24-11-2010, 05:12 PM
kenapa ga di bablasin sampai kroya aja? kalau perlu ada kereta eksbis gitu KYA-JAKK. heheh maaf oot
|
Sebuah pengandaian: Argo Parahyangan Timur (BJR-BD PP.)
|
|
24-11-2010, 05:12 PM
kenapa ga di bablasin sampai kroya aja? kalau perlu ada kereta eksbis gitu KYA-JAKK. heheh maaf oot
24-11-2010, 09:28 PM
saya setuju,, karena dulu prieks terbentur jadwal,,
dari pse siang sampe daerah priangan malem bgt,, brangkatnya juga dari priangan kepagian,, susah untuk org2 priangan yg jauh dari stasiun,, kalo bisa argo paray timur ini disesuaikan dengan jadwal gopar,, jadi yg mw lanjut dgn gopar ke jkt bisa lanjut,, CMIWW
24-11-2010, 10:22 PM
(24-11-2010, 09:28 PM)kentank14 Wrote: saya setuju,, karena dulu prieks terbentur jadwal,, Selain itu, potensi pariwisata rute ini tergolong tinggi. Dari Tasik, ada Gunung Galunggung, dsb. Ciamis punya Green Canyon, Ciung Wanara, dsb. Kalo dari Banjar bisa ke Pangandaran. Semua itu dapat terwujud asalkan ada niat yg serius & tulus dari PT KA.
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
25-11-2010, 08:45 AM
Jangan lupa, masih ada ancaman terbesar yaitu waktu dan harga tiket kereta rute Priangan Timur ( Garut , Tasik - Jakarta jika dibandingkan dengan moda transportasi lain nya,
kereta kalaaaahhh jauuuuhhhh dari segi waktu dan harga tiket jika dibandingkan dengan bis pada rute yg sama, itulah yg menyebabkan KA Priangan Express gak bisa bertahan lama. Dalam bisnis kan only the survive will win , dan Prieks tidak membuktikan itu. Kalo mau ada KA rute ini lagi apa mampu menyaingi waktu tempuh? , okelah kalo soal harga bisa diturunkan, tapi waktu???? Saya pribadi skeptis dan pesimis soal hal ini, maaf.
25-11-2010, 09:39 AM
kalo emang tujuannya untuk pariwisata mungkin bisa, tapi mungkin KA ini akan dijalankan hanya setiap sabtu dan minggu dan hari libur saja mungkin KA ini okupansinya akan bagus.
Tapi kalo di hari2 biasa saya sangsi ni KA bisa bertahan lama. SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN
25-11-2010, 01:24 PM
Saya tahun 1974 pernah mengalami naik KA Banjar-Pangandaran-Cijulang , jalur yang sangat eksotik yang memasuki terowongan terpanjang di Indonesia/ Terowongan Wilhelmina dan berjalan dipinggir pantai ketika akan memasuki Pangandaran. Perjalanan yang sangat mengasyikan dan jika Revitalisasi jalur ini bisa terlaksana, KA Argo Parahiangan Timur yang bisa mengantarkan Penumpang sd Pangandaran dan Cijulang pasti akan diminati Warga Bandung, Jakarta, Bogor dan sekitarnya.
25-11-2010, 06:44 PM
Knp ga dibuat sejenis komuter aja? BJR-BD Kan msh dlm 1 province, hehe :p
soalnya kalo ane analisa ada bebrapa masalah bagi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untuk membuka rute baru perjalanan KA, apalagi kelas KA ini direncanakan kelas exis dan okupansinya masih belum jelas (belajar dari Prieks yang rutenya sampai THB aja sepi, apalagi ini yang cuma melayani sampai BD) Beberapa masalah PT. Kereta Api Indonesia (Persero) itu a.l: - rangkaian yg minim, semenjak ABA dan Asind di grounded, anjloknya cirex, anjloknya Harina akibat longsor dan lainnya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) kekurangan rangkaian KA untuk kelas eksekutif, padahal disetiap Daop pun harus menyediakan rangkaian Cadangan yg bisa standby stiap saat. Hal ini yang membuat pembuatan trip baru tidak mungkin dilakukan, kecuali trip bersifat fakultatif dan komuter ataupun PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mau memesan K3 ac atau K1 baru dari Inka. - Loko Penarik Minim ane dapet kbr dr tmn ane anak ML bahwa kemarin Malabar hanya ditarik CC203 (entah benar entah tidak), hal ini membuktikan bahwa PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak hanya defisit rangkaian, tetapi juga defisit lokpen. Yang ane takut kalau KA Ini tetap dijalankan maka akan cepat dibunuhnya. Inilah yang membuat rute BJR - BD masih dikuasai oleh K3 reguler seperti Serayu dan K2+K1 reguler seperti Lodaya. Cmiiw.
Cobalah Cari tahu sendiri dulu baru bertanya bila benar - Benar Bingung dan tidak ada penjelasan, jangan maunya disuapin terus. Gak ada Nubie atau Master, semua sama, sama - sama belajar.
![]()
25-11-2010, 09:16 PM
Priangan Express aja nasibnya begitu, apalagi BD - BJR. yah harap maklum aja lah, jgn bnyk berharap gan
BD - GMR - POC
25-11-2010, 10:10 PM
mungkin kalo lewat bogor, bandung, banjar sih masih bisa di masukkan kedalam referansi..
mohon infonya dong guys..
26-11-2010, 03:01 AM
(25-11-2010, 10:10 PM)kemal reza Wrote: mungkin kalo lewat bogor, bandung, banjar sih masih bisa di masukkan kedalam referansi.. kalo lewat Bogor , Sukabumi ntar namanya jadi Parahyangan Selatan.. tapi kayaknya bagus juga tuh, mungkin kalo jalurnya udah di revitalisasi, waktu tempuh jauh lebih cepat, karena antara BD-BOO jarang silang KA ( karena emang ga ada KA lain, xixixixi )..sedangkan BOO-MRI-GMR, harus antri dengan KRL, hehehe ![]()
|
|
« Next Oldest | Next Newest »
|