya dengan potongan yang berbeda2 sesuai jarak tempuh, makin jauh makin besar potongnya (

Kyknya lebih berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat KRL Komuter ...hehehehehe
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#37
Tarif berdasar jarak memang sangat adil. Hanya butuh infrastruktur yang lebih lengkap, yaitu gerbang yang bisa mengecek tujuan sesuai dengan tiket yang dibeli. Kalau beli sampai pasar minggu tapi turun di sudirman, ya resiko nggak bisa keluar stasiun atau denda misalnya.

Selain itu jg perlu dibuat mesin tiket elektronik dengan tiket elektronik yang bisa memotong saldo otomatis. Kalau tidak ya mumet juga tuh kasir mikir tarif tiap stasiun dan kembaliannya.
misal
DP-pdk cina 1000
DP-UI 1500
DP-Unpas 1800
DP-LA 2000
DP-PS minggu 2500
pasti lama deh antri di kasirnya hehe
Reply
#38
(16-02-2010, 10:48 AM)m_ilhami Wrote: Tarif berdasar jarak memang sangat adil. Hanya butuh infrastruktur yang lebih lengkap, yaitu gerbang yang bisa mengecek tujuan sesuai dengan tiket yang dibeli. Kalau beli sampai pasar minggu tapi turun di sudirman, ya resiko nggak bisa keluar stasiun atau denda misalnya.

Selain itu jg perlu dibuat mesin tiket elektronik dengan tiket elektronik yang bisa memotong saldo otomatis. Kalau tidak ya mumet juga tuh kasir mikir tarif tiap stasiun dan kembaliannya.
misal
DP-pdk cina 1000
DP-UI 1500
DP-Unpas 1800
DP-LA 2000
DP-PS minggu 2500
pasti lama deh antri di kasirnya hehe

Akhir-akhir ini justru digembar-gemborkan sistem COMMET (Commuter Electronic Ticketing) untuk mengatasi batasan-batasan seperti dijelaskan tsb, tetapi realisasinya masih sulit dikarenakan perbedaan kelas.

Kemungkinan PT KCJ akan menerapkan tarif tunggal dengan sistem jarak (by distance) yang mana jika suatu penumpang turun di stasiun yang melebihi stasiun tujuannya (misalnya turun di PSM tetapi bablas hingga SUD seperti contoh), maka tarif yang akan dikenakan adalah tarif mulai dari stasiun keberangkatan hingga PSM, yang mana denda akan diberikan sesuai kebijakan PT. KCJ dengan memotong saldo dari tiket elektronik tsb.

CMIIW.
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi

[Image: 2r56iya.jpg]

Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
#39
(16-02-2010, 01:48 PM)Charles Wrote: Akhir-akhir ini justru digembar-gemborkan sistem COMMET (Commuter Electronic Ticketing) untuk mengatasi batasan-batasan seperti dijelaskan tsb, tetapi realisasinya masih sulit dikarenakan perbedaan kelas.

Kemungkinan PT KCJ akan menerapkan tarif tunggal dengan sistem jarak (by distance) yang mana jika suatu penumpang turun di stasiun yang melebihi stasiun tujuannya (misalnya turun di PSM tetapi bablas hingga SUD seperti contoh), maka tarif yang akan dikenakan adalah tarif mulai dari stasiun keberangkatan hingga PSM, yang mana denda akan diberikan sesuai kebijakan PT. KCJ dengan memotong saldo dari tiket elektronik tsb.

CMIIW.

kalau seperti ini berarti tiket elektroniknya beda-beda ya Bingung tergantung tujuanya, soalnya pake denda segala ... (kalau seperti ini tidak praktis menurut saya)
saya pikir itu tiket elektronik bebas aja, mau naik dari mana, kelas apa, turun dimana, tinggal dipotong saldo ditiket elektroniknya sesuai tarif .... (lebih praktis menurut saya)
Reply
#40
(16-02-2010, 02:04 PM)sepur21 Wrote:
(16-02-2010, 01:48 PM)Charles Wrote: Akhir-akhir ini justru digembar-gemborkan sistem COMMET (Commuter Electronic Ticketing) untuk mengatasi batasan-batasan seperti dijelaskan tsb, tetapi realisasinya masih sulit dikarenakan perbedaan kelas.

Kemungkinan PT KCJ akan menerapkan tarif tunggal dengan sistem jarak (by distance) yang mana jika suatu penumpang turun di stasiun yang melebihi stasiun tujuannya (misalnya turun di PSM tetapi bablas hingga SUD seperti contoh), maka tarif yang akan dikenakan adalah tarif mulai dari stasiun keberangkatan hingga PSM, yang mana denda akan diberikan sesuai kebijakan PT. KCJ dengan memotong saldo dari tiket elektronik tsb.

CMIIW.

kalau seperti ini berarti tiket elektroniknya beda-beda ya Bingung tergantung tujuanya, soalnya pake denda segala ... (kalau seperti ini tidak praktis menurut saya)
saya pikir itu tiket elektronik bebas aja, mau naik dari mana, kelas apa, turun dimana, tinggal dipotong saldo ditiket elektroniknya sesuai tarif .... (lebih praktis menurut saya)

Tiket elektroniknya secara fisik seragam (semua memakai model yang sama), tarifnya dipotong berdasarkan kelas yang dipilih saat melakukan tapping (semacam registrasi untuk naik ke dalam rangkaian KA) di pintu masuk.

CMIIW.
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi

[Image: 2r56iya.jpg]

Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)