24-08-2009, 09:35 AM
ada potonya??

|
24-08-2009, 09:47 AM
(21-08-2009, 06:12 PM)Lukman Wrote: informasi ini mungkin bisa membantu: Terimakasih Informasinya. Mudah-mudahan aka berjalan dengan baik dan lancar. ![]() Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
24-08-2009, 01:49 PM
@ lukman..sepertinya para orang tua memikir dengan sudut pandang yang logis ya...?apa karena mereka pernah hidup ketika KA masih jaya di NAD sehingga bisa menerima..?
~Because Your Smilling Is Our Happiness~
My Railway Photos My Video Collection YAHOO! petr_cech_indo
Untuk mod sub forum 'SUMATERA'.
Apa tidak sebaiknya thread ini digabung (merge) saja dengan thread yang ini: [INFO] KA di Atjeh... http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=1365 Saya lihat isi topiknya sama saja. Daripada bikin thread baru bikin bingung. Sekedar usulan.
The only thing necessary for the triumph of evil is for good man to do nothing.
(Edmund Burke 1729-1797)
24-08-2009, 03:16 PM
Mas Peseg5...
Trims infonya, thread yang disonoh di tutup, kita lkanjutkan pembahasannya dimarih.... Yoek... ![]()
28-08-2009, 11:27 PM
mungkin saja. mereka masih merasakan manfaat dari kereta-kereta yang pernah beroperasi di sana. ya kita harapkan saja generasi mudanya juga merasakan hal yang sama
25-09-2009, 02:31 PM
salam kenal,
saya sangat tertarik dg permasalahan kereta api khususnya di indonesia. bbrp minggu lalu saya lihat di majalah KA edisi-2 (hal.109) terdapat gambar KRD-I 1.435 untuk Aceh dengan susunan MeC-TC yg dibuat di madiun untuk aceh. Ada yang tahu berapa beban gandarnya untuk masing2 roda? dimajalah tersebut hanya ada berat kosong MeC=43 ton dan TC=34 ton. Terimakasih Iwan
25-09-2009, 02:58 PM
mungkin hampir sama dg KRDI 1067 di jawa....
25-09-2009, 11:06 PM
KRDI Aceh sudah didisain untuk beberapa jalur yang terbagi dalam Proyek DED-I, DED-II, DED-III dan sekarang DED-IV yang terdiri dari jalur Kutablang-Bladeh dan Sileumeum-Banda Aceh untuk konstruksi sekitar tahun 2015.
Sebenarnya konstruksi rel dan jembatannya KA di Aceh sudah baik tetapi beberapa jalur rel nya (bahkan jembatannya) "hilang" shg pemerintah pusat berusaha memperbaiki dan yang paling penting berusaha untuk meyakinkan Rakyat Aceh bahwa pembangunan jalan KA di Aceh adalah bukan hanya untuk kepentingan Pemerintah Pusat dalam rangka membangun jalur Trans Asia (betul ya?) yang mempunyai lebar spur 1.435 tetapi juga untuk Rakyat Aceh sendiri. Untuk kedepannya pembangunan jembatan KA di Aceh lebih baik menggunakan gelagar beton (prategang) daripada rangka baja agar tidak "hilang" lagi jembatannya. Wasallam, Iwan |