30-04-2012, 09:30 PM
Kereta Api Anjlok di Sekitar Stasiun Kalimas Surabaya
Ratusan Rumah Rawan Kecelakaan Kereta
Senin, 30/04/2012 | 12:16 WIB
Kereta bermuatan kontainer 20 ton anjlok nyaris menabrak rumah warga…
SURABAYA-Kereta barang yang sedang langsir atau pindah jalur rel di KM 6+562 dekat Stasiun Kalimas anjlok Minggu (29/4). Beruntung tidak ada korban jiwa karena gerbong yang membawa kontainer seberat 20 ton itu anjlok ke sisi kanan atau barat rel. Tapi jika gerbong ambruk ke sisi timur dimungkinkan menimbulkan korban jiwa. Menurut keterangan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daops) VIII ada ratusan rumah ilegal yang dibangun hanya berjarak dua meter di timur rel Kalimas atau bantaran rel Jl Jakarta tersebut.
“Untuk angka detailnya kami belem mengetahui, tapi yang pasti jumlahnya ratusan dan semuanya ilegal karena dibangun di atas lahan milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Jelas rumah - rumah tersebut berbahaya apalagi kalau terjadi kecelakaan seperti kemarin,â€ujar Sri Winarto Kepala Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops VIII dihubungi Senin (30/4) pagi tadi.
Terkait itu, pihaknya memastikan bakal melakukan penertiban, hanya saja waktunya kapan belum ditentukan. “Kami pasti akan melakukannya (penertiban, Red). Tapi saat ini kami masih melakukan koordinasi dengan pihak - pihak terkait,â€ujarnya. Sementara itu, Sadi, warga yang menghuni sisi timur rel menuturkan ketika peristiwa kereta anjlok dirinya sedang istirahat di rumah bersama keluarga. Namun tiba - tiba mendengar suara gemuruh yang cukup keras. “Saya kaget mas, mendadak terdengar ada suara gemuruh setelah saya lihat keluar ternyata ada kereta yang sedang mengangkut kontainer anjlok,â€tuturnya. Namun, tambahnya, dirinya sangat bersyukur pasalnya gerbong kereta yang memuat kontainer itu tidak anjlok ke sisi timur. “Kalau anjlok ke sisi timur, belasan rumah bisa tertimpa, dan puluhan penghuni bisa tertimpa,†tandasnya. Dia mengungkapkan jika sebelumnya tidak pernah terjadi kereta anjlok di sepanjang rel menuju Stasiun Kalimas itu. “Sejak kami bertempat tinggal di sini, tidak pernah terjadi kereta anjlok,â€katanya.
Sementara, Kepala Stasiun Kalimas M. Ridwan mengungkapkan pihaknya sedang melakukan langsir dari wesel 1 ke wesel 4 dan 9. Pagi hingga siang kata Ridwan pihaknya secara rutin melakukan langsir karena pada malam harinya semua kereta diberangkatkan ke kota tujuan. “Kami memang rutin melakukan langsir, baru kali ini terjadi anjlok rel sekitar Stasiun Kalimas,â€terangnya. Kemarin, saat petugas melakukakan langsir dan kerata berada di KM 6+562, dari enam gerbong, gerbong yang terakhir mengalami anjlok. “Lima gerbong sebelumnya lancar, tapi yang ke-6 anjlok,â€paparnya. Terkait penyebabnya, Ridwan mengaku belum bisa memastikan apakah karena faktor manusia atau karena faktor kondisi rel yang telah aus. “Kita selidiki dulu apa yang menjadi penyebab anjloknya gerbong ini,â€katanya.
Hal senada juga dikatakan oleh Sri Winarto, pihaknya akan menyelidiki apa yang menjadi penyebab anjloknya kereta barang ini. “Kami belum bisa memastikan penyebabnya,â€tandasnya. Pantauan Surabaya Post di lapangan, evakuasi gerbong kereta barang mengalami kesulitan karena rel lintasan diapit oleh pemukiman warga. Di samping itu, kondisi tanah di sekitar rel juga bergerak dan mudah ambles. Sehingga ketika petugas KA akan mengangkat kontainer menggunakan Kalmar, ban Kalmar tersebut mengalami ambles dan gagal mengangkat kontainer. Akhirnya petugas menggunakan alat sederhana berupa dongkrak.
Evakuasi memakan waktu cukup lama, setidaknya petugas membutuhkan waktu hingga 8 jam sampai berhasil mengevakuasi gerbong dan kontainer.
Akibat anjloknya gerbong KA barang, ruas jalan disepanjang Jl Jakarta mengalami kemacetan. “Sempat macet parah, karena lokomotif kereta berada di tengah Jl Jakarta dalam posisi meyilang sehingga arus dari barat maupun dari arah timur tidak bisa melintas, kata AKP Lily Djafar Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak. m7
Sumber :
http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berit...89cc14862c
Catatan :
Tayangan beritanya dapat dilihat di situnya Metro TV di :
http://www.metrotvnews.com/read/newsvide...Surabaya/6
Ratusan Rumah Rawan Kecelakaan Kereta
Senin, 30/04/2012 | 12:16 WIB
Kereta bermuatan kontainer 20 ton anjlok nyaris menabrak rumah warga…
SURABAYA-Kereta barang yang sedang langsir atau pindah jalur rel di KM 6+562 dekat Stasiun Kalimas anjlok Minggu (29/4). Beruntung tidak ada korban jiwa karena gerbong yang membawa kontainer seberat 20 ton itu anjlok ke sisi kanan atau barat rel. Tapi jika gerbong ambruk ke sisi timur dimungkinkan menimbulkan korban jiwa. Menurut keterangan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daops) VIII ada ratusan rumah ilegal yang dibangun hanya berjarak dua meter di timur rel Kalimas atau bantaran rel Jl Jakarta tersebut.
“Untuk angka detailnya kami belem mengetahui, tapi yang pasti jumlahnya ratusan dan semuanya ilegal karena dibangun di atas lahan milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Jelas rumah - rumah tersebut berbahaya apalagi kalau terjadi kecelakaan seperti kemarin,â€ujar Sri Winarto Kepala Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops VIII dihubungi Senin (30/4) pagi tadi.
Terkait itu, pihaknya memastikan bakal melakukan penertiban, hanya saja waktunya kapan belum ditentukan. “Kami pasti akan melakukannya (penertiban, Red). Tapi saat ini kami masih melakukan koordinasi dengan pihak - pihak terkait,â€ujarnya. Sementara itu, Sadi, warga yang menghuni sisi timur rel menuturkan ketika peristiwa kereta anjlok dirinya sedang istirahat di rumah bersama keluarga. Namun tiba - tiba mendengar suara gemuruh yang cukup keras. “Saya kaget mas, mendadak terdengar ada suara gemuruh setelah saya lihat keluar ternyata ada kereta yang sedang mengangkut kontainer anjlok,â€tuturnya. Namun, tambahnya, dirinya sangat bersyukur pasalnya gerbong kereta yang memuat kontainer itu tidak anjlok ke sisi timur. “Kalau anjlok ke sisi timur, belasan rumah bisa tertimpa, dan puluhan penghuni bisa tertimpa,†tandasnya. Dia mengungkapkan jika sebelumnya tidak pernah terjadi kereta anjlok di sepanjang rel menuju Stasiun Kalimas itu. “Sejak kami bertempat tinggal di sini, tidak pernah terjadi kereta anjlok,â€katanya.
Sementara, Kepala Stasiun Kalimas M. Ridwan mengungkapkan pihaknya sedang melakukan langsir dari wesel 1 ke wesel 4 dan 9. Pagi hingga siang kata Ridwan pihaknya secara rutin melakukan langsir karena pada malam harinya semua kereta diberangkatkan ke kota tujuan. “Kami memang rutin melakukan langsir, baru kali ini terjadi anjlok rel sekitar Stasiun Kalimas,â€terangnya. Kemarin, saat petugas melakukakan langsir dan kerata berada di KM 6+562, dari enam gerbong, gerbong yang terakhir mengalami anjlok. “Lima gerbong sebelumnya lancar, tapi yang ke-6 anjlok,â€paparnya. Terkait penyebabnya, Ridwan mengaku belum bisa memastikan apakah karena faktor manusia atau karena faktor kondisi rel yang telah aus. “Kita selidiki dulu apa yang menjadi penyebab anjloknya gerbong ini,â€katanya.
Hal senada juga dikatakan oleh Sri Winarto, pihaknya akan menyelidiki apa yang menjadi penyebab anjloknya kereta barang ini. “Kami belum bisa memastikan penyebabnya,â€tandasnya. Pantauan Surabaya Post di lapangan, evakuasi gerbong kereta barang mengalami kesulitan karena rel lintasan diapit oleh pemukiman warga. Di samping itu, kondisi tanah di sekitar rel juga bergerak dan mudah ambles. Sehingga ketika petugas KA akan mengangkat kontainer menggunakan Kalmar, ban Kalmar tersebut mengalami ambles dan gagal mengangkat kontainer. Akhirnya petugas menggunakan alat sederhana berupa dongkrak.
Evakuasi memakan waktu cukup lama, setidaknya petugas membutuhkan waktu hingga 8 jam sampai berhasil mengevakuasi gerbong dan kontainer.
Akibat anjloknya gerbong KA barang, ruas jalan disepanjang Jl Jakarta mengalami kemacetan. “Sempat macet parah, karena lokomotif kereta berada di tengah Jl Jakarta dalam posisi meyilang sehingga arus dari barat maupun dari arah timur tidak bisa melintas, kata AKP Lily Djafar Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak. m7
Sumber :
http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berit...89cc14862c
Catatan :
Tayangan beritanya dapat dilihat di situnya Metro TV di :
http://www.metrotvnews.com/read/newsvide...Surabaya/6

adagh:
[/spoiler]