04-09-2012, 12:14 PM
(04-09-2012, 11:41 AM)ady_mcady Wrote: kalau tujuan jangka pendeknya untuk menyempurnakan proses boarding pass yang lebih baik boleh-boleh saja. tapi jangan terlalu lama mengingat yang berkepentingan terhadap stasiun ini (gmb dan pse) juga banyak nggak hanya penumpang jarak jauh saja. penumpang komuter juga tidak bisa diabaikan jumlahnya yang banyak dan rutin (setiap hari kerja).
pertanyaannya untuk pt. kai, lantas untuk kedepan skenarionya bagaimana? apakah akan dibuatkan platform khusus krl di kedua stasiun tersebut, sehingga pemisahan penumpang akap dan komuter bisa dilakukan? atau penambahan jalur khusus krl? atau bagaimana?
karena tentunya akan menjadi lelucon yang paling tidak lucu di negri ini, jika stasiun sentral kereta api nya justru tidak disinggahi oleh kereta komuter dan lokal. padahal bandara2 diindonesia saja sudah mulai akan dibuatkan jalur khusus untuk krl/komuter, lha ini stasiun kereta justru malah tidak disinggahi krl.
nah setuju sama yang ane bold, fungsi KRL sebagai komuter jadi ngga ada kalo gini... percuma naek KRL kalo ujung2nya kudu pindah moda.. mending langsung pindah, nah ini kudu naek turun tangga, kebijakan PT sepur emang jarang yang bisa diterima akal sehat deh...
if we can make it difficult why we have to make it simple? (maaf kalo englishnya salah :p)


![[Image: 9544964954_75d165f289_z.jpg]](http://farm4.staticflickr.com/3700/9544964954_75d165f289_z.jpg)
