05-01-2012, 06:45 AM
Keterangan :
Meski aku sudah terlanjur berjanji tidak akan post curhatan dan pemberitaan apapun yg rasa2nya gak terlalu penting 1 tahun penuh ini, terhitung sejak pertengahan Novemver 2011 kemarin, tapi rasa2nya aku merasa perlu dengan adanya tindakan ini nih...

Berawal dari klenyataan yang aku lihat di dalam sebuah rangkaian K1. Gak perlu akus ebitun apa itu namanya, yang jelas pintunya otomatis dg dibuka - tutup pake tombol. Karena ketidak sabaran utk turun dari KA, mereka ngantri ke bordes dan alhasil... sebagian dari mereka terlihat jelas sekali dr pandangan mataku kalau pintunya diganjal... Terus, egitu KA tiba dan mrk pun turun... kenyataan pahit terlihat si ointu macet cet cettt...!!! Siapa yang harus disalahkan? Apa kita harus ngebentak orang yg ngeganjal pada saat itu? Apa kita mau semata2 nyari keributan krn dianggap urusan 'sepele' bagi mereka? Apa kita harus menegur tanpa membentak, tp mrk beralasan krn dah tinggah dikit lagi nyampe? Atau... siapanya mereka itu ada di bordes, sementara dirinya masih di koridor?
Ini salah satu segimananya manusia2 kreatif berani berinovasi, tapi ulah kita sendirilah yang gak bisa merawatnya... Pintu macet, apa kita yang harus protes ke teknisi? Trus senderan kaki kita ada yang rusak gak bisa dinaik turunin mesti ngebentak teknisi gimana sih ini- itu???
Gerakan ini nampaknya perlu utk menyosialisasikan kesadaran mrk khususnya di rangkaian K1. Kalau di K2 dan K3 nampaknya gak gitu diperlukan krn sudah pasti segala fasilitasnya gak gitu memadai spt di K1. Spt ketiadaan layar TV, pintu buka tutup otomatis / pencet tombol, senderan jok, dll melainkan cukup toilet yang pesing dan jendela terbuka sehingga mrk bebas merokok dan kalau perlu tiduran / rebahan jika bangku kosong.
Meski aku sudah terlanjur berjanji tidak akan post curhatan dan pemberitaan apapun yg rasa2nya gak terlalu penting 1 tahun penuh ini, terhitung sejak pertengahan Novemver 2011 kemarin, tapi rasa2nya aku merasa perlu dengan adanya tindakan ini nih...

Berawal dari klenyataan yang aku lihat di dalam sebuah rangkaian K1. Gak perlu akus ebitun apa itu namanya, yang jelas pintunya otomatis dg dibuka - tutup pake tombol. Karena ketidak sabaran utk turun dari KA, mereka ngantri ke bordes dan alhasil... sebagian dari mereka terlihat jelas sekali dr pandangan mataku kalau pintunya diganjal... Terus, egitu KA tiba dan mrk pun turun... kenyataan pahit terlihat si ointu macet cet cettt...!!! Siapa yang harus disalahkan? Apa kita harus ngebentak orang yg ngeganjal pada saat itu? Apa kita mau semata2 nyari keributan krn dianggap urusan 'sepele' bagi mereka? Apa kita harus menegur tanpa membentak, tp mrk beralasan krn dah tinggah dikit lagi nyampe? Atau... siapanya mereka itu ada di bordes, sementara dirinya masih di koridor?
Ini salah satu segimananya manusia2 kreatif berani berinovasi, tapi ulah kita sendirilah yang gak bisa merawatnya... Pintu macet, apa kita yang harus protes ke teknisi? Trus senderan kaki kita ada yang rusak gak bisa dinaik turunin mesti ngebentak teknisi gimana sih ini- itu???
Gerakan ini nampaknya perlu utk menyosialisasikan kesadaran mrk khususnya di rangkaian K1. Kalau di K2 dan K3 nampaknya gak gitu diperlukan krn sudah pasti segala fasilitasnya gak gitu memadai spt di K1. Spt ketiadaan layar TV, pintu buka tutup otomatis / pencet tombol, senderan jok, dll melainkan cukup toilet yang pesing dan jendela terbuka sehingga mrk bebas merokok dan kalau perlu tiduran / rebahan jika bangku kosong.


![[Image: 0951262e89bc11e1a92a1231381b6f02_7.jpg]](http://distilleryimage6.instagram.com/0951262e89bc11e1a92a1231381b6f02_7.jpg)
) jadi mungkin susah juga untuk menertibkan orang. mari kita mulai dari kita sendiri aja untuk menertibkan diri sendiri dulu. Ntar kalo ekonomi kita sudah membaik moga2 disiplin dan ketertiban juga ikut membaik hehe peace
