Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Tarif Tunggal KRL Jabodetabek Diterapkan Mulai 2013
#61
(14-06-2010, 02:05 PM)m_ilhami Wrote: Ticketing dengan kartu prabayar (Flash Mandiri atau BCA) kenapa tidak dipakai ya? saya lihat ribet juga petugasnya ngitung kembalian. Kalau sudah siang kembaliannya sudah habis.

Kalah sama gardu tol ...

Maksud tiket prabayarnya itu apakah seperti Prameks yang menggunakan EDC (CMIIW)?

Sistem COMMET itu sebenarnya merupakan sistem prabayar (prepaid), di mana tarif akan dikenakan hanya apabila telah tapping di gate out stasiun tujuan. Apabila hanya tapping gate in saja tanpa menaiki KA tidak akan dikenakan biaya (dengan mengecualikan tarif tiket peron yang berlaku jika ada).

Untuk ticketing dengan kartu debit atau kredit milik bank sepertinya belum dapat dilakukan karena perlu ada negosiasi terlebih dahulu dari pihak PT. KCJ kepada bank yang dapat menyelenggarakannya dan tidak setiap bank dapat mengadakan sistem seperti itu.
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi

[Image: 2r56iya.jpg]

Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
#62
bung charles,

Kenapa tidak menggunakan "yang sudah ada" saja seperti flash dari bank? Dibanding Indomaret yang outletnya banyak sekali sudah bisa pakai kartu flash ini. Apa PT. Kereta Api Indonesia (Persero) ini pelit investasi?
Reply
#63
Ane belom paham bnr soal COMMET, ini gate in/out nya berbasis Magnetic bukan ? jd tinggal gesek aja, kalo kyk Flashnya B*A kan di tempelin aja tuh, mungkin proses yang lebih cepat Magnetic kali ya, beda dgn "Flash"
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#64
tidak setuju dan tidak akan pernah setuju kalo KRL Express (ex:pakuan) di binasakan alias ditutup n diganti dgn eko AC....

single ticket ????
ngga dulu deh di jabotabek....

ini soal kebutuhan cuy...
yg bth cepet bayarlebih...
yg bth "alon-alon asal kelakon" yaa bayar sekedarnya
Reply
#65
(14-06-2010, 02:49 PM)m_ilhami Wrote: bung charles,

Kenapa tidak menggunakan "yang sudah ada" saja seperti flash dari bank? Dibanding Indomaret yang outletnya banyak sekali sudah bisa pakai kartu flash ini. Apa PT. Kereta Api (Persero) ini pelit investasi?

karena penggunaan kartu dari satu bank tertentu akan menimbulkan kesenjangan sosial. Justru salah kaprah kalau misalkan ini dikatakan pelit investasi karena nyatanya investasi untuk platform baru itu besar.

(14-06-2010, 03:09 PM)bonbon Wrote: Ane belom paham bnr soal COMMET, ini gate in/out nya berbasis Magnetic bukan ? jd tinggal gesek aja, kalo kyk Flashnya B*A kan di tempelin aja tuh, mungkin proses yang lebih cepat Magnetic kali ya, beda dgn "Flash"

Sistemnya berbasis RFID seperti kartu prabayar yang dikeluarkan oleh bank.
Kalau desain sistemnya bagus dan orangnya mau untuk belajar, seharusnya lebih cepat dengan metode contactless seperti ini.

(24-06-2010, 11:17 PM)spoorwagen Wrote: tidak setuju dan tidak akan pernah setuju kalo KRL Express (ex:pakuan) di binasakan alias ditutup n diganti dgn eko AC....

single ticket ????
ngga dulu deh di jabotabek....

ini soal kebutuhan cuy...
yg bth cepet bayarlebih...
yg bth "alon-alon asal kelakon" yaa bayar sekedarnya

Masalahnya, di berbagai negara maju pun kebanyakan untuk KRL komuter urban pun hanya diterapkan single class. Untuk multikelas itu biasanya dibangun dengan alasan traffic yang sangat padat (itu pun baru diadakan setelah pembangunan quad-track sehingga nantinya ada jalur sendiri untuk rangkaian lokal dan rangkaian ekspres)
Reply
#66
^^^
Investasi besar?
Sebuah Toko indomaret yg kecil mampu menyediakan masing-masing 1 flazz BCA / Mandiri.
minimal untuk tiket manual sekarang, bisa lebih cepat. Kesenjangan sosial bagaimana? Kartu prabayar tsb bisa dibeli tanpa punya account bank tsb.

Kalau mau pakai sistem gate+tiket elektronik, saya sabar menunggu, tapi sampai kapan. Karena syarat nya peron harus steril dulu. Ketika jam padat kereta macam ciujung petugas yang nge-tap bagaimana bisa bekerja? bergerak aja nggak bisa. Petugas pengetap di tiap gerbong 3 orang? berapa gajinya?
Tapi saya tetap optimis suatu saat ada kemajuan hehehe.
Reply
#67
gw harap nantinya buat mendukung ini peronnya bisa mengaplikasi kyk halte busway yg tertutup semua...
pernh liat gitu di pelem asing, ada sebuah stasiun bawah tanah yg tersekat semua, pembatas penumpang dengan KA nya dengan banyak pintu (kalo dibilang sih semuanya pintu), yg bila KA itu berhenti, pintu tersebut di buka hanya pada pas bertemu pintu KA yg terbuka , sedangkan yg lainya tetap tertutup...bisa diatur2 gitu atau memang ada sensornya kali...lupa ane pelem apa gitu, kyknya di Inggris deh
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#68
(25-06-2010, 10:19 AM)bonbon Wrote: gw harap nantinya buat mendukung ini peronnya bisa mengaplikasi kyk halte busway yg tertutup semua...
pernh liat gitu di pelem asing, ada sebuah stasiun bawah tanah yg tersekat semua, pembatas penumpang dengan KA nya dengan banyak pintu (kalo dibilang sih semuanya pintu), yg bila KA itu berhenti, pintu tersebut di buka hanya pada pas bertemu pintu KA yg terbuka , sedangkan yg lainya tetap tertutup...bisa diatur2 gitu atau memang ada sensornya kali...lupa ane pelem apa gitu, kyknya di Inggris deh

Jadi peronnya memiliki pintu seperti stasiun di Jepang?

Saya rasa masih belum perlu hal semacam itu mengingat keterampilan masinis untuk menghentikan KA tepat di pintu naik turun penumpang yang dipasang di peron masih dipertanyakan...

Kalau sistem semacam itu diterapkan, biasanya ada sensor yang mana saat penumpang KA melakukan tapping di mesin yang tersedia maka pintu akses menuju rangkaian akan terbuka secara otomatis, namun saat pintu rangkaian sudah menutup dan kereta akan diberangkatkan dari stasiun tsb pintu masuk rangkaian yang dikendalikan dari mesin tapping juga tak akan membuka meski penumpang men-tap tiketnya.

Untuk tarif tunggal atau single class memang cocok untuk diterapkan bagi kereta komuter yang belum begitu padat dan jalurnya masih terbatas, namun apabila frekuensi perjalanannya padat dan ada jalur untuk dua kelas maka sistem dua kelaslah yang diterapkan.

CMIIW.
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi

[Image: 2r56iya.jpg]

Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)