Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kereta Indonesia setelah (DT dan Jalan Tol ) Trans Jawa selesai
#1
DT dan Jalan Tol. Kedua hal ini yang menjadi urat nadi perekonomian khususna di Pulau Jawa ini. Meskipun banyak yang menolak wacana jalan tol dan banyak yang mendukung DT tapi mau nggak mau Jalan Tol akan tetap dibangun meskipun tidak bisa diperkirakan akan selesai tahun berapa. Dua infrastruktur ini, saya akui telah banyak membuat perubahan baik itu sosial maupun ekonomi. Kalau Jalan Tol wajar, banyak orang yang sudah minded sama mobil karena mobil skarang lebih mewah dari tahun2 sebelumnya. Kalau kereta sudah mewah sejak dahulu, cuma jalurnya yang belum mewah. Nah, setelah (DT dan Jalan Tol) Trans Jawa ini selesai, apa yang terjadi pada kereta Indonesia, apakah yang bisnis dan eksekutif akan bernasib sama seperti Parahyangan dan Argo Gede. Jalan satu2nya yang tidak ada lagi selain menurunkan harga tiket. Mudah2an saja Double Track bisa selse dulu khusus Lintas Utara hingga Semarang-Bojonegoro dan Surabaya-Lamongan, sedangkan Lintas Selatan Solo-Kertosono dan Surabaya-Mojokerto.
Reply
#2
yah persaingan harga akan menjadi sesuatu yg wajib antara KA dengan angkutan darat lain...

jika tidak, kejadian seperti Argo Gede dan Parahyangan akan terulang...
SAWUNGGALIH UTAMA
SELALU DI HATI
Reply
#3
semoga aja setelah DT dan TransJawa selesai,
operator KA akan 'bertobat' dan terbuka matanya bahwa meraka punya kompetitor.

sehingga mereka dapat berbenah
693-5073-893-673
Reply
#4
Iya enaknya punya kompetitor ya kayagini.....
Kalo di Jawa cuma ada KA aja, malah KA harganya mungkin akan menyamai harga pesawat.

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#5
Selagi masih banyak 'orang - orang kecil' KA masih jadi angkutan favorit koq... meskipun memang kelak (moga2 sih jangan) cuma ada Klas Ekonomi doank... Apakah kelak Jakarta - Surabaya sekalipun udah tersambung tol asumsi totalnya dari gerbang tol PGT / Pd. Gede Timur hingga berakhir di Surabaya Rp 100.000,00 justru KA Klas Ekonomi akan Rp 150.000,00? Aku rasa gak bakal demikian...

Reply
#6
ikut nyumbang pikiran ah...
buat saya pribadi KA tetap no. 1. hanya yg sering menjadi ganjelan buat saya adalah
1. keadaan KA kelas ekonomi, seperti yg sudah di ketahui pada jam2 tertentu keadaannya bisa dibilang kurang manusiawi
2. seiring diberlakukannya larangan berhenti untuk BUS di UKI dan sekitarnya, saya kadang bertanya pada diri sendiri mengapa KA K2 JAKK-CKP ga dihidupkan lagi?? atau diperpanjang trayeknya menjadi JAKK-PWK (mengimbangi odong-odong)
3. bila TOL trans jawa dan DT selesai, kenapa ga sekalian penggantian gauge jadi 1435 (khusus untuk yg sejalan dengan TOL misal JAKK-BD atau JAKK-SGU) trus rel dirubah jadi R6x kan ajib......
Plymouth PKC menuju hari kejayaannya dengan angkutan yang berbeda, yaitu BATUBARA

walau koleksi foto belon banyak
koleksi foto saya
Reply
#7
Pesawat punya keunggulan waktu, namun KA memliki jangkauan yg luas hingga pelosok...
Mungkin suatu saat memiliki TGV atau shinkansen, tapi mungkin anak-cucu kita yg merasakan
RF supra damartya, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
#8
mungkin jadi banyak KA barang atau ga KA wisata
Reply
#9
Wah pemerintah bisa susah kalau Jalan Tol selesai semua. Pertumbuhan mobil akan meningkat tajam, dan ujung ujungnya pemerintah kesulitan untuk mensubsidi BBMnya. Seperti yg terjadi saat ini.....
kalau dengan KA bisa lebih efisien kan..?
Reply
#10
(22-09-2010, 09:41 PM)Narendro Anindito Wrote: Wah pemerintah bisa susah kalau Jalan Tol selesai semua. Pertumbuhan mobil akan meningkat tajam, dan ujung ujungnya pemerintah kesulitan untuk mensubsidi BBMnya. Seperti yg terjadi saat ini.....
kalau dengan KA bisa lebih efisien kan..?

mobil pake bbm subsidi, KA pake bbm industri.Heran g adil.Bethe
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)